UGM Tuan Rumah Pertemuan Ribuan Peneliti di Asia

UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) terpilih menjadi tuan rumah pertemuan para peneliti dan ilmuwann se Asia. Rektor UGM Prof Ova Emilia menyebutkan bahwa Asia adalah rumah peradaban paling awal di dunia.

Budaya asli Asia merupakan sumber dari banyak praktik yang telah menjadi bagian integral masyarakat selama berabad-abad.

Hal itu diungkapkan oleh Ova Emilia saat membuka konferensi internasional Association for Asian Studies (AAS)-in-Asia yang bertajuk Global Asias: Latent Histories, Manifest Impacts yang berlangsung pada 9-11 Juli di kampus UGM.

Konferensi ini diikuti lebih dari 1.500 peneliti dari 43 negara.

Menurut Ova, Asia merupakan salah satu kawasan berkembang yang paling dinamis di dunia.

Sejarah mencatat bahwa Asia telah menjadi tempat persaingan strategis yang ketat antar negara-negara besar.

BACA JUGA  UGM Tempati Urutan ke-82 Dunia dalam THE Impact Rankings 2025

“Saat ini, persoalan kolonialisme mungkin sudah jauh tertinggal dari kita. Namun, abad kedua puluh satu telah membawa permasalahan kontemporer yang tidak pernah dibayangkan oleh nenek moyang kita,” kata Ova.

“Eksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran demi pertumbuhan ekonomi telah membahayakan bumi” sambungnya.

Rektor UGM menambahkan  keberadaan UGM berlokasi di bagian strategis Asia sangat diuntungkan karena Asia adalah rumah bagi peradaban paling awal di dunia.

Oleh karena itu, konferensi AAS di Asia memainkan peran penting dalam menghubungkan para sarjana dengan keprihatinan bersama.

Pemilihan UGM

Sementara, President of the Association for Asian Studies (AAS), Hyaeweol Choi dari University of Iowa Amerika Serikat kepada wartawan menyampaikan alasan dipilihnya UGM sebagai tuan rumah.

BACA JUGA  UGM Sebut Drone Palapa S1 Bisa untuk Beragam Kebutuhan

Alasannya Indonesia secara umum adalah lokasi yang sangat strategis untuk studi di Asia. Ditambah Yogyakarta adalah kota pendidikan menjadi tempat produksi dan distribusi ilmu pengetahuan baru.

“Bagi saya sangat masuk akal untuk menyelenggarakan konferensi di sini, di pusat komunitas intelektual yang dinamis, jadi menurut saya ini adalah pilihan yang tepat,” ujar Choi.

Sebagai Presiden AAS, Professor Choi menegaskan konferensi AAS in Asia merupakan sebuah wadah yang penting bagi para sarjana di Asia dan negara lain untuk bergabung bersama dalam berbagi pengetahuan terbaru dan mutakhir.

Selain untuk memikirkan masa depan agar dunia yang harmonis dan hidup berdampingan secara lebih berkelanjutan. (AGT/S-01

BACA JUGA  UGM Luncurkan Hijauan Pakan Unggul untuk Kambing Perah

Siswantini Suryandari

Related Posts

Cegah Karhutla, Pemprov Jabar Tutup Sementara Gunung untuk Pendakian

GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi menginstruksikan pengelola kawasan pegunungan untuk menutup sementara kawasan bagi aktivitas pendakian. Hal itu bertujuan untuk mencegah kebakaran lahan di pegunungan selama musim kemarau. “Saya khawatir…

Demi Keselamatan, Menhut Larang Sementara Pendakian di 9 Taman Nasional

SEIRING meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah di Tanah Air, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menutup sementara wisata pendakian di sembilan taman nasional yang rentan. Menurut Menhut…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Inflasi di Jabar Terkendali dan Neraca Perdagangan Surplus US$16,63 Miliar

  • September 1, 2026
Inflasi di Jabar Terkendali dan Neraca Perdagangan Surplus US$16,63 Miliar

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Code

  • September 1, 2026
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Code

Rayakan HUT ke-17, KAI Logistik Hadirkan Special Rate untuk Shipping Line

  • September 1, 2026
Rayakan HUT ke-17, KAI Logistik Hadirkan Special Rate untuk Shipping Line

Cegah Karhutla, Pemprov Jabar Tutup Sementara Gunung untuk Pendakian

  • September 1, 2026
Cegah Karhutla, Pemprov Jabar Tutup Sementara Gunung untuk Pendakian

Ingat! Obat bukan Pengganti Perubahan Gaya Hidup

  • September 1, 2026
Ingat! Obat bukan Pengganti Perubahan Gaya Hidup

49 Orang Jadi Tersangka dalam Kerusuhan Demo di DPR

  • September 1, 2026
49 Orang Jadi Tersangka dalam Kerusuhan Demo di DPR