Perjalanan Baek Se-hee Ubah Kesedihan Jadi Harapan

BAEK Se-hee adalah penulis asal Korea Selatan yang dikenal lewat memoar-terapisnya I Want to Die but I Want to Eat Tteokbokki (2018). Buku ini memuat catatan percakapan Baek dengan psikiaternya terkait pengalamannya mengalami distimia (gangguan depresif persisten), kecemasan, dan kehidupan sehari-hari yang terasa “baik-baik saja di luar, tapi hampa di dalam”.

Memoar tersebut kemudian diterjemahkan ke banyak bahasa dan menjadi best-seller internasional, menembus lebih dari 1 juta eksemplar di seluruh dunia. Buku ini kemudian disusul dengan sekuelnya I Want to Die but I Still Want to Eat Tteokbokki (2019) yang melanjutkan refleksi Baek soal kesehatan mental dan identitas.

Baek Se-hee menulis sekuel I Want to Die but I Still Want to Eat Tteokbokki
Buku karya Baek Se-hee sekuelnya I Want to Die but I Still Want to Eat Tteokbokki (2019). (MN/dok Instagram)

Karya Baek mengangkat isu kesehatan mental di Korea Selatan, negara dimana topik seperti depresi dan kecemasan masih memiliki stigma kuat.

BACA JUGA  Kim Soo Hyun Batal Fan Meeting, Drama Knock Off Tunda Tayang

Judul bukunya sendiri: “aku ingin mati tapi aku ingin makan tteokbokki” menggambarkan dualitas perasaan, keinginan menyerah tapi juga masih ada keinginan sederhana untuk hidup (termasuk melalui makanan favorit tteokbokki).

Melalui gaya jujur dan ringan, Baek menyentuh pembaca yang merasakan “tidak cocok” atau “tertekan” meski dari luar tampak baik-baik saja.

Baek Se-hee meninggal dan warisannya

Baek Se-hee meninggal dunia 16 Oktober 2025 di sebuah rumah sakit di Goyang, Korea Selatan di usia 35 tahun.  Dan ia mendonasikan jantung, paru-paru, hati, dan ginjal.

Korea Organ Donation Agency menyatakan bahwa lima nyawa berhasil diselamatkan melalui donasi organ Baek. Penyebab kematian belum diumumkan secara resmi.

BACA JUGA  Shin Tae-yong Doakan Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia

Dengan karyanya, Baek berhasil membuka ruang dialog tentang kesehatan mental di Korea dan global, terutama untuk mereka yang mengalami kecemasan tersembunyi atau depresi ringan yang sering disebut “high-functioning”.

Keputusannya untuk mendonorkan organ di saat kepergiannya menambah lapisan makna: dari menuliskan “kamera terhadap hidup sendiri” hingga memastikan hidupnya memberi kontribusi nyata bagi orang lain.

Banyak pembaca menyebut bahwa membaca buku tersebut memberi rasa bahwa “saya tidak sendirian”. Baek membantu menormalisasi perasaan sulit dan menghubungkan banyak orang yang merasa terisolasi.

Meskipun Baek Se-hee telah berpulang, karyanya tetap hidup sebagai sumber inspirasi dan pengingat bahwa walau kita merasa ingin menyerah, masih ada hal kecil yang membuat kita bertahan. (*/S-01)

BACA JUGA  Pemilihan Presiden Korea Selatan Dijadwalkan 3 Juni

Siswantini Suryandari

Related Posts

Turnamen Mini Soccer Cendrawasih Karsa Media Cup 2026, Perkuat Tradisi Kompetisi Antarmedia

PSSI Pers kembali menggelar turnamen mini soccer antarmedia bertajuk Cendrawasih Karsa Media Cup 2026 yang diikuti 16 tim dari berbagai media nasional. Memasuki edisi kelima, turnamen ini menjadi salah satu…

The Longest Wait, Film Kisah di Balik Perjalanan Timnas Indonesia Resmi Tayang

Film dokumenter Timnas Indonesia, The Longest Wait tayang secara eksklusif terbatas di sejumlah bioskop pilihan pada 28 Oktober 2026. Kemudian kisah Timnas Indonesia itu hadir lebih luas di jaringan bioskop…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Memeras WNA

  • October 29, 2026
Silmy Karim Didakwa  Terima Rp1,2 Miliar dari Memeras WNA

Beri Bonus untuk Atlet dan Pelatih, Presiden Ucapkan Terima kasih

  • October 29, 2026
Beri Bonus untuk Atlet dan Pelatih, Presiden Ucapkan Terima kasih

Cegah Tabrak Belakang, Polda Jateng Tempeli Truk Stiker Reflektif

  • October 29, 2026
Cegah Tabrak Belakang, Polda Jateng Tempeli Truk Stiker Reflektif

Dilema Pers di Mata KDM; antara Biaya Produksi dan Kebebasan Tanpa Etika

  • October 29, 2026
Dilema Pers di Mata KDM; antara Biaya Produksi dan Kebebasan Tanpa Etika

Kembangkan AI, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Telekomunikasi

  • October 29, 2026
Kembangkan AI, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Telekomunikasi

Luncurkan Proyek SHIELD, UGM Kaji Wolbachia dalam Pengendalian Dengue

  • October 29, 2026
Luncurkan Proyek SHIELD, UGM Kaji Wolbachia dalam Pengendalian Dengue