704 Anggota BPKal Sleman Terima BPJS Ketenagakerjaan

SELURUH anggota Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) se-Kabupaten Sleman resmi diikutsertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Sebanyak 704 anggota BPKal menerima kartu kepesertaan yang diserahkan oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, di lingkungan Pemkab Sleman, Kamis (19/2).

Penyerahan kartu dilakukan secara simbolis kepada lima perwakilan anggota BPKal dalam kegiatan sosialisasi perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Sleman.

Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan, pemberian jaminan sosial tersebut merupakan bentuk penghormatan dan kepedulian pemerintah daerah terhadap tugas dan tanggung jawab BPKal yang memiliki risiko kerja.

“Dengan adanya jaminan sosial ketenagakerjaan ini, kami berharap anggota BPKal dapat menjalankan fungsi pengawasan, penganggaran, dan regulasi secara lebih optimal karena memiliki rasa aman dalam bekerja,” ujarnya.

BACA JUGA  Bupati Sleman Resmi Buka TMMD Reguler ke-124

704 Anggota BPKal dapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Harda menegaskan, BPKal memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan di tingkat kalurahan. Keberhasilan pembangunan daerah, menurutnya, sangat bergantung pada kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten dan pemerintah kalurahan.

“Kami Pemerintah Kabupaten Sleman tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan panjenengan semua sangat menentukan keberhasilan pembangunan. BPKal adalah bagian penting dalam mengawal pembangunan di wilayah masing-masing,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PMK Sleman, R. Budi Pramono, menyampaikan bahwa seluruh 704 anggota BPKal telah didaftarkan dalam program yang mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Kepesertaan tersebut berlaku selama satu tahun dan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sleman. Pemerintah daerah berharap program ini dapat meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan para anggota BPKal dalam menjalankan tugasnya. (AGT/S-01)

BACA JUGA  Masyarakat Diajak Peduli pada Anak-anak Penderita Kanker

Siswantini Suryandari

Related Posts

Spirit Gemi, Nastiti, Ngati-ati Jadi Fondasi Literasi Keuangan Generasi Muda Jogja

GUBERNUR DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, kembali meneguhkan spirit “Gemi, Nastiti, Ngati-ati” sebagai fondasi literasi keuangan yang berakar pada kearifan budaya. Sri Sultan menegaskan…

Priangan Timur Darurat Pinjol dan Investasi Bodong

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya menyebut darurat investasi bodong dan pinjaman online ilegal  saat ini terjadi di wilayah Kota Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Banjar, Tasikmalaya, Pangandaran, Sumedang. Akibatnya hal itu berdampak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Resmi Hengkang dari Etihad, Guardiola Tinggalkan Legacy Besar untuk Man City

  • May 22, 2026
Resmi Hengkang dari Etihad, Guardiola Tinggalkan Legacy Besar untuk Man City

Ingin Netral, John Herdman Pilih Nonton Laga Terakhir Persija

  • May 22, 2026
Ingin Netral, John Herdman Pilih Nonton Laga Terakhir Persija

Pemain Persib Diminta Fokus dan tidak Remehkan Persijap

  • May 22, 2026
Pemain Persib Diminta Fokus dan tidak Remehkan Persijap

Arema Tutup Musim dengan Mengalahkan PSIM

  • May 22, 2026
Arema Tutup Musim dengan Mengalahkan PSIM

Spirit Gemi, Nastiti, Ngati-ati Jadi Fondasi Literasi Keuangan Generasi Muda Jogja

  • May 22, 2026
Spirit Gemi, Nastiti, Ngati-ati Jadi Fondasi Literasi Keuangan Generasi Muda Jogja

Priangan Timur Darurat Pinjol dan Investasi Bodong

  • May 22, 2026
Priangan Timur Darurat Pinjol dan Investasi Bodong