
PENYANYI rock dan mantan vokalis band Edane, Ecky Lamoh, meninggal dunia pada Minggu (30/11) pukul 02.15 WIB di RS Sardjito Yogyakarta. Ia wafat pada usia 64 tahun.
Jenazah musisi bernama lengkap Alexander Theodore Lamoh itu akan disemayamkan di Rumah Duka Michael RS Panti Rapih Yogyakarta. Prosesi kremasi dijadwalkan berlangsung Senin (1/12) di Krematorium Pingit, Yogyakarta.
Kabar duka tersebut disampaikan gitaris Edane, Eet Sjahranie, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. “Selamat jalan Ki…! Gone but never forgotten!” tulis Eet.
Eet diketahui sempat menjenguk Ecky di RS Sardjito sepekan sebelumnya dan memberikan semangat dengan menggenggam tangannya.
Ecky Lamoh lahir di Jakarta pada 13 Juli 1961. Sejak kecil ia sudah tertarik pada dunia seni dan bahkan pernah tampil di layar lebar di usia muda. Ketertarikannya pada musik banyak dipengaruhi oleh band-band rock legendaris seperti Led Zeppelin.
Pada 1984, Ecky membentuk band pertamanya bernama AERO di Jakarta. Ia kemudian bergabung dengan band Elpamas pada 1986, serta terlibat dalam proyek musik Ekki Soekarno pada tahun yang sama. Dalam proyek itulah ia bertemu gitaris Eet Sjahranie.
Pertemuan keduanya melahirkan album bertajuk EDANE, akronim dari “E DAN E” yang merujuk pada Ecky dan Eet. Band Edane kemudian berkembang menjadi salah satu grup rock paling berpengaruh di Indonesia dan dikenal sebagai pelopor hard rock and roll Tanah Air. (*/S-01)







