Fapet UGM Dorong Pelaksanaan Kurban yang Halal, Aman, Ihsan, dan Higienis

FAKULTAS Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) terus mendorong peningkatan kualitas pelaksanaan ibadah kurban melalui edukasi kepada masyarakat terkait teknik penanganan hewan dan pengelolaan daging kurban yang halal, aman, ihsan, serta higienis.

Dosen Fapet UGM, Ir. Cuk Tri Noviandi, S.Pt., M.Anim.St., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., menjelaskan ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT melalui pelaksanaan yang benar dan penuh tanggung jawab.

Oleh karena itu, hewan kurban harus memenuhi syarat syariat dan kesehatan, mulai dari jenis ternak, umur, kondisi fisik, hingga bebas dari penyakit berisiko zoonosis.

Cuk juga menekankan aspek kesejahteraan hewan yang juga perlu menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan kurban.

Animal welfare

Ia menjelaskan pentingnya prinsip animal welfare atau 5 Freedom, yakni memastikan hewan bebas dari rasa lapar, haus, sakit, ketakutan, serta tetap dapat menampilkan perilaku alaminya.

BACA JUGA  Pemerintah Tetapkan Iduladha Jatuh pada Rabu 27 Mei

“Perlakuan yang baik terhadap hewan diyakini akan membuat proses penyembelihan lebih aman dan berkualitas,” kata Cuk, Selasa (26/5).

Dalam praktik di lapangan, panitia diingatkan untuk menjaga suasana tetap tenang saat proses penyembelihan berlangsung. Kerumunan, suara bising, dan terlalu banyak orang di area sembelih dapat membuat hewan stres dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja.

Untuk itu, hanya petugas inti yang diperbolehkan berada di area penyembelihan, sementara anak-anak dan penonton diminta berada di luar radius aman.

Persiapan sebelum penyembelihan

Sementara itu, persiapan teknis sebelum penyembelihan juga menjadi faktor penting. Hewan perlu diistirahatkan terlebih dahulu, dipuasakan sekitar 12 jam dengan tetap diberi air minum, serta ditempatkan di area transit yang nyaman.

Pisau sembelih harus tajam, bersih, dan tidak diperlihatkan kepada hewan. Panitia juga diwajibkan menyiapkan alat pelindung diri (APD), sanitasi, serta alur kerja yang jelas demi keselamatan dan higienitas proses kurban.

BACA JUGA  LDII Bali Berkomitmen Salurkan Daging Kurban untuk Seluruh Warga

“Penyembelihan harus dilakukan dengan satu gerakan efektif pada titik yang tepat di belakang jakun untuk memastikan saluran utama terpotong sempurna sesuai syariat halal,”pesannya.

Mengelola Daging Kurban agar Higienis

Selain aspek penyembelihan, perhatian besar juga diberikan pada pengelolaan daging kurban agar tetap higienis dan aman dikonsumsi.

Dosen Fapet UGM, Dr. Ir. Rio Olympias Sujarwanta, S.Pt., M.Sc., IPM., ASEAN Eng, mengimbau agar panitia kurban tidak memotong daging sambil merokok, menghindari batuk atau bersin di dekat daging, serta tidak mencuci jerohan di sungai yang berpotensi tercemar limbah dan bakteri.

“Penggunaan sarung tangan plastik juga dianjurkan guna mencegah kontaminasi mikroba pada daging kurban,”papar Rio.

Dikatakan daging dan jeroan juga harus dipisahkan pengelolaannya untuk menghindari kontaminasi silang dan bau tidak sedap. Daging tidak boleh diletakkan langsung di tanah karena dapat memicu pertumbuhan kuman dalam jumlah besar.

BACA JUGA  DPD Juleha Brebes Edukasi Pengurus Masjid Cara Penyembelihan Hewan Kurban

Hindari plastik hitam

Untuk distribusi, masyarakat dianjurkan menghindari penggunaan plastik hitam karena berpotensi mengandung bahan berbahaya, dan beralih menggunakan besek bambu atau wadah yang lebih aman serta ramah lingkungan.

Rio menambahkan untuk daging kurban dianjurkan segera dimasak atau disimpan setelah dipotong untuk menghambat pertumbuhan mikroba.

Jika masih bersih, daging sebaiknya tidak dicuci sebelum disimpan. Sebelum dimasukkan ke freezer, daging dianjurkan didinginkan terlebih dahulu di kulkas selama 12–24 jam agar tekstur tetap empuk dan kualitasnya terjaga. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Siswa SMART Ekselensia Indonesia Jadi Delegasi Nasional di Education Festival

PRESTASI membanggakan kembali diraih oleh siswa SMART Ekselensia Indonesia. Rahadyan Alif Bayanaka berhasil terpilih sebagai Delegasi Nasional dalam Education Festival Indonesia 2026 yang menghadirkan narasumber dari Kemendikti Saintek. Tidak hanya…

SMP Negeri 8 Yogyakarta Juarai Lomba Mural Nasional

KELOMPOK Srikandi SMP Negeri 8 Kota Yogyakarta dengan goresan mural berjudul  ‘Jogja Punya Gaya Santun Beretika Teguh Berbudaya’ di dinding sekolah menjadi juara 1 Lomba Mural Nasional dalam rangka Milad…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Prancis masih Terdepan dalam Perburuan Gelar

  • July 10, 2026
Prancis masih Terdepan dalam Perburuan Gelar

Tanggul Lumpur Lapindo Kembali Bocor dan Ancam Jalur Rel KA

  • July 10, 2026
Tanggul Lumpur Lapindo Kembali Bocor dan Ancam Jalur Rel KA

Komisi X DPR RI Cari Masukan RUU Sisdiknas di UPI

  • July 10, 2026
Komisi X DPR RI Cari Masukan RUU Sisdiknas di UPI

Siswa SMART Ekselensia Indonesia Jadi Delegasi Nasional di Education Festival

  • July 10, 2026
Siswa SMART Ekselensia Indonesia Jadi Delegasi Nasional di Education Festival

SMP Negeri 8 Yogyakarta Juarai Lomba Mural Nasional

  • July 10, 2026
SMP Negeri 8 Yogyakarta Juarai Lomba Mural Nasional

Bupati Sidoarjo Serahkan 4 Ribu Beasiswa Pendidikan

  • July 10, 2026
Bupati Sidoarjo Serahkan 4 Ribu Beasiswa Pendidikan