Mengapa Orang Benci Hari Senin?

BANYAK orang benci hari Senin karena hari ini menandai kembalinya ke rutinitas kerja atau sekolah setelah akhir pekan yang santai. Fenomena ini sering disebut “Monday Blues”—perasaan malas, stres, atau tidak bersemangat yang muncul di awal minggu.

Orang Benci Hari Senin ini sebabnya?

  1. Akhir Pekan yang Berakhir
    • Setelah dua hari istirahat atau bersenang-senang, kembali ke pekerjaan atau sekolah terasa berat.
    • Banyak orang merasa belum cukup menikmati libur mereka.
  1. Pergeseran Pola Tidur
    • Saat akhir pekan, orang sering tidur lebih lama atau begadang.
    • Bangun pagi pada hari Senin terasa lebih sulit karena tubuh belum beradaptasi.
  1. Beban Kerja yang Menumpuk
    • Banyak pekerjaan atau tugas yang menumpuk dari minggu sebelumnya.
    • Rapat atau tugas baru sering dijadwalkan di awal minggu.
  1. Rutinitas yang Berulang
    • Kembali ke pola kerja atau sekolah yang sama bisa terasa membosankan.
    • Orang cenderung lebih menikmati kebebasan akhir pekan dibandingkan rutinitas Senin.
  1. Hari Senin Terasa Lebih Lama
    • Banyak orang merasa waktu berjalan lebih lambat pada hari Senin karena perubahan ritme dari akhir pekan ke hari kerja.
  1. Tekanan Sosial dan Psikologis
    • Banyak orang merasa lebih stres karena harus kembali menghadapi atasan, guru, tugas, atau tenggat waktu.
    • Perasaan ini bisa lebih kuat jika seseorang tidak menyukai pekerjaannya atau sekolahnya.
BACA JUGA  Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

Bagaimana Mengatasi “I Don’t Like Mondays”?

  • Tidur yang cukup di malam Minggu agar lebih segar di keesokan harinya.
  • Siapkan sesuatu yang menyenangkan (seperti kopi favorit atau mendengarkan musik pagi).
  • Jangan menunda pekerjaan dari Jumat, sehingga Senin tidak terasa terlalu berat.
  • Ubah mindset, anggap Senin sebagai awal baru, bukan beban. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Ijazah yang tak Sempat Digenggam itu Menjadi Penanda Perjuangan sang Sarjana Tata Boga

PERASAAN haru, tak bisa disembunyikan Pramanda Arif Setiawan ketika menerima ijazah Sarjana milik Taranda Finuri A’raf Habib al Furqon. Taranda, lulusan program Sarjana (S1) Pendidikan Tata Boga Fakultas Teknik Universitas…

Mahasiswa UGM Ikuti NIB 2026 di Kanada

SEORANG mahasiswa Program Studi Teknik Nuklir UGM, Marchelino Chrisrichy Cosmo Hutama, terpilih untuk mengikuti Nuclear Innovation Bootcamp (NIB) 2026 yang diselenggarakan oleh Nuclear Innovation Alliance pada 26 Juli – 8…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk PSO BRT

  • August 25, 2026
Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk PSO BRT

Penurunan Kabel di Kota Bandung Capai 42 Ruas Jalan Hingga Agustus

  • August 24, 2026
Penurunan Kabel di Kota Bandung Capai 42 Ruas Jalan Hingga Agustus

Bantu Penanganan Pascabencana NTT, UGM Luncurkan Portal Teknologi AI Tech4Disaster

  • August 24, 2026
Bantu Penanganan Pascabencana NTT, UGM Luncurkan Portal Teknologi AI Tech4Disaster

Tim Mahasiswa Peternakan UGM Juara I Brawijaya Animal Science Ideas Competition

  • August 24, 2026
Tim Mahasiswa Peternakan UGM Juara I Brawijaya Animal Science Ideas Competition

PKK DIY Diminta Bisa Membaca Zaman

  • August 24, 2026
PKK DIY Diminta Bisa Membaca Zaman

Ijazah yang tak Sempat Digenggam itu Menjadi Penanda Perjuangan sang Sarjana Tata Boga

  • August 24, 2026
Ijazah yang tak Sempat Digenggam itu Menjadi Penanda Perjuangan sang Sarjana Tata Boga