
MEMPERINGATI Bulan Peduli Kanker sekaligus Hari Kanker Anak Internasional (International Childhood Cancer Day) 2026 bertema “Childhood Cancer Demonstrating Impact”, Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Cabang Yogyakarta menggelar aksi solidaritas bertajuk #BeraniGundul.
Kegiatan yang berlangsung di sebuah mal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, ini menjadi simbol empati dan dukungan moral bagi anak-anak pejuang kanker yang tengah menjalani pengobatan. Para peserta secara sukarela mencukur rambut sebagai bentuk solidaritas terhadap anak-anak yang mengalami kerontokan rambut akibat kemoterapi.
Ketua YKAKI Cabang Yogyakarta, Eka Wibawa, menegaskan bahwa #BeraniGundul bukan sekadar aksi simbolik.
“Ini adalah bentuk nyata kehadiran masyarakat dalam mendampingi anak-anak pejuang kanker agar tetap memiliki semangat dan harapan selama menjalani pengobatan,” ujarnya.
Selain aksi cukur gundul, kegiatan juga diramaikan dengan penampilan hiburan, talk show kesehatan, layanan cek kesehatan gratis, serta penggalangan dana (fundraising) untuk mendukung gerakan melawan kanker anak di Indonesia.
Direktur Utama RS Queen Latifa, dr. Sigit Riyarto, mengatakan kasus kanker anak masih cukup tinggi, dengan leukemia sebagai jenis yang paling banyak ditemukan.
Ia mengutip data Globocan 2020 yang mencatat sekitar 11.156 kasus baru kanker anak setiap tahun di Indonesia. Namun, hanya sekitar 20 persen yang terdeteksi karena keterbatasan tenaga ahli dan fasilitas di sejumlah rumah sakit.
#BeraniGundul 2026 untuk anak pejuang kanker
Menurut data 2024, Indonesia baru memiliki sekitar 80 dokter spesialis hematologi-onkologi anak dan konsultan kanker anak, jumlah yang dinilai belum mencukupi kebutuhan nasional.
“Anak-anak pejuang kanker perlu dukungan berkelanjutan agar dapat menjalani pengobatan hingga mencapai kesembuhan. Melalui aksi cukur gundul ini, kita menunjukkan bahwa mereka tidak berjuang sendirian,” kata Sigit.
Ia menambahkan, pada kelompok dewasa, kasus kanker terbanyak pada perempuan adalah kanker serviks dan kanker payudara, sedangkan pada pria kanker prostat dan kanker usus. Sebagian besar pasien datang dalam kondisi stadium lanjut, padahal deteksi dini dapat meningkatkan peluang kesembuhan.
Deteksi dini kanker pada anak
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Khamidah Yuliati MMR, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman mendukung upaya pencegahan, deteksi dini, dan pendampingan pasien kanker anak.
Sementara itu, salah satu peserta aksi, Sugeng, mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan moral maupun donasi bagi anak-anak penyintas kanker.
“Kegiatan ini menjadi sarana sosialisasi tentang kanker anak sekaligus mengajak masyarakat berpartisipasi dalam mendukung kesembuhan mereka,” ujarnya.
Melalui #BeraniGundul 2026, YKAKI berharap kesadaran publik terhadap perjuangan anak-anak melawan kanker semakin meningkat, sekaligus memperkuat dukungan medis, psikologis, dan sosial bagi para penyintas. (AGT/S-01)






