Angklung Buat Kota Bandung Mendunia

SUARA angklung kembali menggema di Gedung De Majestic, Jalan Braga No. 1 Bandung pada Sabtu (2/8) malam dalam acara bertajuk Intimate Concert Saung Angklung Udjo.

Bukan hanya konser seni, acara ini juga menjadi panggung peluncuran buku berjudul ‘Angklung: Dari Tradisi ke Industri’, yang mengisahkan perjalanan alat musik bambu itu dari kampung-kampung Sunda menuju panggung dunia.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin menyebut, konser dan peluncuran buku ini terdapat dua sisi dari satu semangat, pelestarian dan pengembangan budaya bangsa. Transformasi angklung menjadi bagian dari industri kreatif budaya merupakan perjalanan panjang yang layak dikenang dan dirayakan.

Warisan leluhur

“Angklung bukan sekadar alat musik tradisional. Angklung adalah simbol harmoni, warisan leluhur yang memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat lintas generasi dan bahkan lintas bangsa,” ungkapnya.

Peluncuran buku ini kata Erwin, sebagai tonggak penting, karena menyajikan dokumentasi sejarah dan proses transisi angklung dari ekspresi budaya lokal menuju instrumen diplomasi internasional.
Angklung bukan hanya bunyi bambu yang digetarkan. Ia adalah suara Indonesia yang mendunia.

BACA JUGA  DKPP Kota Bandung Siapkan 184 Petugas Pemeriksa Hewan Kurban dan 2 RPH

Buku “Angklung: Dari Tradisi ke Industri” merupakan hasil kolaborasi antara seniman, budayawan, akademisi, dan keluarga besar Saung Angklung Udjo. Isinya tak hanya mencatat sejarah perkembangan angklung, tetapi juga merekam bagaimana alat musik ini menjadi sarana edukasi, ekspresi kreatif, dan bahkan kekuatan ekonomi.

Warisan budaya takbenda

Menurut Erwin, buku ini adalah bagian dari tanggung jawab bersama setelah UNESCO menetapkan angklung sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia sejak 2010. Pengakuan itu bukan akhir, tapi awal dari tugas elemen anak bangsa untuk terus merawat, menginspirasi dan mengedukasi generasi berikutnya.

Pada kesempatan itu, Erwin juga memberikan apresiasi kepada Saung Angklung Udjo, yang disebutnya sebagai institusi budaya yang tak tergantikan. Selama puluhan tahun, Saung Udjo menjadi rumah bagi pelestarian budaya, pendidikan seni, dan laboratorium inovasi angklung.

BACA JUGA  Bandung Jalin Kerja Sama Sister City dengan Melbourne

“Bandung sebagai kota kreatif sangat beruntung memiliki institusi seperti Saung Angklung Udjo. Di sinilah kolaborasi antara tradisi dan inovasi menemukan tempatnya. Di sinilah generasi muda diajak untuk tidak melupakan akar budayanya sambil menatap masa depan,” tambahnya.

Klasik dan kontemporer

Konser intim yang digelar dalam acara tersebut menampilkan komposisi klasik dan kontemporer dengan sentuhan angklung modern. Beberapa lagu daerah hingga aransemen global dibawakan dalam harmoni bambu yang menghipnotis para tamu undangan.

Erwin menyatakan, budaya bukan sesuatu yang statis, melainkan terus bergerak bersama zaman. Untuk itu, ia mengajak semua pihak untuk melihat budaya sebagai kekuatan bangsa yang mampu menjawab tantangan masa depan, baik di bidang ekonomi, pendidikan, maupun diplomasi.

“Mari kita terus menjaga semangat angklung tetap hidup. Bukan sekadar dikenang, tapi digemakan. Bukan hanya diwariskan, tapi diperjuangkan,” tandasnya.

Sejak dini

Sementara itu, Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa mengatakan, pelestarian budaya harus dimulai sejak dini. Anak-anak usia sekolah perlu dikenalkan pada nilai-nilai budaya, termasuk pengalaman langsung bermain angklung. Ia percaya, memori masa kecil terhadap budaya akan terekam hingga dewasa dan membentuk kesetiaan terhadap warisan nenek moyang.

BACA JUGA  The Greater Hub SBM ITB Menarik Minat 21 Investor Dalam dan Luar Negeri

“Bermain angklung itu kuncinya patuh pada aturan. Begitu pun dalam kehidupan bernegara, kalau semua patuh pada regulasi, maka semuanya akan tertib,” imbuhnya.

Buky juga menyoroti perkembangan angklung dari akar tradisi, menjadi alat pendidikan, hingga berperan sebagai alat diplomasi budaya. Semua ini menunjukkan bahwa musik tradisional adalah fondasi penting bagi kemajuan musik Indonesia.

“Kalau musik Indonesia mau maju, maka bahan bakunya adalah musik tradisi. Dari sinilah bisa lahir karya-karya luar biasa,” sambungnya. (Rava/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Wagub Erwan Minta Generasi Muda Turut Lestarikan Budaya Sunda

PESATNYA perkembangan teknologi tidak boleh membuat generasi muda kehilangan jati diri budaya daerah. Bahasa, seni, dan adat Sunda tetap harus dirawat serta menjadi bagian penting dalam kehidupan generasi muda Provinsi…

Rayakan Dies Natalis ke-61, FIB Undip Gelar Orasi Budaya dan Pameran Tosan Aji

FAKULTAS  Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip) merayakan Dies Natalis ke-61 melalui orasi budaya oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan pameran Tosan Aji di Art Center Undip, Selasa (13/10/2026).…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polda Jateng Utamakan Edukasi dalam Operasi Patuh Candi 2026

  • October 28, 2026
Polda Jateng Utamakan Edukasi dalam Operasi Patuh Candi 2026

Turnamen Mini Soccer Cendrawasih Karsa Media Cup 2026, Perkuat Tradisi Kompetisi Antarmedia

  • October 27, 2026
Turnamen Mini Soccer Cendrawasih Karsa Media Cup 2026, Perkuat Tradisi Kompetisi Antarmedia

Sri Sultan Persilakan Demo Asal tidak Merusak

  • October 27, 2026
Sri Sultan Persilakan Demo Asal tidak Merusak

The Longest Wait, Film Kisah di Balik Perjalanan Timnas Indonesia Resmi Tayang

  • October 27, 2026
The Longest Wait, Film Kisah di Balik Perjalanan Timnas Indonesia Resmi Tayang

OJK Perketat Pengawasan Pasar Modal

  • October 27, 2026
OJK Perketat Pengawasan Pasar Modal

Polda Jateng Ajak Masyarakat Jaga Persatuan meski Berbeda Pandangan

  • October 27, 2026
Polda Jateng Ajak Masyarakat Jaga Persatuan meski Berbeda Pandangan