Lomba Balap Sepeda Peparnas XVII Pukau Warga Boyolali

PERTANDINGAN cabang para balap sepeda Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII 2024 di kompleks perkantoran Pemkab Boyolali, Jumat (11/10/2024) pagi, mencuri perhatian warga setempat..

Para penonton cukup antusias melihat lima nomor yang diperlombakan. Mereka menyaksikan dari sejumlah titik lokasi mulai dari sekitar Tugu Jagung atau di pinggir perlintasan lomba para balap sepeda.

Salah satu warga yang hadir bernama Jagad Adi, menikmati balapan sembari berolahraga pagi. “Ternyata lumayan seru karena banyak yang nonton juga. Jadi hiburan di pagi hari sembari jalan sehat. Awalnya saya enggak tahu kalau ada balap sepeda Peparnas Solo Raya, digelar di Boyolali,” tuturnya.

Menurut mereka, meski memiliki keterbatasan fisik, para atlet berjuang keras dalam kompetisi. Situasi itu sangat menyentuh sekaligus membuat membangkitkan semangat.

BACA JUGA  Boyolali Terbaik I Implementasi Audit Stunting Kabupaten di Indonesia

Warga Boyolali lainnya, Arka mengapresiasi para atlet disabilitas yang tengah berjuang di Peparnas XVII.

“Saya menganggap atlet para balap sepeda ini berhasil mengejawahtakan slogan PeparnaasXVII 2024, Bedo Nanging Digdoyo secara baik di lapangan. Kayuh kaki mereka dipedal sepedanya yang gigih, telah menunjukkan semangat kesetaraan,” tukasnya.

Lima emas

Pada hari pertama cabor para balap sepeda kontingen Jawa Tengah berhasil menambah lima medali emas.

Medali emas didapatkan melalui nomor pertandingan road individual time trial WB, atas nama Agistia dengan catatan waktu 38 menit 25,190 detik. Disusul dari nomor road individual time trial (MC5) atas nama Anwar Ananja dengan catatan waktu 32 menit 04,979 detik.

BACA JUGA  Warga Kenang Santri M Rizky Maulana Saputra Anak yang Ceria

Eka Varianto meraih emas di nomor pertandingan individual time trial MB dengan catatan waktu 30 menit 11,960 detik. Slamet Kardiman menyusul di road individual time trial (MC1-3) dengan catatan waktu 28 menit 59,263 detik. Sedangkan di balapan terakhir, Siti Aisah meraih emas di road individual time trial (WC1-5) dengan catatan waktu 38 menit 06,151 detik.

Kukuhkan dominasi

Jawa Tengah pun semakin menegaskan dominasinya pada cabor para balap sepeda. Hingga Jumat (11/10/2024), Jawa Tengah tercatat sudah mendapatkan 23 medali emas, 19 perak dan tujuh perunggu, sementara pesaing Jawa Barat sebagai pesaing terdekat merai enam emas, 10 perak dan 10 perunggu.

Pada hari kedua untuk nomor pertandingan road di Boyolali, para atlet balap sepeda akan bertarung dalam lima nomor lagi. Jawa Tengah diprediksi masih akan unggul di lima nomor tersebut. (WID/N-01)

BACA JUGA  Program Speling Sudah Jangkau 17.900 Jiwa dan CKG 3,8 juta Jiwa

Dimitry Ramadan

Related Posts

Kalah dari Kazakstan, Tim Voli Putri Indonesia segera Evaluasi

TIM voli putri Indonesia gagal memanfaatkan perfor terbaiknya di AVC Cup 2026. Setelah sukses membekuk Iran 3-1 di laga pertama, skuat Merah Putih kali ini harus mengakui keunggulan Kazakstan 0-3…

Atasi Eifert, Dmitry Bivol Pertahankan Gelarnya

JUARA dunia tinju kelas berat ringan versi WBA, IBF, dan WBO Dmitry Bivol dari Rusia sukses mempertahankan gelarnya seusai mengatasi perlawanan petinju Jerman, Michael Eifert. Dalam pertarungan yang berlangsung di…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Sukses Atasi Mozambik, John Herdman Puji Semangat Pemain

  • June 9, 2026
Sukses Atasi Mozambik, John Herdman Puji Semangat Pemain

Pemprov Jabar Raih Penghargaan dalam Penurunan Stunting

  • June 9, 2026
Pemprov Jabar Raih Penghargaan dalam Penurunan Stunting

KDM Siap Sempurnakan Pelaksanaan SPMB

  • June 9, 2026
KDM Siap Sempurnakan Pelaksanaan SPMB

Jabar Promosikan Teh, Kopi dan Kakao di WIITEX 2026

  • June 9, 2026
Jabar Promosikan Teh, Kopi dan Kakao di WIITEX 2026

UIN Sunan Kalijaga Buka Jurusan Magister Matematika

  • June 9, 2026
UIN Sunan Kalijaga Buka Jurusan Magister Matematika

Keluhkan PCMB Jabar,  Dedi Mulyadi Diserbu Orang Tua Murid

  • June 9, 2026
Keluhkan PCMB Jabar,  Dedi Mulyadi Diserbu Orang Tua Murid