Komersialisasi Paten UGM Tertinggi di Indonesia

KOMERSIALISASI paten Universitas Gadjah Mada menempati posisi tertinggi di antara perguruan tinggi di Indonesia dengan jumlah 35 paten dengan nilai royalti sebesar Rp15 miliar.

Di urutan berikutnya Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan 32 paten dengan nilai royalti Rp12,4 miliar dan Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan 30 paten dengan nilai royalti Rp10,8 miliar.

Capaian tersebut disampaikan oleh Direktur Paten Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Dr. Andreansjah, S.T., S.H., M.M., selaku keynote speaker dalam acara UGM IP Forum 2026 yang berlangsung di Ruang Multimedia Lantai 3, Gedung Pusat UGM, Kamis (1/10).

Dalam forum yang mempertemukan regulator, akademisi, dan praktisi industri ini, Andreansjah mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan indikator berkembangnya pengelolaan kekayaan intelektual di UGM.

Beri nilai ekonomi

Selaras dengan tema “Bridging IP Protection to Market Integration”, ia menilai bahwa keberadaan paten tidak seharusnya berhenti pada perolehan sertifikat, tetapi mesti dilanjutkan dengan pemanfaatan agar dapat memberikan nilai ekonomi.

“Yang terpenting di sini bukan lagi soal apakah inovasi kita sudah dipatenkan, tapi bagaimana setelah dipatenkan kemudian bisa dimanfaatkan,” ungkapnya.

BACA JUGA  Cegah Stunting, UGM dan BRIN Kembangkan Pangan Lokal

Ia mengibaratkan sertifikat paten seperti sertifikat tanah yang tidak akan memberikan hasil optimal atau nilai manfaat jika hanya disimpan. Baginya, paten mesti dimanfaatkan melalui pengembangan usaha, lisensi, maupun bentuk komersialisasi lainnya demi menghasilkan nilai guna atau manfaat bagi inventor dan masyarakat.

“Paten yang ada, ya itu harus menjadi nilai ekonomi,” sambungnya.

Pemanfaatan paten

Menanggapi efektivitas pemanfaatan paten di lingkup perguruan tinggi,  Andreansjah menyebut bahwa UGM memiliki modal yang cukup kuat untuk mengembangkan komersialisasi paten melalui ekosistem pengelolaan kekayaan intelektual yang telah dibangun.

Keberadaan Intellectual Property Management Office (IPMO), dikatakan olehnya, merupakan salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem pemanfaatan paten, mulai dari proses kreasi, perlindungan, hingga utilisasi kekayaan intelektual.

Pada kesempatan itu Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Danang Sri Hadmoko,  menegaskan bahwa diperolehnya sertifikat paten bukanlah akhir dari proses inovasi.

BACA JUGA  Fakultas Peternakan UGM Sosialisasikan Produk Para Akademisi

Danang berpendapat bahwa patent granted justru menjadi awal dari pekerjaan besar untuk membawa hasil riset menuju hilirisasi dan pasar.

Proses hilirisasi riset

Hal tersebut sejalan dengan tujuan kegiatan UGM IP Forum 2026, yakni untuk mengakselerasi proses hilirisasi riset UGM dengan mentransformasikan perlindungan paten menuju integrasi pasar.

“Sebisa mungkin bagaimana paten ini bisa kita manfaatkan untuk melakukan hilirisasi dan bagaimana produk yang Bapak-Ibu bangun itu bisa masuk ke market secara luas,” jelasnya.

Lebih lanjut, Danang mengingatkan bahwa penguatan perlindungan kekayaan intelektual juga harus dilakukan sedari awal proses penelitian. Ia menyoroti masih adanya peneliti yang telah menghasilkan produk, menemukan mitra, bahkan menjalin kerja sama, tetapi belum mengurus perlindungan patennya.

Bangun kolaborasi

Senada dengan hal tersebut, Ketua Intellectual Property Management Office (IPMO) UGM, Prof. Ir. Sang Kompiang Wirawan menyampaikan bahwa UGM senantiasa membangun kolaborasi dalam pengembangan kekayaan intelektual.

Pada 2026, IPMO mencatat capaian paten yang melibatkan inventor dari berbagai fakultas dan klaster keilmuan di UGM.

BACA JUGA  Game Pinkan Memudahkan Anak ADHD Fokus Belajar

Dalam paparannya, Fakultas Teknik dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) masih menjadi yang teratas sebagai penyumbang paten.

Bersama IPMO UGM, ia menuturkan bahwa pengelolaan kekayaan intelektual di UGM tidak hanya berfokus pada perlindungan paten, tapi juga diarahkan untuk mendukung proses hilirisasi.

Penguatan fungsi IPMO

Hal tersebut, kata Kompiang, dilakukan melalui penguatan fungsi IPMO yang mencakup regulasi, fasilitasi, hukum, kurasi, edukasi, dan data.

Di akhir, Kompiang menambahkan bahwa penguatan ekosistem tersebut diharapkan dapat mempertemukan hasil invensi dari sivitas akademika dengan kebutuhan dunia usaha.

Dengan demikian, paten tidak berhenti sebagai dokumen perlindungan, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi inovasi yang dimanfaatkan masyarakat dan memberikan nilai ekonomi.

“Semangat kita bersama untuk kita terus berkarya. Kita lanjutkan bahwa invensi itu bisa kita hilirisasi,” tutupnya. (AGT/D-01)

Dyah Soekasto

Related Posts

Awal Musim Penghujan di DIY Diprediksi pada Dasarian III November

KEPALA Stsiun Klimatologi Yogyakarta Mamenun, mengungkapkan awal musim hujan 2026/2027 diprediksi terjadi pada dasarian III November 2026 sebanyak 2 ZOM (25%), dasarian Desember I 2026 sebanyak 3 ZOM (37.5%), dan…

KAI Logistik Sabet 4 Penghargaan di Ajang Anugerah Humas Indonesia 2026

KAI Logistik (Kalog) kembali mencatatkan prestasi dengan meraih empat penghargaan dalam ajang The 8th Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2026. Penghargaan tersebut diterima oleh Manager of Public Relations Kalog, Adjeng Putri…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bezzecchi Pimpin Dominasi Aprilia di Sirkuit Mandalika

  • October 12, 2026
Bezzecchi  Pimpin Dominasi Aprilia di Sirkuit Mandalika

Gunduli Singapura, Indonesia Segel Tket ke Piala Asia Putri U-17

  • October 12, 2026
Gunduli Singapura, Indonesia Segel Tket ke Piala Asia Putri U-17

Borneo Terjungkal di Tangan Java United, PSS Gasak PSM

  • October 12, 2026
Borneo Terjungkal di Tangan Java United, PSS Gasak PSM

Bantu Kembangkan Sepak Bola Indonesia, Sergio Van Dijk dkk dirikan Neo Gen Academy

  • October 11, 2026
Bantu Kembangkan Sepak Bola Indonesia, Sergio Van Dijk dkk dirikan Neo Gen Academy

Persib Bangkit, Paksa Dewa United Berbagi Poin

  • October 11, 2026
Persib Bangkit, Paksa Dewa United Berbagi Poin

Awal Musim Penghujan di DIY Diprediksi pada Dasarian III November

  • October 11, 2026
Awal Musim Penghujan di DIY Diprediksi pada Dasarian III November