FKH UGM Terima Bantuan 40 Sapi untuk Teaching Farm

FAKULTAS Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima bantuan 40 ekor sapi dari dua perusahaan mitra industri peternakan, yakni PT Juang Jaya Abdi Alam dan PT Sido Agung Farm. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung pengembangan SMART Veterinary Teaching Farm di Playen, Gunungkidul.

Dekan FKH UGM, Prof. drh. Teguh Budipitojo, M.P., Ph.D., mengatakan bantuan sapi tersebut diharapkan dapat memperkuat fasilitas pembelajaran dan sarana penelitian dalam menunjang proses pendidikan serta peningkatan kompetensi calon dokter hewan.

Ia mengapresiasi dukungan dan kepercayaan yang diberikan kedua perusahaan dalam membantu pengembangan SMART Veterinary Teaching Farm sekaligus meningkatkan kompetensi mahasiswa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Juang Jaya Abdi Alam dan PT Sido Agung Farm yang sangat mendukung pengembangan SMART Veterinary Teaching Farm,” ujar Teguh dalam keterangan tertulis, Senin (9/2).

BACA JUGA  Ketajaman Pisau Kurangi Stres Ayam Saat Disembelih

Menurutnya, fasilitas tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa, terutama dalam aspek keterampilan praktik dan pemahaman lapangan terkait perawatan kesehatan serta pengembangbiakan hewan ruminansia.

“Keberadaan sarana praktik yang memadai menjadi syarat penting agar mahasiswa dapat belajar langsung di lokasi praktik,” tambahnya.

Teaching farm didukung swasta

General Manager PT Juang Jaya Abdi Alam, William Bulo, menyampaikan kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk berkontribusi pada dunia pendidikan sekaligus mendukung peningkatan populasi sapi nasional.

“Kami ingin berkontribusi dalam dunia akademik di Indonesia sekaligus membantu menambah populasi sapi nasional. Itu yang menjadi alasan kami memberikan bantuan 21 ekor sapi dan bekerja sama dengan FKH UGM,” ujarnya.

BACA JUGA  Ketajaman Pisau Kurangi Stres Ayam Saat Disembelih

William berharap SMART Veterinary Teaching Farm dapat berkembang menjadi pusat riset sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri peternakan.

“Kami berharap kerja sama ini dapat mendukung kompetensi mahasiswa, menjadi sarana riset, dan memperkuat kolaborasi dengan industri,” pungkasnya.(AGT/S-01)

 

Siswantini Suryandari

Related Posts

Kepala SPPG Jayapura Resmi Dicopot usai Insiden Keracunan Menu MBG

KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengaku telah mencopot kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jayapura, Papua, menyusul keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura. Hal…

Menkes Minta para Nakes Lebih Punya Rasa Empati pada Pasien

AKSI nirempati sejumlah tenaga kesehatan (nakes) terhadap seorang pasien BPJS benar-benar tidak bisa diterima. Pasalnya, mereka merupakan pelayan masyarakat yang seharusnya bisa bersikap baik, terutama kepada mereka yang tengah sakit.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Jaga Pasokan Listrik, PLN UP3 Pematangsiantar Bekali Petugas Yantek

  • August 7, 2026
Jaga Pasokan Listrik, PLN UP3 Pematangsiantar Bekali Petugas Yantek

Redam Persib, Persebaya Juara Baru Piala Presiden

  • August 7, 2026
Redam Persib, Persebaya Juara Baru Piala Presiden

STY Puas Persija Rebut Posisi Ketiga Piala Presiden

  • August 6, 2026
STY Puas Persija Rebut Posisi Ketiga Piala Presiden

Kepala SPPG Jayapura Resmi Dicopot usai Insiden Keracunan Menu MBG

  • August 6, 2026
Kepala SPPG Jayapura Resmi Dicopot usai Insiden Keracunan Menu MBG

Menkes Minta para Nakes Lebih Punya Rasa Empati pada Pasien

  • August 6, 2026
Menkes Minta para Nakes Lebih Punya Rasa Empati pada Pasien

Polda DIY Sita Lebih dari 13 Ribu Botol Miras Ilegal dan Oplosan

  • August 6, 2026
Polda DIY Sita Lebih dari 13 Ribu Botol Miras Ilegal dan Oplosan