Pemkot Bandung Akan Deklarasikan Bandung Zero Bullying

PEMERINTAH Kota Bandung Jawa Barat melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung, akan mendeklarasikan Bandung menuju Zero bullying pada 30 Juli 2024.

Deklarasi ini untuk mengedukasi seluruh komunitas dan satuan pendidikan untuk berkomitmen agar tidak ada bullying di lingkungan mereka.

Kepala DP3A Kota Bandung Uum Sumiati mengatakan Pemkot Bandung telah memiliki program Sekolah dan Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak (Senandung Perdana).

Terdapat dua strategi di dalam program tersebut yakni strategi pencegahan dan strategi pelayanan.

“Strategi pencegahan memang kita lakukan baik ke masyarakat maupun ke lingkungan satuan pendidikan. Untuk ke masyarakat, baru ada 10 kelurahan yang dalam catatan kami.  Ada beberapa kasus yang muncul terkait kekerasan, baik terhadap perempuan maupun anak,” kata Uum, Senin (22/7)

BACA JUGA  Jelang Lebaran Harga Kebutuhan Pokok di Bandung Stabil

Sementara untuk satuan Pendidikan lanjut Uum, tahun ini ada 30 SMP Negeri yang bakal didatangi dalam upaya edukasi terkait bullying.

Diakuinya, jumlah SMP di Kota Bandung cukup banyak. Sehingga pihaknya belum bisa sekaligus memberikan edukasi, kepada sekolah-sekolah SMP Negeri di Kota Bandung.

“Alhamdulillah kita bisa berkolaborasi dengan beberapa organisasi masyarakat, kita menjadi nara sumbernya untuk menyentuh sekolah-sekolah yang belum tersentuh oleh kami untuk diedukasi,” ujar Uum.

“Jadi di dalamnya, untuk masyarakat juga ada berbagai materi tidak hanya terkait pencegahan kekerasan, tapi juga pencegahan perkawinan anak,” lanjutnya.

Pihaknya juga berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung, untuk mengedukasi siswa di sekolah-sekolah terkait pencegahan terhadap anak untuk memakai narkoba.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Berharap Pergantian Kepala Kantor Imigrasi Bawa Semangat Baru

Berani Lapor Bullying

Ada program lain yang juga digenjot, yakni program pelopor dan pelapor (2P). Anak-anak juga harus menjadi pelopor untuk tidak melakukan kekerasan baik di lingkungan sekolah, teman bermain, dan keluarga. Termasuk berani melapor bila terjadi kekerasan.

“Efek dari pelaporan itu adalah tercatat. Karena saat ini banyak kasusyang sudah lama, tapi baru berani lapornya saat ini. Sehingga dengan adanya program 2P, kasus kekerasan semakin berkurang atau bahkan tidak ada. Kalau pun terjadi kasus kekerasan, korbannya berani melapor sehingga bisa ditangani langsung,” imbuhnya.

Menurut Uum, sebetulnya secara umum, secara keseluruhan (kasus kekerasan), baik terhadap perempuan maupun anak pada 2023 mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Petakan Wilayah Utara dan Timur Rawan Longsor 

Tadinya sempat di angka 465, sekarang turun 430. Sebetulnya perkawinan anak juga turun, tren tiga terakhir juga turun. (Rava/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Keberangkatan 3 Calon Haji Nonprosedural

KANTOR Imigrasi Yogyakarta di Bandara Internasional Yogyakarta atau YIA (Yogyakarta International Airport) menggagalkan keberangkatan tiga orang yang diduga akan akan berangkat haji tanpa melalui prosedur resmi atau nonprosedural. Ketiga orang…

Wamen Haji: Jemaah Dibebaskan Pilih Lokasi Potong Dam

WAKIL Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan pemerintah memberikan ruang bagi jemaah haji untuk mengikuti keyakinan fikih masing-masing terkait lokasi pemotongan hewan dam (denda haji). Pernyataan itu disampaikannya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Digunduli Persebaya 0-7, Semen Padang Semakin Terbenam

  • May 15, 2026
Digunduli Persebaya 0-7, Semen Padang Semakin Terbenam

Himpitan Ekonomi dan Sengketa Hak Asuh Anak, WN India Bundir di Kantor Imigrasi Surabaya

  • May 15, 2026
Himpitan Ekonomi dan Sengketa Hak Asuh Anak, WN India Bundir di Kantor Imigrasi Surabaya

Tim UNY Olah Buah Maja Berenuk Jadi Produk Herbal

  • May 15, 2026
Tim UNY Olah Buah Maja Berenuk Jadi Produk Herbal

Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Keberangkatan 3 Calon Haji Nonprosedural

  • May 15, 2026
Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Keberangkatan 3 Calon Haji Nonprosedural

Wamen Haji: Jemaah Dibebaskan Pilih Lokasi Potong Dam

  • May 15, 2026
Wamen Haji: Jemaah Dibebaskan Pilih Lokasi Potong Dam

Personel Satsamapta Polres Cianjur Bantu Perempuan yang Hendak Melahirkan

  • May 15, 2026
Personel Satsamapta Polres Cianjur Bantu Perempuan yang Hendak Melahirkan