Dua Kubah Lava Gunung Merapi Alami Perubahan Volume

DUA KUBAH lava di puncak Gunung Merapi mengalami perubahan volume. Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencaraan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Agus Budi Santosa mengatakan, dalam catatan pengamatan selama sepekan pada Jumat (28/8) hingga Kamis (3/9) disebutkan petugas pelakukan pemantauan kedua kubah lava dengan drone pada 29 Agustus lalu.

“Berdasarkananalisis foto udara, volume Kubah Barat Daya bertambah sekitar 94.400 meter kubik menjadi 4.163.300 meter kubik, sedangkan Kubah Tengah berkurang sekitar 800 meter kubik menjadi sebesar 2.369.600 meter kubik,” kata Agus.

Hasil analisis foto termal, menunjukkan menunjukkan suhu Kubah Barat Daya dan Kubah Tengah terukur 243 derajat Celsius yang berarti relatif tetap dari pengukuran sebelumnya.

BACA JUGA  BPPTKG Catat 1.087 Gempa di Puncak Merapi Selama Sepekan

Lebih rendah

Sedangkan kegempaan, ujarnya, pada periode pengamatan ini tercatat terjadinya dua kali 2 kali gempa Awan Panas Guguran (APG), 11 gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 478 gempa Fase Banyak (MP), 590 gempa guguran (RF), dan 9 gempa Tektonik (TT) terekam oleh jaringan seismik yang terpasang di Gunung Merapi dan sekitarnya.

Intensitas kegempaan pada periode pengamatan ini, ujarnya lebih rendah dibandingkan dengan intensitas kegempaan pada minggu sebelumnya.

Ia menambahkan pada minggu ini tidak terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dan tidak dilaporkan adanya penambahan aliran dan lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

Awan panas guguran

Agus menambahkan dalam periode pengamatan juga diketahui terjadi dua kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter dari puncak ke arah hulu Kali Sat/Putih.

BACA JUGA  Frekuensi Gempa Menurun, Merapi Tetap Harus Diwaspadai

“Guguran lava yang dapat teramati adalah 2 kali ke arah hulu Kali Boyong sejauh maksimum 1.800 meter, 38 kali ke arah hulu Kali Krasak sejauh maksimum 2.000 meter, 4 kali ke arah hulu Kali Bebeng sejauh maksimum 1.900 meter dan 52 kali ke arah hulu Kali Sat/Putih sejauh maksimum 2.000 meter,” katanya. (Agt/M-01)

Related Posts

Awal Musim Penghujan di DIY Diprediksi pada Dasarian III November

KEPALA Stsiun Klimatologi Yogyakarta Mamenun, mengungkapkan awal musim hujan 2026/2027 diprediksi terjadi pada dasarian III November 2026 sebanyak 2 ZOM (25%), dasarian Desember I 2026 sebanyak 3 ZOM (37.5%), dan…

KAI Logistik Sabet 4 Penghargaan di Ajang Anugerah Humas Indonesia 2026

KAI Logistik (Kalog) kembali mencatatkan prestasi dengan meraih empat penghargaan dalam ajang The 8th Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2026. Penghargaan tersebut diterima oleh Manager of Public Relations Kalog, Adjeng Putri…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bezzecchi Pimpin Dominasi Aprilia di Sirkuit Mandalika

  • October 12, 2026
Bezzecchi  Pimpin Dominasi Aprilia di Sirkuit Mandalika

Gunduli Singapura, Indonesia Segel Tket ke Piala Asia Putri U-17

  • October 12, 2026
Gunduli Singapura, Indonesia Segel Tket ke Piala Asia Putri U-17

Borneo Terjungkal di Tangan Java United, PSS Gasak PSM

  • October 12, 2026
Borneo Terjungkal di Tangan Java United, PSS Gasak PSM

Bantu Kembangkan Sepak Bola Indonesia, Sergio Van Dijk dkk dirikan Neo Gen Academy

  • October 11, 2026
Bantu Kembangkan Sepak Bola Indonesia, Sergio Van Dijk dkk dirikan Neo Gen Academy

Persib Bangkit, Paksa Dewa United Berbagi Poin

  • October 11, 2026
Persib Bangkit, Paksa Dewa United Berbagi Poin

Awal Musim Penghujan di DIY Diprediksi pada Dasarian III November

  • October 11, 2026
Awal Musim Penghujan di DIY Diprediksi pada Dasarian III November