UGM Beri Pendampingan pada Universitas Borneo Tarakan untuk Jadi PTN BLU

UNIVERSITAS Gadjah Mada mendapat penugasan dari Kementerian Dikbud Ristek untuk melakukan pendampingan kepada Universitas Borneo Tarakan (UBT) untuk menjadi  Perguruan Tinggi Negeri dengan pengelolaan Badan Layanan Umum (PTN BLU). Lewat pendampingn dari UGM itu UBT diharap bisa bertransformasi dari PTN Satker menjadi PTN BLU.

Perubahan status tersebut diharapkan UBT menjadi lebih produktif, efisien, inovatif, kreatif, dan efektif dalam penyelenggaraan kegiatan tridharma perguruan tinggi.

UBT merupakan perguruan tinggi negeri pertama yang ada di Provinsi Kalimantan Utara. Direktur Perencanaan UGM Ely Susanto, Ph.D. Sabtu (6/7) mengatakan sebagai bagian dari program pendampingan tersebut, UGM melakukan kunjungan ke UBT pada 26-27 Juni 2024 lalu.

Delegasi UGM dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi Arief Setiawan Budi Nugroho, Ph.D. dan hari pertama diawali dengan pertemuan dengan Rektor UBT Prof. Dr. Adri Patton, M.Si.

BACA JUGA  UGM Sabet Empat Penghargaan di Ajang PKM Award

“Dalam pertemuan tersebut Rektor UBT menyampaikan apresiasi atas dukungan UGM yang telah melakukan pendampingan dalam rangka transformasi UBT menjadi PN BLU,” kata Ely.

Selain melakukan pertemuan dengan jajaran Rektorat UBT, Tim UGM melakukan peninjauan lapangan di kampus UBT meliputi laboratorium, ruang kuliah, kawasan kampus, dan ruang kegiatan mahasiswa.

Selanjutnya pada hari kedua dilakukan coaching clinic yang bertujuan untuk mendiskusikan strategi pengembangan bidang Tridharma berikut ekosistem pendukungnya.

Dalam kesempatan tersebut, coaching clinic dilakukan dalam 2 sesi yaitu sesi diskusi dan brainstorming pada bidang penjaminan mutu, inovasi akademik, perencanaan dan penganggaran, keuangan, kemitraan, sistem informasi, aset, pengadaan barang dan jasa serta ditambah 2 tema khusus terkait dengan pengelolaan sumber daya dan teknologi perikanan dan pengelolaan kawasan perbatasan.

“Kegiatan coaching clinic diakhiri dengan pemaparan rumusan rencana pengembangan yang akan dilakukan oleh UBT pada tahun 2024 yang akan didampingi penyusunannya oleh UGM,” katanya.

BACA JUGA  GIPI Bantah Komersialisasi Program Pendampingan Desa Wisata

Menurut Ely, kemitraan dengan UBT telah terjalin tidak hanya pada proses pendampingan Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Negeri namun UGM juga ikut mendampingi pendirian Program Studi Sarjana Kedokteran di UBT.

“Tim FKKMK sudah mendampingi pendirian prodi S1 Kedokteran,” katanya.

Susun rencana bisnis

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama UBT,  Dr. Ir. Muhammad Djaya Bakri, S.T., M.T., mengatakan kesiapan UBT untuk beralih status menjadi BLU ditargetkan bisa selesai tahun ini.

“Kita mempersiapkan dokumen alih status, sudah menyusun rencana bisnis tata kelola dan kesiapan seluruh perangkat untuk menjadi BLU,” katanya.

Selama proses alih status tersebut, kata Djaya, pihaknya mendapat pendampingan dari UGM. Menurutnya penugasan UGM sebagai pendamping UBT menjadi PTN BLU sejalan dengan program pendampingan pembukaan prodi kedokteran.

“Tahun ini kita menerima mahasiswa baru untuk prodi kedokteran,” jelasnya.

BACA JUGA  Lonjakan Wisatawan Nataru Uji Daya Tahan Kota Yogyakarta

Djaya berharap dengan perubahan status PTN BLU diharapkan BLU akan menjadi perguruan tinggi yang maju dan berkembang di wilayah perbatasan.

”Sebagai Perguruan Tinggi  baru, UBT bertanggung jawab untuk mencerdaskan anak bangsa yang tinggal di perbatasan,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan UBT Dr. Dori Rahmawani, M.Si. Dori mengharapkan adanya perubahan status UBT menjadi PTN BLU akan mendorong kinerja kampus ini di bidang pendidikan dan riset di bidang perikanan dan kelautan.

“Sumber daya keanekaragaman sumber daya tropisnya sangat unik, kita ingin bagaimana bisa meningkatkan hasil riset perikanan dan kelautan,” katanya. (AGT/N-02)

Dimitry Ramadan

Related Posts

KSP Pastikan Sertifikasi Wajib Halal Dilaksanakan Tepat Waktu

PELAKSANA Tugas Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Popy Rufaidah memastikan bahwa implementasi Wajib Halal Oktober atau kewajiban sertifikasi halal akan dilaksanakan tepat waktu yakni mulai 18 Oktober mendatang. Sebab…

Ketika Anak-anak Penyintas Kanker Dipertemukan di Candi Borobudur

PERJALANAN melewati kanker tidak berhenti ketika pengobatan medis selesai. Bagi para penyintas kanker, fase pascapengobatan menjadi bagian penting dari perjalanan untuk membangun kepercayaan diri, berinteraksi secara sosial, mengembangkan potensi diri,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

KSP Pastikan Sertifikasi Wajib Halal Dilaksanakan Tepat Waktu

  • September 20, 2026
KSP Pastikan Sertifikasi Wajib Halal Dilaksanakan Tepat Waktu

Guru Besar FEB Unas Dukung Pergantian Menkeu

  • September 19, 2026
Guru Besar FEB Unas Dukung Pergantian Menkeu

Pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Berlangsung Meriah

  • September 19, 2026
Pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026  Berlangsung Meriah

Bekuk Java United, Persija Tempel Madura United di Puncak Klasemen

  • September 19, 2026
Bekuk Java United, Persija Tempel Madura United di Puncak Klasemen

Ketika Anak-anak Penyintas Kanker Dipertemukan di Candi Borobudur

  • September 19, 2026
Ketika Anak-anak Penyintas Kanker Dipertemukan di Candi Borobudur

OJK Terbitkan Dua POJK untuk Awasi BMKS

  • September 19, 2026
OJK Terbitkan Dua POJK untuk Awasi BMKS