UGM Bantu 48 Mahasiswa NTT Terdampak Bencana

UNIVERSITAS Gadjah Mada Yogyakarta menyalurkan bantuan bagi 48 mahasiswa mereka yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa.

Bantuan ini dimaksudkan agar mereka tetap dapat melanjutkan dan menyelesaikan pendidikan dengan baik di kampus UGM.

Mahasiswa terdampak bencana ini berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari jenjang program sarjana (S1) sebanyak 6 orang, magister (S2) 33 mahasiswa dan 7 mahasiswa jenjang doktor (S3).

Sebelumnya, para mahasiswa terdampak dilakukan melalui proses verifikasi dan validasi. Bantuan yang diberikan meliputi Uang Kuliah Tunggal (UKT) Semester Gasal 2026/2027, uang saku sebesar Rp500.000 per orang selama tiga bulan pada Agustus, September, dan Oktober 2026, serta kupon makan siang gratis untuk periode Agustus–September.

Bencana bukan halangan

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sujito, menyampaikan bahwa kondisi bencana tidak semestinya menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan.

BACA JUGA  Dekan Fakultas Peternakan UGM Dapat Sertifikat APEC

Menurutnya, UGM berkomitmen untuk hadir bersama mahasiswa, khususnya mereka yang menghadapi situasi sulit akibat bencana.

“Saya prihatin atas situasi ini. Tapi, saya juga berharap upaya saudara-saudara untuk bangkit lebih besar,” ujar Arie di Gedung Pusat UGM.

Dikatakan dukungan yang diberikan kepada mahasiswa terdampak merupakan bentuk kepedulian UGM sekaligus upaya untuk meringankan beban mahasiswa dan keluarga.

Beri pendampingan

Selain bantuan dana, UGM juga terus mendorong penguatan pendampingan melalui koordinasi dengan fakultas atau sekolah serta layanan kemahasiswaan.

Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan mahasiswa tetap memperoleh dukungan akademik dan kemahasiswaan selama menghadapi situasi pascabencana.

Kehadiran universitas diharapkan dapat membantu mahasiswa mempertahankan keberlanjutan pendidikan sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk kembali menjalani aktivitas akademik secara optimal.

Bagi mahasiswa penerima bantuan, dukungan dari UGM tidak hanya memiliki arti secara material, tetapi juga menjadi bentuk perhatian dan solidaritas dari keluarga besar UGM.

BACA JUGA  150 Peserta dari 6 Provinsi Ikuti Soedirman Open Chess Tournament 2024

Jadi motivasi

Imelda, perwakilan mahasiswa terdampak dari FISIPOL angkatan 2026, menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang diberikan UGM kepada mahasiswa yang sedang menghadapi kesulitan.

“Saya merasa bahwa UGM bukan hanya tempat kami belajar, UGM juga hadir ketika mahasiswanya sedang menghadapi kesulitan,” ungkap Imelda, salah satu mahasiswa asal NTT.

Ia menyampaikan bantuan tersebut menjadi motivasi bagi mahasiswa terdampak untuk terus belajar dan menyelesaikan pendidikan dengan sebaik-baiknya.

Dukungan yang diberikan juga diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk terus berprestasi dan kelak memberikan kontribusi kepada masyarakat, khususnya bagi daerah asal mereka di Flores dan Indonesia.

“Bantuan ini bagi kami bukan sekadar bantuan materi, tetapi merupakan bentuk kepedulian, kekuatan, dan harapan kami untuk terus melanjutkan,” tuturnya.

BACA JUGA  Ujian Masuk UGM CBT 2024 Dilaksanakan di 7 Kota

Bentuk kepedulian bersama

Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, mengatakan penyerahan bantuan ini sebagai bentuk kepedulian bersama dalam mendukung kelanjutan mahasiswa yang terdampak bencana.

Melalui bantuan dan pendampingan yang diberikan, UGM berupaya memastikan mahasiswa tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan meskipun menghadapi kondisi sulit akibat bencana.

“Mari kita berkomitmen untuk mewujudkan UGM yang inklusif, peduli, dan berkelanjutan,” ujar Hempri.

Melalui penyerahan bantuan dan pendampingan tersebut, UGM berupaya memastikan mahasiswa terdampak bencana tetap memperoleh dukungan selama menjalani proses pendidikan.

Semangat gotong royong, kepedulian, dan solidaritas diharapkan dapat membantu mahasiswa dan keluarganya menghadapi dampak bencana serta melanjutkan pendidikan mereka. (AGT/M-01)

Related Posts

Komersialisasi Paten UGM Tertinggi di Indonesia

KOMERSIALISASI paten Universitas Gadjah Mada menempati posisi tertinggi di antara perguruan tinggi di Indonesia dengan jumlah 35 paten dengan nilai royalti sebesar Rp15 miliar. Di urutan berikutnya Institut Teknologi Bandung…

Tekan Angka Putus Sekolah, Disdik Sosialisasikan Program PJS

DINAS Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat menyosialisasikan terobosan pendidikan terbaru bernama Program Jabar Sakola (PJS). Program ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan masyarakat dan menekan angka putus sekolah di Jabar…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bawaslu DIY Catat 2,9 Juta Pemilih saat Pemutakhiran Data

  • October 3, 2026
Bawaslu DIY Catat 2,9 Juta Pemilih saat Pemutakhiran Data

Sambut Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP3 Pematangsiantar Pastikan Keandalan Listrik

  • October 3, 2026
Sambut  Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP3 Pematangsiantar Pastikan Keandalan Listrik

Timnas Putri U-17 Indonesia Berlaga di Singapura, Sasar Juara Grup B Kualifikasi Piala Asia U-17

  • October 3, 2026
Timnas Putri U-17 Indonesia Berlaga di Singapura, Sasar Juara Grup B Kualifikasi Piala Asia U-17

Komersialisasi Paten UGM Tertinggi di Indonesia

  • October 3, 2026
Komersialisasi Paten UGM Tertinggi di Indonesia

KAI Logistik Berkomitmen Perkuat Ekosistem Logistik Energi Nasional

  • October 3, 2026
KAI Logistik Berkomitmen Perkuat Ekosistem Logistik Energi Nasional

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Laris Manis, Penjualan Sudah Tembus Angka 55 Ribu

  • October 3, 2026
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Laris Manis, Penjualan Sudah Tembus Angka 55 Ribu