Pemerintah Harus Terapkan Cukai Minuman Berpemanis

KONSUMSI gula di kalangan masyarakat Indonesia dinilai sudah sangat tinggi. Hal itu terbukti dengan data Riskesdas 2023 yang menyebutkan prevalensi diabetes di negeri ini yang mencapai 11,3%.

Angka itu menunjukkan adanya konsistensi kenaikan yang signifikan. Salah satu pemicu kenaikan kasus ini adalah semakin banyaknya Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) yang memiliki kadar gula sangat tinggi yang dijual dipasaran.

Ironisnya minuman itu dijual dengan harga yang cukup murah dengan ketersediaan yang melimpah. Hal itu membuat membuat konsumsinya terus meningkat.

Prevalensi diabetes

Berdasarkan riset yang di beberapa negara lain seperti Australia, instrumen kebijakan cukai menjadi salah satu cara yang paling efektif agar angka prevalensi diabetes bisa berkurang di Indonesia.

BACA JUGA  Sering Terpapar Cahaya Terang di Malam Hari Berisiko Diabetes Tipe 2

Adanya cukai MBDK nanti harganya akan lebih mahal sehingga masyarakat akan berpikir kembali untuk membelinya. Instrumen kebijakan Cukai MBDK sudah berhasil diberlakukan di beberapa negara.

Indonesia sebenarnya sudah menggagas kebijakan itu sejak 2016. Namun belum diberlakukan hingga sekarang ini. Hal itu lantaran banyak hal yang mempengaruhi lambatnya pemberlakuannya kebijakan sehingga proses keputusannya tidak bisa cepat bahkan memakan waktu yang lama.

Seperti perhitungan besarnya cukai yang dilakukan oleh ahli ekonom agar memiliki keberhasilan yang tinggi. Selain itu, ada kemungkinan adanya negosiasi dari perusahaan-perusahaan yang memproduksi minuman berpemanis tersebut. Mereka pun akan ‘khawatir’ produksinya akan menurun.

Bijak berprilaku

Itu sebabnya kebijakan cukai MBDK harus segera terlaksana mengingat kebijakan ini menjadi salah satu bentuk yang dapat dilakukan untuk mengurangi penambahan kasus penyakit diabetes kedepan.

BACA JUGA  Menkes Soroti Kebiasaan Anak Mengonsumsi Minuman Manis

Selain itu generasi muda pun harus bijak dalam berperilaku terutama dalam mengkonsumsi makanan dan minuman manis. Sebab di beberapa negara maju, meskipun instrumen kebijakan yang berlaku banyak, edukasi yang diberikan tetap ada.

Kemenkes dalam hal ini harus memberikan edukasi terkait hidup sehat. Memberikan paham lebih kepada masyarakat akan pentingnya hidup sehat, alasan pengurangan konsumsi gula, dampak diberlakukannya Cukai, hingga pemahaman tentang penyakit tidak menular yang dapat menyerang seperti diabetes, jantung, dan lainnya.

Instrumen kebijakan itu efektif, tetapi akan lebih efektif lagi kalau multi-level, yaitu edukasi lewat media, edukasi oleh petugas kesehatan, melalui kader kesehatan, serta pengabdian masyarakat, termasuk dengan mengadakan kampanye dalam bentuk tulisan yang diletakkan di tempat-tempat strategis. (AGT/N-01)

BACA JUGA  Tips Tetap Sehat Berpuasa Bagi Penderita Diabetes

Oleh:

(Kepala Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan dan Kedokteran Sosial, FK-KMK UGM Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Pemerintah Perlu Tetapkan Tujuan Cukai Minuman Berpemanis di Kemasan

PEMERINTAH kembali menunda penerapan Cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK). Di tengah penundaan penerapan regulasi itu pemerintah perlu mengeluarkan penetapan tujuan yang jelas mengapa kebijakan fiskan ini perlu diterapkan, baik…

Luncurkan Proyek SHIELD, UGM Kaji Wolbachia dalam Pengendalian Dengue

INDONESIA menghadapi beban dengue yang masih tinggi. Pada 2025, Indonesia tercatat menempati urutan kedua di dunia dalam jumlah kematian akibat dengue, dengan 703 kematian atau sekitar 17 persen dari total…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pameran Seni Inklusif In Medio Buka Ruang Kreativitas Seniman Disabilitas

  • November 1, 2026
Pameran Seni Inklusif In Medio Buka Ruang Kreativitas Seniman Disabilitas

Polresta Sleman Sita Total 833 Botol Miras Sepanjang Oktober

  • November 1, 2026
Polresta Sleman Sita Total 833 Botol Miras Sepanjang  Oktober

Bekuk Inter, AC Milan menang Derby della Madonnina

  • November 1, 2026
Bekuk Inter, AC Milan menang Derby della Madonnina

Barcelona Lampiasan Kemarahan ke Deportivo Alaves

  • November 1, 2026
Barcelona Lampiasan Kemarahan ke Deportivo Alaves

Enam Hari Operasi Patuh Progo 2026, Polresta Sleman Beri 690 Teguran pada Pengendara

  • November 1, 2026
Enam Hari Operasi Patuh Progo 2026, Polresta Sleman Beri 690 Teguran pada Pengendara

Gol Marukawa Paksa Persija Bertekuk Lutut dari Dewa United

  • October 31, 2026
Gol Marukawa Paksa Persija Bertekuk Lutut dari Dewa United