Masih Muda, Mayjen TNI Rudy Saladin Dinilai Tepat Jadi Pangdam V Brawijaya

KEPALA Satuan Koordinasi Wilayah (Kasatkorwi) l Banser Jawa Timur HM Irsyad Yusuf menilai penempatan Mayjen TNI Rudy Saladin sebagai Panglima Kodam (Pangdam) V/Brawijaya sudah tepat. Pasalnya, Jawa Timur sebagai provinsi terbesar dengan karakteristik yang dinamis membutuhkan pemimpin muda.

Gus Irsyad Yusuf mengatakan, Mayjen TNI Rudy Saladin adalah peraih penghargaan Adhi Makayasa – Tri Sakti Wiratama 1997. Keputusan Panglima TNI menempatkan jenderal berusia 48 tahun itu menjadi langkah tepat mendukung kondusifitas Jatim dalam masa transisi dan dinamika masyarakat yang melek atas perubahan.

“Saya tidak melihat secara personal, beliau ini seorang Jenderal yang masih muda dengan kondisi masyarakat Jawa Timur yang dinamis, tentunya lebih cepat adaptasi. Bagaimana karakteristik masyarakatnya kemudian koordinasi dan komunikasi dengan organisasi masyarakatnya, saya yakin beliau mampu lebih cepat dan baik akan hal tersebut,” kata Gus Irsyad yang juga mantan Bupati Pasuruan itu, Senin (29/7).

Dia meyakini dengan kemampuan dan kapasitas yang dimiliki lulusan terbaik Akmil Abituren 1997 itu, akan mampu secara cepat merangkul semua golongan di Jatim. Apalagi saat ini dalam masa transisi kepimpinan dan agenda politik nasional.

BACA JUGA  KPK Temukan Uang Tunai dalam OTT Bupati Ponorogo

“Kami yakin dengan kemampuan beliau organisasi-organisasi masyarakat Jatim dapat dirangkul dan koordinasi dapat berjalan dengan baik,” kata Gus Irsyad.

Netralitas TNI

Senada Gus Irsyad, tokoh Gerakan Pemuda Marhaenis Jatim, Katno, juga mengapresiasi langkah Panglima TNI menempatkan Mayjen Rudy Saladin di Jatim. Menurut Katno, Jatim dengan masyarakatnya yang dinamis apalagi menjelang agenda politik nasional, membutuhkan sosok muda yang mampu mewujudkan netralitas.

Aktivis 98 yang saat ini menjabat sebagai Komisaris Independen PT Industri Kapal Indonesia Persero di Makassar itu mengatakan, netralitas TNI menjadi prinsip utama. Yaitu menekankan posisi nonpartisan dan komitmen dalam menjaga proses demokrasi tanpa adanya kecenderungan yang memihak pada entitas politik tertentu.

“Secara pribadi saya yakin, Mayjen Rudy ini mampu melakukan pendekatan proaktif dan memastikan netralitas TNI dalam urusan politik. Apalagi beliau ini memilik record sebagai ajudan Presiden Jokowi yang pastinya paham betul situasi daerah-daerah,” kata Katno. (OTW/N-01)

BACA JUGA  Keyakinan Konsumen Masih Terjaga di Kota Malang

.

Gus Irsyad Yusuf mengatakan, Mayjen TNI Rudy Saladin adalah peraih penghargaan Adhi Makayasa – Tri Sakti Wiratama 1997. Keputusan Panglima TNI menempatkan jenderal berusia 48 tahun itu menjadi langkah tepat mendukung kondusifitas Jatim dalam masa transisi dan dinamika masyarakat yang melek atas perubahan.

“Saya tidak melihat secara personal, beliau ini seorang Jenderal yang masih muda dengan kondisi masyarakat Jawa Timur yang dinamis, tentunya lebih cepat adaptasi. Bagaimana karakteristik masyarakatnya kemudian koordinasi dan komunikasi dengan organisasi masyarakatnya, saya yakin beliau mampu lebih cepat dan baik akan hal tersebut,” kata Gus Irsyad yang juga mantan Bupati Pasuruan itu, Senin (29/7).

Dia meyakini dengan kemampuan dan kapasitas yang dimiliki lulusan terbaik Akmil Abituren 1997 itu, akan mampu secara cepat merangkul semua golongan di Jatim. Apalagi saat ini dalam masa transisi kepimpinan dan agenda politik nasional.

“Kami yakin dengan kemampuan beliau organisasi-organisasi masyarakat Jatim dapat dirangkul dan koordinasi dapat berjalan dengan baik,” kata Gus Irsyad.

BACA JUGA  BNPB Targetkan Evakuasi Korban di Ponpes Selesai Hari Ini

Netralitas TNI

Senada Gus Irsyad, tokoh Gerakan Pemuda Marhaenis Jatim, Katno, juga mengapresiasi langkah Panglima TNI menempatkan Mayjen Rudy Saladin di Jatim. Menurut Katno, Jatim dengan masyarakatnya yang dinamis apalagi menjelang agenda politik nasional, membutuhkan sosok muda yang mampu mewujudkan netralitas.

Aktivis 98 yang saat ini menjabat sebagai Komisaris Independen PT Industri Kapal Indonesia Persero di Makassar itu mengatakan, netralitas TNI menjadi prinsip utama. Yaitu menekankan posisi nonpartisan dan komitmen dalam menjaga proses demokrasi tanpa adanya kecenderungan yang memihak pada entitas politik tertentu.

“Secara pribadi saya yakin, Mayjen Rudy ini mampu melakukan pendekatan proaktif dan memastikan netralitas TNI dalam urusan politik. Apalagi beliau ini memilik record sebagai ajudan Presiden Jokowi yang pastinya paham betul situasi daerah-daerah,” kata Katno. (OTW/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

POLSEK Ajibarang Polresta Banyumas bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ajibarang bergerak cepat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Petak 32 Perhutani Banyumas Barat, Desa Tipar Kidul, Kecamatan…

Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

BANK Indonesia Tasikmalaya bersama pemerintah daerah di Priangan Timur meluncurkan aplikasi terbaru Sindang (Sinergi Data Ngahiji) Priangan Timur. Platform ini mengintegrasikan data harga dan pasokan pangan lintas daerah serta dilengkapi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

  • July 30, 2026
Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

Buka Kongres Alumni Jesuit, Sri Sultan Berharap Jadi Ruang Batin

  • July 30, 2026
Buka Kongres Alumni Jesuit, Sri Sultan Berharap Jadi Ruang Batin

Tim KKN UGM Gelar Aksi Bersih Pantai di Pulau Bawean dengan Warga

  • July 30, 2026
Tim KKN UGM Gelar Aksi Bersih Pantai di Pulau Bawean dengan Warga

Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

  • July 30, 2026
Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

Persib dan Jubelo Kelola 65,4 Ton Sampah Sepanjang Musim 2025/2026

  • July 30, 2026
Persib dan Jubelo Kelola 65,4 Ton Sampah Sepanjang Musim  2025/2026

Sempat Galau, Made Sarmita Selesaikan Program Doktor dengan IPK 4.00

  • July 30, 2026
Sempat Galau, Made Sarmita Selesaikan Program Doktor  dengan IPK 4.00