Indonesia Dekati Target Nol Kematian DBD

INDONESIA menunjukkan ketangguhan dalam manajemen klinis penyakit dengue. Angka kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) tercatat terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Target nol kematian DBD bisa tercapai 2030.

Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan, Asnawi Abdullah, menyampaikan bahwa Case Fatality Rate (CFR) dengue turun konsisten dari 0,9 persen pada 2021 menjadi 0,4 persen pada 2025, atau rekor terendah sepanjang ini.

“Tren ini menunjukkan bahwa meskipun dengue masih menyebar di komunitas kita, semakin sedikit orang yang meninggal karenanya,” ujar Asnawi saat membuka Forum Regional Dengue yang digelar Kementerian Kesehatan bersama Koalisi Bersama (KOBAR) Lawan Dengue di Hotel JW Marriott Jakarta, Senin (9/2).

BACA JUGA  Kemenkes Bangun 15 RS DTPK dengan Layanan Spesialis Dasar”

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti peningkatan kualitas layanan medis serta peran aktif masyarakat dalam pencegahan. Meski sempat terjadi lonjakan kasus pada 2024 akibat fenomena El Niño, Indonesia dinilai mampu melakukan pemulihan cepat pada 2025 melalui strategi yang lebih proaktif dan adaptif.

Nol kematian DBD bisa tercapai

Asnawi menegaskan, keberhasilan menekan angka fatalitas tidak lepas dari kerja keras tenaga kesehatan dan relawan di lapangan. Salah satu kontribusi penting datang dari program Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang secara aktif melakukan pemantauan dari rumah ke rumah untuk memberantas sarang nyamuk.

“Keberhasilan ini menunjukkan kekuatan layanan kesehatan kita dan dahsyatnya aksi komunitas, terutama melalui program Jumantik yang bekerja langsung dari sumbernya,” katanya.

BACA JUGA  Kemenkes Sambut Putusan MK, Perkuat Posisi KKI dan Kolegium

Dengan angka fatalitas yang kini berada di bawah target nasional sebesar 0,5 persen, Indonesia optimistis berada di jalur yang tepat untuk mencapai target Nol Kematian Dengue pada 2030.

Forum Regional Dengue yang berlangsung pada 9–10 Februari 2026 tersebut juga menjadi ajang berbagi pengalaman dan praktik baik antarnegara ASEAN dalam pengendalian dengue, khususnya dalam aspek manajemen klinis dan kolaborasi berbasis komunitas. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Gagas Sistem Transparansi MBG, Kapolresta Sidoarjo Raih Penghargaan

KAPOLRES Sidoarjo Kombes Dr Christian Tobing meraih penghargaan sebagai Tokoh Pelayanan Publik dan Kemitraan Media dalam ajang IJTI Awards 2026. Apresiasi tingkat nasional dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pusat…

Korban Keracunan Menu MBG di Batang Capai 411 Orang

KASUS keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah terus bertambah. Informasi terakhir, per Kamis (25/9/2026) sore, Dinas Kesehatan Kabupaten Batang mencatat ada 411 orang jadi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Gagas Sistem Transparansi MBG, Kapolresta Sidoarjo Raih Penghargaan

  • September 24, 2026
Gagas Sistem Transparansi MBG, Kapolresta Sidoarjo Raih Penghargaan

DJP Jatim II Serahkan Tersangka Pidana Pajak ke Kejari Sidoarjo

  • September 24, 2026
DJP Jatim II Serahkan Tersangka Pidana Pajak ke Kejari Sidoarjo

Korban Keracunan Menu MBG di Batang Capai 411 Orang

  • September 24, 2026
Korban Keracunan Menu MBG di Batang Capai  411 Orang

Bulu Tangkis Sumbang Emas Pertama untuk Indonesia

  • September 24, 2026
Bulu Tangkis Sumbang Emas Pertama untuk Indonesia

Mahasiswa UPI Sumbang Perak untuk Indonesia di Asian Games 2026

  • September 24, 2026
Mahasiswa UPI  Sumbang Perak untuk Indonesia di Asian Games 2026

Tim Mahasiswa UGM Raih Juara 1 Kategori Esai Ilmiah di IPB

  • September 24, 2026
Tim Mahasiswa UGM Raih Juara 1 Kategori Esai Ilmiah di IPB