Kekalahan PDIP di Kandangnya, Bukti Jateng Basis Nasionalis-Religius

KEKALAHAN  PDI Perjuangan (PDIP) di pilgub Jateng 2024, adalah bukti jebolnya kandang banteng di Jawa Tengah. Dengan kata lain, ini adalah sejarah lahirnya basis utama nasionalis dan religius di Jateng setelah dikuasai banteng selama dua puluh tahun.

Hal itu dikatakan KH. Agus Aly Qayshar (Gus Ali), Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Timur, Watucongol, Gunungpring, Muntilan, Kabupaten Magelang.

“Prinsipnya kita melihat dengan jelas kemenangan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen adalah Kemenangan Nasionalis-Religius di Jateng (yang selama 20 tahun dikuasai PDIP),” kata Gus Ali, di acara Haul Aulia dan sesepuh Desa Gunungpring bersama Gus Yasin dan Gus Kautsar, di Gedung Thoriqoh Syadziliyyah, PP. Darussalam Timur, Watucongol, Gunungpring, Muntilan, Magelang.

“Ini memberikan peran dan harapan  penting kedepan Pak Ahmad Luthfi bisa memberikan perhatian khusus kepada Pesantren dan Pendidikan,” imbuhnya.

Gus Ali mengatakan, dari awal Watucongol mendukung penuh paslon 02, Luthfi-Yasin dalam Pilgub Jateng 2024. Menurutnya, duet paslon Nasionalis-Religius ini dibutuhkan rakyat Jawa Tengah. Sejarah banyak membuktikan bahwa Jawa Tengah adalah Basis Utama Nasionalis dan Religius Bukan kandang yang lain.

BACA JUGA  Koperasi Diharap Terus Bertumbuh, Sehat, dan Kuat

“Dari awal Watucongol kita satukan untuk memilih Luthfi-Yasin. Jamaah kita harus solid milih pemimpin yang nasionalis (Pak Luthfi) dan religius (Gus Yasin). Perpaduan keduanya kompisi yang lengkap, sehingga menjadikan Jateng kompak, adem, dan aman,” imbuh Putra Mbah Mad Watucongol ini.

Diketahui, Gus Ali merupakan putra almarhum KH Ahmad Abdul Haq Dalhar (Mbah Mad), seorang Kiai kharismatik legendaris langganan tokoh politik era orde baru. Gus Ali mengaku sudah 20 tahun mendampingi PDIP. Untuk Pilgub 2024 ini beralih dukungan kepada basis hijau (Luthfi-Yasin).

Lebih adem

Begitupun yang disampaikan Gus Kautsar, pengasuh pondok Ploso Kediri Jawa Timur. Kyai muda itu juga sepakat jika kedepan Jateng akan lebih adem dengan kepemimpinan Nasionalis-Religius.

Dengan kemenangan Luthfi-Yasin, menurutnya Jateng akan berubah menjadi Basis Utama Nasionalis dan Religius.

“Selamat Gus Yasin sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah terpilih. Kami akan selalu ada di balik kemenangan bersama Jawa Tengah. Kemenangan Basis Massa Nasionalis dan Religius, ini cocok untuk Jawa Tengah,”kata pemilik nama lengkap Gus Muhammad Abdurrohmad Kautsar (Gus Kautsar), yang hadir di Watucongol ini.

BACA JUGA  Pemprov Jateng Dorong Perusahaan Serap Tenaga Kerja Lokal

Ia kembali mengigatkan pesan khusus untuk Ahmad Luthfi, bahwa apa yang seharusnya dilakukan adalah yang disenangi masyarakat. Sehingga akan diikuti tanpa harus dipaksa.

Gus Yasin yang hadir menyampaikan banyak terimakasih atas doa dan dukungan Gus Ali dan Ponpes Watucongol selama ini. Sehingga paslon Luthfi-Yasin menang dengan 11,3 juta suara.

Didambakan masyarakat

“Sekali lagi matur nuwun sedoyo doa dan dukungan Watucongol, semoga perjuangan panjenengan menjadi amal solih yang pahalanya dilipatgandakan,” kata Gus Yasin itu

Komposisi pemimpin nasionalis-religius ini memang menjadi dambaan banyak orang. Di berbagai kesempatan, Ketua DPW PKB Jateng, Gus Yusuf Chudlori menyampaikan perlunya Jateng dipimpin orang yang punya pemikiran nasionalis dan pemikiran agama.

“Pilgub ini adalah waktu yang tepat untuk menghijaukan Jateng bersama nasionalis. Kapan lagi kalau tidak sekarang, kalau sampai lepas, kita akan punya kesempatan lima tahun lagi, terlalu lama,” kata Gus Yusuf dalam kesempatan sela sela kampanye Pilgub Jateng.

BACA JUGA  Masuk Kemarau, Pemprov Jateng Mulai Antisipasi Kekeringan

Kekalahan perdana

Asal tahu, hasil pilgub Jateng 2024 sudah resmi ditetapkan dalam pleno terbuka oleh KPU Jawa Tengah. Hasilnya, Luthfi-Yasin menang telak, 59,14% (11.390.191 Suara) dan Andika – Hendi yang didukung PDIP 40,86% (7.870.085 Suara) Selama 15 tahun pilgub Jateng sejak 2008, 2013, 2018, PDIP selalu menang.

Sehingga Jateng disebut kandang banteng. Baru tahun 2024, PDIP tumbang. Luthfi-Yasin yang didukung 15 parpol gabungan nasionalis-religius menang dengan suara cukup fantastis. Tahun 2008 PDIP menang (43, 44℅), tahun 2013 menang (48,82℅), tahun 2018 menang (58, 78℅), dan tahun 2024 kalah (40,86℅). (Htm/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Said Iqbal Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Buruh

PENASEHAT Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh yang baru dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Said Iqbal siap langsung bergerak cepat. Ia mengaku akan fokus ke sejumlah isu…

Cari Barang Bukti, KPK Geledah Rumah Silmy Karim

PENYIDIK KPK melakukan penggeledah mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim untuk mencari barang bukti. Sebelumnya Silmy ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Sunflower Angel Pikat Ribuan Pengunjung Candi Prambanan

  • June 10, 2026
Sunflower Angel Pikat Ribuan Pengunjung Candi Prambanan

Sukses Atasi Mozambik, John Herdman Puji Semangat Pemain

  • June 9, 2026
Sukses Atasi Mozambik, John Herdman Puji Semangat Pemain

Pemprov Jabar Raih Penghargaan dalam Penurunan Stunting

  • June 9, 2026
Pemprov Jabar Raih Penghargaan dalam Penurunan Stunting

KDM Siap Sempurnakan Pelaksanaan SPMB

  • June 9, 2026
KDM Siap Sempurnakan Pelaksanaan SPMB

Jabar Promosikan Teh, Kopi dan Kakao di WIITEX 2026

  • June 9, 2026
Jabar Promosikan Teh, Kopi dan Kakao di WIITEX 2026

UIN Sunan Kalijaga Buka Jurusan Magister Matematika

  • June 9, 2026
UIN Sunan Kalijaga Buka Jurusan Magister Matematika