
MAHASISWA UGM kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Kali ini prestasi tersebut diraih oleh Tim Narantaka Gadjah Mada Aerospace Team (GMAT) di kompetisi Kibo Robot Programming Challenge (Kibo-RPC) pada 28 Februari lalu di Jepang.
Kompetisi tingkat internasional yang mengajak pelajar untuk mengendalikan robot terbang Astrobee di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) itu diselenggarakan oleh Badan Antariksa Jepang atau Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) yang bekerja sama dengan NASA.
Tim Narantaka GMAT berhasil mendapatkan peringkat 5 pada ISS Run (Main Event) serta juara 3 pada Simulation Run (Side Event).
Tim Narantaka GMAT UGM berhasil membuktikan diri mengharumkan negeri sebagai perwakilan Indonesia di antara 738 tim terdaftar yang berasal dari 13 negara dan wilayah partisipan, setelah sebelumnya memenangi perlombaan yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai penyelenggara lokal.
Seleksi nasional
Sebelum berangkat ke tingkat internasional, seluruh tim terlebih dahulu mengikuti seleksi di tingkat nasional. Pada babak ini, Tim Narantaka GMAT berhasil mendapatkan Juara 1 pada tingkat nasional dan menjadi perwakilan Indonesia menuju babak final di Jepang.
Babak final tersebut terdiri atas dua kategori utama, yakni ISS Run (Main Event) dan Simulation Run (Side Event), di mana pada dua kategori tersebut Komunitas Gadjah Mada Aerospace Team (GMAT) UGM menorehkan prestasi.
“Kami merasa sangat bangga bahwa Tim Narantaka GMAT dapat mewakili Indonesia pada Final 6th KIBO-RPC. Bersaing dengan perwakilan tim dari 13 negara dan berhasil meraih peringkat 5 pada ISS Run serta Juara 3 pada Simulation Run merupakan pencapaian yang luar biasa bagi kami,” ujar Arya sebagai salah satu anggota tim, Senin (13/4).
Arya menambahkan bahwa pencapaian ini menjadi momen penting bagi perjalanan komunitas GMAT UGM, terutama setelah perjuangan tim pada 5th KIBO-RPC tahun sebelumnya yang sempat terhenti di babak preliminary.
“Pencapaian ini menjadi gerbang bagi kami untuk melangkah ke panggung dunia dan bertukar ilmu dengan rekan-rekan hebat dari berbagai belahan dunia. Kami berharap estafet prestasi ini terus berlanjut,” tambahnya.
Jadi penyemangat
Menurut dia capaian prestasi internasional ini bisa menjadi penyemangat agar insan-insan muda Gadjah Mada lain dapat meraih prestasi yang membanggakan di kemudian hari. Rasa syukur dan terima kasih diungkapkan oleh Hempri kepada setiap pihak yang terlibat.
“Harapan kami, capaian prestasi yang ada dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk lebih semangat lagi dalam menorehkan prestasi-prestasi yang membanggakan,” ujarnya. (AGT/A-01)







