
KEHADIRAN teknologi pencetakan 3D-HA (3 Dimensi Material Hidroksiapatit) akan sangat membantu penanganan trauma tulang pada hewan.
Dengan adanya kemudahan ini pencetakan 3D-HA, akan mempercepat kesembuhan fraktur dan bahkan penggantian tulang rusak sehingga kesejahteraan dan keselamatan hewan bisa dapat tertangani lebih cepat.
Hal itu disampaikan Prof. Dhirgo Aji dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Ilmu Bedah Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada di Balai Senat Gadjah Mada.
Prof. Dhirgo lebih lanjut mengatakan di Indonesia sumber material Hidroksiapatit (HA) dapat ditemukan dan sangat melimpah. Hal itu, katanya menjadikan pembuatan sintesis HA juga bisa dilakukan di dalam negeri.
Material implan
“Bahkan di beberapa laboratorium lingkungan Universitas Gadjah Mada sudah bisa melakukan. Ini bisa menjadi pelopor penggunaan teknologi pencetakan 3D-HA dalam waktu dekat,” katanya.
Menyampaikan pidato pengukuhan yang berjudul Teknologi Pencetakan 3 Dimensi (3D) Material Hidroksiapatit untuk Penanganan Kasus Patah Tulang: Prospektif Industri Bidang Kedokteran Hewan, Prof. Dhirgo menyampaikan rasa prihatin atas sulitnya mencari material implan yang cocok bagi trauma kompleks tulang pada hewan di Indonesia.
Dikatakan, tidak sedikit peneliti dari Universitas Gadjah Mada di berbagai bidang melakukan riset pada pengembangan biomaterial bersumber alami dan sintetis, dan beberapa di antaranya telah memiliki paten.
“Bila semua peneliti disatukan, Universitas Gadjah Mada bisa menjadi pelopor produsen biomaterial utama di Indonesia, bukan hanya untuk keperluan hewan namun juga mungkin untuk keperluan masyarakat di masa yang akan datang,” ujarnya.
Inisiasi
Mengingat besarnya manfaat teknologi pencetakan 3D dan 3D hidroksiapatit di bidang veteriner dalam mengoptimalkan upaya penanganan penyembuhan trauma tulang pada hewan, kata Dhirgo Aji, sudah saatnya mulai dilakukan inisiasi dan dipergunakan secara rutin di Indonesia.
“Bagaimanapun kesejahteraan hewan bukanlah suatu slogan yang hanya diucapkan secara lisan namun harus diwujudkan dalam setiap tindakan, dan Indonesia adalah negara yang tidak hanya besar dengan keragaman geografis yang strategis, namun juga memiliki kekayaan budaya yang luar biasa.”
“Pelaksanaan kesejahteraan hewan dalam berbagai aspek kegiatan tidak hanya bicara tentang hewan didalamnya, namun juga menunjukkan kebesaran jiwa masyarakat yang melakukannya,” katanya. (AGT/N-01)







