637 Juta Orang di Dunia Kekurangan Pangan

ASSISTANT FAO Representative (Programme) di FAO Indonesia, yang juga alumni Fakultas Pertanian UGM, Dr. Ir. Ageng Setiawan Herianto, mengatakan ada 637 orang di dunia setiap tahun yang kekurangan pangan.

“Ada 637 juta orang di dunia yang mengalami kekurangan pangan setiap tahunnya, terutama di kawasan Asia Pasifik. Dan ini tidak bisa dibebankan hanya kepada lulusan pertanian,” tegas Ageng dalam pembekalan pada 1353 calon wisuda program Sarjana dan Sarjana Terapan Universitas Gadjah Mada, Selasa (24/2) di Grha Sabha Pramana.

Rantai pasok sistem pangan, jelasnya sangat berpengaruh terhadap distribusi pangan terhadap kehidupan kita sehari-hari. Oleh karena itu saat ini terjadi pergeseran besar dalam isu ketahanan pangan global.

BACA JUGA  UGM Buka Jalur Seleksi Bibit Unggul

Sediakan pangan

Jika dahulu fokus sistem pangan adalah bagaimana cara untuk “feed the world”, kini tujuannya telah berkembang menjadi “nourish the world”.

“Tidak cukup hanya memberikan pangan agar tidak kelaparan, tetapi bagaimana caranya menyediakan pangan yang sehat dan aksesibel bagi seluruh lapisan,” ujarnya.

Dia menambahkan tujuan sistem pangan menuju healthy diet, mulai dari produksi sampai pasar. Artinya, sistem pangan mencakup seluruh rantai nilai, dari proses produksi, distribusi, hingga konsumsi yang sehat dan berkelanjutan.

Kolaborasi multidisiplin

“Perubahan ini membuka ruang kolaborasi multidisiplin yang sangat luas,” ungkapnya.

Menurut dia agricultural digitalization menjadi salah satu pintu masuk bagi generasi muda dari berbagai disiplin ilmu.

BACA JUGA  Akademisi UGM Serukan Evaluasi Program MBG

Misalnya, lulusan teknik dapat berkontribusi dalam efisiensi rantai pasok, lulusan ekonomi dan bisnis dapat memperkuat model pembiayaan dan pasar, sementara lulusan hukum berperan dalam regulasi dan kebijakan pangan, serta berbagai bidang yang pasti akan berkaitan.

Menjawab pertanyaan calon wisudawan tentang kompetensi yang dibutuhkan di dunia internasional, Ageng menyebutkan bahwa tiga pilar utama atau karakter yang wajib dimiliki oleh sumber daya manusia yang unggul.

Berpikir inovatif

“Pertama, selalu berpikir inovatif karena gagasan adalah hal yang penting. Kedua, memahami kebijakan agar dapat beradaptasi.”

“Ketiga, membangun jejaring yang luas. Jangan lupa untuk senantiasa menunjukkan ketertarikan dan komitmen sehingga orang akan percaya dengan integritas kita,” pungkasnya. (AGT/N-01)

BACA JUGA  Pandemi Covid-19 Dinilai Ganggu Penanganan TBC dan HIV

Dimitry Ramadan

Related Posts

441 Bocil Ikuti Kapten Morgan Pushbike Race 2026 di Lanudal Juanda

SEBANYAK 441 peserta bocah berusia tiga hingga lima tahun dari berbagai provinsi di Indonesia memadati Apron Hanggar Lanudal Juanda untuk mengikuti ajang Kapten Morgan Pushbike Race 2026, Sabtu (11/4/). Perhelatan…

130 Peserta Siap Ikuti MTQ Tingkat Provinsi DIY di Sleman

KABUPATEN Sleman akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ (Misabaqah Tilawatil Quran) tingkap DIY Sabtu pekan mendatang. Dalam rilis tertulisnya yang diterima www.mimbarnusantara.com di Yogyakarta, Sabtu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Gilas Garuda Jaya, LavAni Segel Tiket ke Grand Final

  • April 12, 2026
Gilas Garuda Jaya, LavAni Segel Tiket ke Grand Final

Gresik Phonska Plus Selangkah Menuju Grand Final

  • April 11, 2026
Gresik Phonska Plus Selangkah Menuju Grand Final

Dilema Trump dan Interpretasi 10 Tuntutan Iran

  • April 11, 2026
Dilema Trump dan Interpretasi 10 Tuntutan Iran

Fenomena PK Tanpa Lewat Banding dan Kasasi; Kesalahan Penerapan Hukum

  • April 11, 2026
Fenomena PK Tanpa Lewat Banding dan Kasasi; Kesalahan Penerapan Hukum

441 Bocil Ikuti Kapten Morgan Pushbike Race 2026 di Lanudal Juanda

  • April 11, 2026
441 Bocil Ikuti Kapten Morgan Pushbike Race 2026 di Lanudal Juanda

18 Ribu Peserta akan Mengikuti UTBK ITB 2026

  • April 11, 2026
18 Ribu Peserta akan Mengikuti UTBK ITB 2026