Atasi Penyakit Embun Tepung pada Melon dengan UVB, Putri Lulus S2 UGM dengan IPK 4.00

PENYAKIT embun tepung (powdery mildew) pada melon merupakan salah satu persoalan yang sering dihadapi petani saat panen.

Penyakit yang disebabkan jamur Podosphaera xanthii itu mudah menyebar dan sulit dikendalikan di lapangan, sementara penggunaan pestisida secara terus-menerus berpotensi mencemari lingkungan serta berdampak pada kesehatan.

Prihatin dengan  permasalahan yang dihadapi para petani melon tersebut, mahasiswa Program Studi Magister Fitopatologi, Fakultas Pertanian UGM, Putri Nabila Naziroh, melakukan riset pengendalian penyakit embun tepung pada tanaman melon melalui pendekatan yang lebih ramah lingkungan.

Ia mengeksplorasi pemanfaatan sinar ultraviolet B (UVB), sebagai alternatif pengendalian penyakit.

“Alasan saya memilih topik ini karena sangat menarik untuk dibahas. Kemudian, UVB sendiri berasal dari cahaya yang sebenarnya sudah kita dapatkan secara alami dari matahari,” ujar Putri Nabila, Selasa (5/5).

BACA JUGA  Rayakan Dies Natalis, Fakultas Filsafat UGM Gelar Wayang

Tergolong baru

Menurut dia,  penelitian yang dilakukan kerap diwarnai kegagalan, terutama pada kendala teknis. Putri mengatakan  metode yang diteliti masih tergolong baru dan belum pernah dikuasai sebelumnya.

Meskipun begitu, dukungan dari dosen pembimbing dan lingkungan pertemanan yang suportif menjadi motivasinya untuk dapat bertahan hingga mampu menyelesai riset di masa akhir studi.

“Saya percaya kalau setiap ada kesulitan, pasti ada kemudahan. Kemudahan bisa datang dari orang-orang di sekitar kita yang terus mendukung pada setiap masa sulit,” jelasnya.

Tidak berjalan mudah

Meski masih dalam penelitian awal, riset penulisan tesis yang dilakukannya mengantar Putri menyelesaikan studi S2 dengan meraih IPK tertinggi 4.00 pada wisuda program pascasarjana pada 22-23 april lalu di Grha Sabha Pramana.

BACA JUGA  Berbagi Pengetahuan, Tim Guru Besar UGM Berkunjung ke Papua dan Papua Selatan

Padahal rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)  1.388 lulusan Program Magister Program Magister (S2) periode ini mencapai 3,75.

Putri mengaku proses yang dilalui tidak selalu berjalan dengan mudah. Menurutnya, pengalaman menempuh studi juga membentuk cara pandang baru terhadap tanggung jawab akademik.

Perjuangannya mulai dari mempelajari metode penelitian hingga bolak-balik kampus, ke luar kota demi menyelesaikan hasil penelitiannya.

Menurutnya, momen tersebut menjadi pengingat bahwa setiap pilihan harus diperjuangkan hingga tuntas. “Segala sesuatu yang sudah kita mulai harus kita usahakan sampai selesai,” ujarnya.

Ipk tertinggi bukan tujuan utama

Ia menekankan bahwa pencapaiannya lewat raihan IPK tertinggi bukanlah tujuan utama, karena sebenarnya ia hanya ingin tahu bagaimana ilmu yang diperoleh dapat dimanfaatkan dalam kehidupan.

BACA JUGA  Prodi Antropologi, Arkeologi dan Sastra Inggris FIB UGM Peringkat 1 Nasional

Ia mengatakan bahwa proses belajar justru menjadi bagian yang paling berharga untuk dikenang di kemudian hari.

“Yang terpenting bukan sekedar IPK, tapi bagaimana ilmu yang kita dapatkan bisa bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan sekitar,” katanya.

Putri turut membagikan pesan bagi mahasiswa yang tengah berjuang menyelesaikan studi agar tetap konsisten dan menikmati proses yang dijalani.

Ia yakin bahwa setiap usaha, sekecil apa pun, akan membawa hasil yang memuaskan di akhir. “Segala sesuatu yang kita mulai pasti akan selesai, jadi jalani pelan-pelan dan nikmati prosesnya,” tutupnya. (AGT/M-01)

Related Posts

Ketika Anak-anak Penyintas Kanker Dipertemukan di Candi Borobudur

PERJALANAN melewati kanker tidak berhenti ketika pengobatan medis selesai. Bagi para penyintas kanker, fase pascapengobatan menjadi bagian penting dari perjalanan untuk membangun kepercayaan diri, berinteraksi secara sosial, mengembangkan potensi diri,…

Dekan FPIK Undip Kembali Terpilih Sebagai Ketua FKPTPK

DEKAN Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro Prof. Agus Triyanto kembali terpilih sebagai Ketua Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan (FKPTPK) Indonesia untuk periode kepengurusan 2026–2028. Ini…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bekuk Java United, Persija Tempel Madura United di Puncak Klasemen

  • September 19, 2026
Bekuk Java United, Persija Tempel Madura United di Puncak Klasemen

Ketika Anak-anak Penyintas Kanker Dipertemukan di Candi Borobudur

  • September 19, 2026
Ketika Anak-anak Penyintas Kanker Dipertemukan di Candi Borobudur

OJK Terbitkan Dua POJK untuk Awasi BMKS

  • September 19, 2026
OJK Terbitkan Dua POJK untuk Awasi BMKS

Dekan FPIK Undip Kembali Terpilih Sebagai Ketua FKPTPK

  • September 19, 2026
Dekan FPIK Undip Kembali Terpilih Sebagai Ketua FKPTPK

Kalah dari Jepang, Tim Voli Indonesia Hadapi Thailand di Perempat Final

  • September 18, 2026
Kalah dari Jepang, Tim Voli Indonesia Hadapi Thailand di Perempat Final

Herdman Panggil 23 Pemain untuk FIFA ASEAN Cup 2026

  • September 18, 2026
Herdman Panggil 23 Pemain untuk FIFA ASEAN Cup 2026