
TAHUN ini, Presiden Prabowo Subianto memberi kesempatan istimewa bagi warga dari berbagai profesi mulai petani, nelayan, pedagang, pengemudi ojek, hingga buruh untuk hadir langsung di halaman Istana Merdeka pada 17 Agustus 2025.
Kesempatan langka ini disambut penuh rasa syukur. Faizal Zikri, penjual es teh di kawasan Stasiun Juanda, tak menyangka bisa menerima undangan ke Istana Merdeka. “Senang banget bakal bisa ketemu Bapak Prabowo. Semoga Indonesia selalu aman, sehat, dan penuh berkah,” ujarnya.
Bagi petani di Karawang, undangan ini menjadi penghargaan tersendiri. “Bagaikan mimpi. Kami berharap pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan dan menstabilkan harga padi serta pupuk,” kata Rohman Permana.
Dari pesisir Marunda, nelayan kecil juga menyampaikan harapan. Rana berharap laut kembali bersih dari limbah agar nelayan bisa melaut dengan tenang.
Ketua Koperasi Nelayan Marunda Makmur, Kubil, menambahkan, “Baru kali ini nelayan kecil diundang ke Istana. Harapan kami, Pak Presiden selalu ingat nelayan kecil yang punya banyak keluhan,” ujarnya dikutip dari laman Presiden.
Kaum buruh pun menyambut momen ini sebagai sejarah baru. “Sudah puluhan tahun buruh tak diundang ke Istana. Kami bangga sekali. Harapan kami, Pak Presiden terus memperhatikan kaum kecil,” kata Burhan Aman, salah satu perwakilan buruh yang mendapat undangan.
Dalam peluncuran logo dan tema HUT ke-80 RI di Istana Negara, 23 Juli lalu, Presiden Prabowo menegaskan peringatan kemerdekaan adalah milik seluruh rakyat, bukan sekadar seremoni pemerintah. “Kita ingin peringatan kemerdekaan ini dirasakan semua lapisan masyarakat,” tegasnya. (*/S-01)









