Pemutakhiran DTSEN Pengaruhi Jumlah Penerima Bansos

PENURUNAN jumlah penerima bantuan sosial (bansos) di Kota Bandung sejalan dengan menurunnya angka kemiskinan serta penerapan basis data baru, yakni Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang dinilai lebih akurat dan komprehensif.

Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Yorisa Sativa, mengatakan penyesuaian jumlah penerima bansos dilakukan seiring pemutakhiran data dan dinamika kondisi sosial ekonomi masyarakat.

“Penggunaan DTSEN membuat data penerima bantuan lebih akurat karena dinilai secara komprehensif,” ujar Yorisa di Bandung, Kamis (19/2).

Berdasarkan data Dinas Sosial Kota Bandung, Program Keluarga Harapan (PKH) pada 2025 menjangkau 34.811 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sementara Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau program sembako diterima oleh 75.978 KPM.

Selain itu, Bantuan Stimulus Ekonomi Triwulan II disalurkan kepada 78.362 KPM. Adapun Bantuan Langsung Tunai Subsidi Kesejahteraan Rakyat (BLT Subsidi Kesra) yang diberikan pada Triwulan IV selama tiga bulan menjangkau 146.032 keluarga penerima manfaat.

BACA JUGA  Gerakan Pangan Murah Sambut Hari Pangan Sedunia

“Jumlah tersebut merupakan penerima bansos yang ditetapkan sesuai ketentuan dan basis data pada masing-masing program,” kata Yorisa.

Jumlah penerima bansos berkurang

Ia menjelaskan, penetapan penerima bansos tahun 2025 mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 dan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.

Saat ini, DTSEN masih dalam tahap pemutakhiran dan verifikasi oleh pendamping program di lapangan, dengan dukungan satuan tugas verifikasi dan validasi data.

“Proses pemutakhiran terus berjalan agar data benar-benar sesuai kondisi riil masyarakat,” tambahnya.

Yorisa menuturkan, berkurangnya jumlah penerima bansos dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya penurunan angka kemiskinan di Kota Bandung yang berdampak pada berkurangnya kuota bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.

BACA JUGA  Angka Pemilih Pilkada Kota Bandung Naik, Jumlah TPS malah Turun

Selain itu, terjadi peningkatan desil kesejahteraan sebagian KPM. Keluarga yang sebelumnya berada pada desil 1 hingga 5 kini naik ke desil 6 hingga 10, sehingga tidak lagi memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan sosial.

“Hasil evaluasi juga menemukan adanya KPM yang tidak memanfaatkan bantuan sesuai peruntukannya. Ini menjadi pertimbangan dalam penetapan penerima berikutnya,” jelasnya.

Pemutakhiran DTSEN

Terkait pemasangan papan atau stiker identitas penerima bansos, kebijakan tersebut pernah diterapkan pada 2021. Namun hingga kini belum diberlakukan kembali karena masih berada dalam masa transisi dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke DTSEN.

“Tingkat perubahan data masih cukup tinggi sehingga penerima belum bisa ditetapkan secara final,” ujar Yorisa.

BACA JUGA  Indonesia Akhirnya Punya Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional

Ia menambahkan, peralihan dari DTKS, P3KE, dan Regsosek ke DTSEN menjadi perubahan mendasar dalam penetapan penerima bansos. Melalui DTSEN, penilaian tidak hanya berbasis tingkat kemiskinan, tetapi juga kondisi sosial ekonomi secara menyeluruh melalui sistem pendesilan.

“Penerima bantuan adalah KPM yang berada pada desil 1 sampai 5, dengan memperhatikan kelengkapan administrasi kependudukan dan komponen penerima PKH,” tegasnya.

Yorisa menegaskan, DTSEN akan menjadi satu-satunya acuan dalam penentuan bantuan sosial ke depan.

“Semua kembali pada data DTSEN sebagai dasar penyaluran bansos agar tepat sasaran,” pungkasnya. (Rava/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Stasiun Meteorologi Yogyakarta Peringatkan Gelombang Tinggi Perairan Samudera Hindia

STASIUN Meteorologi Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terhadap tinggi gelombang di perairan Samudera Hindia di sebelah selatan Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul yang dimungkinkan terjadi pada Senin (5/10)…

Pertamina Gelar Pemeriksaan Gigi Gratis untuk Anak Berkebutuhan Khusus

PERTAMINA Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah bersama IKA UNAIR Komisariat Fakultas Kedokteran Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak menggelar pemeriksaan gigi gratis ‘Senyum Sehat untuk Anak Istimewa di P3D Semar…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Juarai FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Akhiri Penantian Panjang

  • October 6, 2026
Juarai FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Akhiri Penantian Panjang

Mahasiswa RPL Unisa Raih Predikat Terbaik Uji Kompetensi Keperawatan

  • October 5, 2026
Mahasiswa RPL Unisa Raih Predikat Terbaik Uji Kompetensi Keperawatan

Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

  • October 5, 2026
Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

PSI Cianjur Bidik Enam Kursi DPRD pada Pileg 2029

  • October 5, 2026
PSI Cianjur Bidik Enam Kursi DPRD pada Pileg 2029

Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

  • October 5, 2026
Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

Bantu Mahasiswa UTS, Fapet UGM Bagikan 2.577 Butir Telur Rebus Gratis

  • October 5, 2026
Bantu Mahasiswa UTS,  Fapet UGM Bagikan 2.577 Butir Telur Rebus Gratis