Mengapa Setiap Tahun Baru Kita Selalu Ditanya: Apa Harapanmu?

SETIAP pergantian tahun, satu pertanyaan hampir pasti muncul dalam percakapan, unggahan media sosial, hingga wawancara singkat: “Apa harapanmu di tahun baru?”
Pertanyaan ini terdengar sederhana, bahkan klise. Namun jika ditelisik lebih dalam, ia menyimpan makna psikologis, sosial, dan kultural yang cukup kuat.

Tahun Baru dan Ilusi Awal yang Bersih

Tahun baru kerap dipersepsikan sebagai titik awal yang bersih. Meski secara faktual waktu berjalan kontinu, manusia membutuhkan penanda simbolik untuk memulai kembali. Pergantian tahun memberi kesan bahwa kegagalan, kekecewaan, atau kelelahan di masa lalu dapat ditinggalkan, sementara masa depan masih terbuka untuk diperbaiki.

Dalam psikologi, fenomena ini dikenal sebagai fresh start effect, yakni kecenderungan manusia untuk lebih termotivasi melakukan perubahan saat memasuki fase baru dalam hidupnya.

BACA JUGA  Malam Tahun Baru Candi Prambanan tanpa Kembang Api

Harapan sebagai Kebutuhan Dasar Manusia

Manusia pada dasarnya membutuhkan harapan untuk bertahan. Harapan memberi arah, menjaga kewarasan, dan membantu seseorang menghadapi ketidakpastian. Dengan ditanya tentang harapan, seseorang diajak untuk berhenti sejenak, merefleksikan perjalanan hidupnya, lalu membayangkan masa depan yang diinginkan.

Tak heran jika jawaban yang muncul sering kali sederhana: sehat, damai, stabil secara ekonomi, atau lebih bahagia. Kesederhanaan itu justru menegaskan bahwa harapan adalah fondasi emosional, bukan ambisi berlebihan.

Tradisi Sosial Mengikat Kebersamaan

Pertanyaan tentang harapan juga merupakan bagian dari tradisi sosial. Ia menjadi sarana membangun kedekatan, empati, dan kebersamaan. Di tengah masyarakat yang semakin individualistis, pertanyaan ini berfungsi sebagai pengingat bahwa setiap orang sedang menjalani perjuangannya masing-masing, namun tetap saling mendoakan.

BACA JUGA  Istighosah dan Doa Lintas Agama Sambut 2025 di Jateng

Dalam konteks ini, “apa harapanmu?” bukan sekadar ingin tahu, melainkan bentuk perhatian.

Bahasa Optimisme di Tengah Ketidakpastian

Tahun baru selalu datang dengan ketidakpastian: ekonomi, politik, kesehatan, hingga relasi sosial. Menyebutkan harapan adalah cara manusia menegaskan sikap optimis, bahwa masa depan belum sepenuhnya ditentukan oleh kegagalan masa lalu. Harapan menjadi jembatan antara rasa cemas dan keinginan untuk bertahan.

Lebih dari Sekadar Basa-basi

Meski sering dianggap formalitas, pertanyaan tentang harapan di tahun baru sejatinya adalah refleksi kebutuhan manusia akan makna dan tujuan hidup. Ia mengajak setiap orang untuk percaya bahwa perubahan masih mungkin terjadi, sekecil apa pun langkahnya.

Karena pada akhirnya, tahun baru bukan soal kalender yang berganti, melainkan keyakinan bahwa hidup masih layak diperjuangkan dengan harapan sebagai penuntunnya. (*/S-01)

BACA JUGA  KAI Daop 6 Yogyakarta Beri Diskon 15%-30% Tiket Kereta

Siswantini Suryandari

Related Posts

FH UII Peringkat 1 PTS Nasional Versi THE WUR

FAKULTAS Hukum (FH) Universitas Islam Indonesia (UII) meraih peringkat pertama tingkat nasional untuk kategori perguruan tinggi swasta (PTS) dalam Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) by Subject Law…

PSHK UII Soroti Penggantian Calon Hakim Konstitusi Usulan DPR

DPR RI mengganti nama calon Hakim Konstitusi (MK) usulannya dari Inosentius Samsul menjadi Adies Kadir. Pergantian ini menuai sorotan karena Adies sebelumnya pernah dinonaktifkan sebagai anggota DPR RI terkait kehadirannya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Tim SAR Temukan Tiga Bodypack Korban Longsor di Hari Keenam

  • January 29, 2026
Tim SAR Temukan Tiga Bodypack Korban Longsor di Hari Keenam

Gilas Garuda Jaya, Samator Jaga Asa ke Final Four Proliga

  • January 29, 2026
Gilas Garuda Jaya, Samator Jaga Asa ke Final Four Proliga

KLH Gandeng ITB Kaji Lanskap Wilayah Longsor Cisarua

  • January 29, 2026
KLH Gandeng  ITB Kaji Lanskap Wilayah Longsor Cisarua

Aktivis Perempuan Kecam Pembongkaran Pagar Mutiara Regency

  • January 29, 2026
Aktivis Perempuan Kecam Pembongkaran Pagar Mutiara Regency

Curi Peralatan Foto, Ibu dan Anak Ditangkap

  • January 29, 2026
Curi Peralatan Foto, Ibu dan Anak Ditangkap

Polisi Tetapkan Pelaku Eksploitasi Anak Jadi Tersangka

  • January 29, 2026
Polisi Tetapkan Pelaku Eksploitasi Anak Jadi Tersangka