Sinyal Empat Jari Kode Minta Tolong Korban KDRT

KASUS kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terus meningkat setiap harinya. Korban KDRT tidak bisa menolong dirinya sendiri. Korban yang trauma dengan kekerasan yang dialami membutuhkan pertolongan orang di luar rumah.

Seperti dilakukan oleh selebgram Nabila yang menyebarkan video kekerasan yang dilakukan oleh suaminya. Video itu viral sampai sekarang.

Dia pun sebelumnya telah memberikan kode kepada para pengikutnya di Instagram bahwa kondisinya tidak baik-baik saja.

Salah satunya adalah kode empat jari. Apa itu kode empat jari? Kode ini mulai diluncurkan berupa isyarat tangan butuh bantuan. Kode ini diluncurkan saat awal pandemi Covid-19.

Kasus KDRT meningkat seiring dengan banyaknya orang terjebak di rumah karena wabah virus corona.

BACA JUGA  Hukuman Percobaan Pelaku KDRT Oknum TNI AL Dinilai Janggal

Isyarat empat jari dirilis dan diciptakan oleh Women’s Funding Network dan Canadian Women’s Foundation.

Kode empat jari tanpa suara ini memberikan arti untuk memberi tahu keluarga, teman atau kolega bahwa seseorang membutuhkan bantuan.

Caranya angkat telapak tangan, selipkan ibu jari dan katupkan empat jari lainnya. Isyarat yang disebut dengan The Signal for Help diluncurkan 14 April 2020 melalui platform TikTok.

Awal penyebarannya di Amerika Serikat dan Kanada, kemudian meluas karena meningkatnya kasus KDRT selama pandemi.

Sinyal minta pertolongan ini kemudian menjadi sinyal global. Para korban KDRT memanfaatkan sinyal itu untuk meminta pertolongan.

Tidak sedikit pelaku KDRT tertangkap setelah korban melaporkan melalui medsos dengan menunjukkan sinyal empat jari.

BACA JUGA  Status Tasikmalaya sebagai Kota Layak Anak Dikritik

Kekuatan Sinyal Empat Jari

CEO Women’s Funding Network Elizabeth Barajas-Roman mengatakan, The Signal for  Help sebuah isyarat penting karena bersifat non-verbal dan memiliki kekuatan terlepas dari bahasa dan budaya.

” Kendati demikian, perempuan membutuhkan lebih dari sekadar isyarat untuk lepas dari kekerasan pasangan,” ujarnya.

Menurutnya perlu dukungan kuat agar perempuan dan anak perempuan terbebas dari KDRT.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melalui Layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) menangani kasus KDRT terhadap perempuan dan anak.

Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan, Ratna Susianawati meminta para korban untuk berani melaporkan kasus kekerasan yang dialaminya tanpa takut terstigma oleh masyarakat.

“Masyarakat juga dapat melapor melalui hotline Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 atau Whatsapp 08111-129-129,” kata Ratna dalam keterangan tertulis. (*/S-01)

BACA JUGA  Aktor Lee Ji Hoon Dilaporkan Istri ke Polisi Dugaan KDRT

Siswantini Suryandari

Related Posts

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan perkembangan terbaru terkait penanganan kasus gangguan dan pembubaran paksa kegiatan ibadah jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) di Sewon, Bantul, yang terjadi pada Minggu (24/5/2026) lalu.…

Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mengungkapkan hasil pengamatan selama sepekan pada 7-13 Agustus, terjadi 1.205 gempa dan 98 kali awan panas guguran. Kepala BPPTKG Yogyakarta Agus…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

  • August 15, 2026
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

  • August 15, 2026
Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara

  • August 15, 2026
Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara

Dua Orang Meninggal dalam Gempa di NTT

  • August 15, 2026
Dua Orang Meninggal dalam Gempa di NTT

Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

  • August 14, 2026
Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

Bantu Kelola Sampah, Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Ember Tumpuk dan Mini Garden

  • August 14, 2026
Bantu Kelola Sampah, Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Ember Tumpuk dan Mini Garden