
MENTERI Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong rumah sakit pemerintah menembus standar layanan kesehatan kelas dunia.
Komitmen tersebut disampaikan dalam ajang 3rd RS Kemenkes Awards, yang menjadi momentum apresiasi atas transformasi rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan.
Dalam sambutannya, Menkes Budi menekankan transformasi rumah sakit harus bertumpu pada tiga pilar utama, yakni peningkatan kualitas layanan, penguatan pendidikan dan penelitian, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Menurutnya, peningkatan mutu layanan mulai terlihat, salah satunya melalui reformasi sistem remunerasi tenaga medis yang lebih adil dan berbasis kinerja. Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya penilaian yang objektif terhadap kualitas layanan.
“Kualitas layanan itu yang menilai seharusnya pasien, bukan kita sendiri. Salah satu ukurannya adalah ketika standar kita sudah diakui dan mulai dipercaya oleh pasien dari luar negeri,” ujar Budi, Kamis (5/2).
Standar kelas dunia rumah sakit pemerintah
Pada aspek pendidikan, Menkes menekankan pentingnya penguatan kompetensi dokter spesialis agar memiliki daya saing dan standar internasional. Selain itu, Kemenkes menargetkan peningkatan jumlah riset klinis (clinical trial) hingga 200 persen di rumah sakit Kemenkes guna memperkuat inovasi dan kemandirian kesehatan nasional.
Tahun ini, 3rd RS Kemenkes Awards memberikan penghargaan dalam 21 kategori kepada rumah sakit dan pimpinan yang dinilai unggul dalam transformasi layanan, mutu pelayanan, kepemimpinan, inovasi, serta pengalaman pasien.
Beberapa rumah sakit penerima penghargaan antara lain:
- Pilar Peningkatan Kualitas Layanan dan Inovasi
- Best Quality Hospital: RS Orthopedi Prof. Dr. R. Soeharso
- Inovasi Terbaik: RSUP dr. Kariadi, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, dan RSUP Fatmawati
- Hospitality Terbaik: RS Kanker Dharmais, RSUP Dr. Sitanala, dan RSAB Harapan Kita
- Pilar Penguatan Pendidikan dan Penelitian
- Unit Riset Klinis Terbaik: RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, RSUP dr. M. Djamil, dan RS PON Prof. Dr. Mahar Mardjono
- Best Teaching Hospital: RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita
- Penyelenggara Pendidikan Utama Terbaik: RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RS Mata Cicendo, dan RSAB Harapan Kita
- Pilar Tata Kelola, Kepemimpinan, dan Transformasi
- Best Transformation Hospital: RSUP dr. Kariadi
- Best CEO: Eniarti (Direktur Utama RSUP dr. Sardjito)
Tingkat Maturitas BLU Kategori “Luar Biasa”: RSUP dr. Sardjito, RSUP dr. Kariadi, dan RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo
Melalui penghargaan ini, Kementerian Kesehatan berharap rumah sakit penerima tidak hanya mempertahankan capaian, tetapi juga terus meningkatkan kualitas layanan, tata kelola, dan inovasi secara berkelanjutan sebagai bagian dari transformasi menuju layanan berkelas dunia. (*/S-01)







