
REKTOR Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Prof. Al Makin, mengajak para wisudawan untuk sejenak menjauh gadget agar bisa merasakan kemewahan hidup.
Hal itu disampaikan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di hadapan 444 wisudawan perguruan tinggi setempat. Wisuda ini merupakan wisuda hari kedua dalam rangkaian wisuda Periode IV tahun akademik 2023/2024.
“Jangan hanya melihat dari Tiktok, Instagram, atau Youtube yang penuh dengan informasi, berita dan update, bukan ilmu mpengetahuan. Supaya semakin bijak dan ringan untuk berbuat kebaikan,” kata Rektor.
Prof. Al Makin kemudian menekankan pentingnya refleksi diri mengenai kebahagiaan yang dirasakan hari ini, merujuk pada buku karya Aristoteles, “Ethika Nichomachus”, yang ditulis sekitar 2400 tahun lalu.
Menurutnya, membaca buku klasik seperti ini, katanya, akan membantu dalam memahami banyak hal secara mendalam, bukan hanya menghakimi. Al Makin menyampaikan buku karya Aristoteles yang hidup sekitar 1000 tahun sebelum Nabi Muhammad SAW, 400 tahun sebelum nabi Isa a.s. dan sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa sangat layak untuk dibaca dan didalami.
Karya Aristoteles lainnya adalah berjudul “Politics” yang isinya tidak sebagaimana politik yang dipahami hari ini, melainkan terkait sebuah kota yang diatur oleh warga negara. Buku lainnya adalah “Poetika” atau “Poetics” yang membahas membahas berbagai aspek seni puisi, termasuk struktur, jenis-jenis puisi, dan elemen-elemen penting dalam pembuatan karya puisi.
Ia menyoroti bab 6 dalam “Ethika Nichomachus” yang membahas pentingnya kontrol diri dan pengendalian emosi sebagai upaya menjadi orang baik.
“Dalam hidup ini kita hanya memiliki 2 pilihan, mengendalikan emosi atau dikendalikan emosi,” katanya.
Dengan demikian, lanjutnya ketika melakukan kebaikan tidak sepatutnya mengharapkan pujian dan berbesar hati, begitu juga ketika dikritik tidak berkecil hati. Untuk itu, menurutnya membaca Filsafat menjadi penting supaya dapat berpikir kritis dan jernih sehingga melahirkan sikap bijaksana dan dapat mengontrol diri.
Kendalikan diri
Al Makin menambahkan bahwa seseorang yang mampu mengendalikan diri akan mampu mengatasi emosi, kemarahan, kesedihan, dan godaan kemewahan. Ia juga menekankan pentingnya mendengarkan kata hati, karena sepanjang hidup seseorang akan selalu bersama dirinya sendiri.
Kegagalan dalam pengendalian diri dapat menyebabkan banyak kerugian, seperti kehilangan pekerjaan, gagal dalam wawancara, kehilangan klien, dan kesempatan untuk sukses dalam berbagai bidang.
Rektor kemudian juga menyorot karya Al Ghozali dalam berbagai macam risalah yang berkali-kali menggarisbawahi makna nafs, jiwa, nafsu kemenangan, keserakahan, kebencian, menjatuhkan, semua harus dikendalikan oleh manusia jika ingin menjadi sosok pemimpin yang mampu memimpin diri sendiri.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Al Makin pada kesempatan itu mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan orangtua wali serta memperkenalkan satu per satu anggota senat yang hadir dengan tanpa penyebutan gelar.
Menurut Al Makin, para akademisi tidak akan keberatan dengan penanggalan gelar tersebut dalam kehidupan sehari-hari, karena lebih penting dari itu adalah menjadi manusia yang baik. (AGT/N-01)







