KLH Cabut Persetujuan Lingkungan 28 Perusahaan

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mencabut persetujuan lingkungan terhadap 28 perusahaan yang beroperasi di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Langkah ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang sebelumnya mengumumkan pencabutan izin terhadap entitas yang terbukti berkontribusi terhadap bencana banjir dan longsor hidrometeorologi di wilayah tersebut.

Pemerintah menegaskan, penegakan hukum ini menjadi sinyal kuat bahwa negara tidak akan mentoleransi praktik usaha yang mengabaikan daya dukung lingkungan demi keuntungan jangka pendek.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala BPLH Diaz Hendropriyono mengatakan, pihaknya mendukung penuh keputusan Presiden dalam menertibkan praktik usaha yang merusak lingkungan.

“Sesuai kewenangan kami, KLH akan mendukung dan yang paling penting menindaklanjuti keputusan Presiden dengan melakukan pencabutan persetujuan lingkungan terhadap 28 perusahaan yang telah diumumkan oleh Bapak Menteri Sekretaris Negara,” ujar Diaz, Rabu (21/1).

BACA JUGA  Korban Banjir Bandang dan Longsor di Sumatera Barat Terus Bertambah

Persetujuan lingkungan 28 perusahaan bermasalah

Pencabutan tersebut didasarkan pada hasil evaluasi menyeluruh terhadap kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, khususnya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021.

Sejak bencana besar melanda pada November 2025, KLH/BPLH telah menerjunkan tim pengawas untuk melakukan audit intensif dan kajian teknis bersama para ahli. Hasil pemeriksaan menemukan indikasi kuat bahwa aktivitas perusahaan-perusahaan tersebut memperparah dampak bencana hidrometeorologi yang merugikan masyarakat.

Sanksi kehilangan legalitas

Dari total 28 entitas yang dikenai sanksi, sebanyak 22 perusahaan bergerak di bidang pemanfaatan hutan alam dan hutan tanaman. Sementara enam perusahaan lainnya beroperasi di sektor pertambangan, perkebunan, serta pemanfaatan hasil hutan kayu.

BACA JUGA  Tantangan dan Ujian Menanti Pemkab Humbahas

Dengan pencabutan ini, seluruh perusahaan tersebut kehilangan legalitas operasional dari sisi persetujuan lingkungan sebagai konsekuensi atas pelanggaran yang dilakukan.

KLH/BPLH menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perlindungan lingkungan dan memastikan pembangunan ekonomi berjalan sejalan dengan prinsip keberlanjutan, sekaligus menjamin hak masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagaimana diamanatkan Pasal 28H ayat (1) UUD 1945. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

SEORANG ibu bersama anaknya terkubur bencana tanah longsor yang menimpa sebuah rumah di Desa Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu (13/5). Namun berkat kerja keras Tim SAR…

Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

BANDARA Internasional Juanda di Kabupaten Sidoarjo mencatatkan prestasi perdana di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan meraih penghargaan World Safety Organization Indonesia Safety Culture (WISCA) 2026. Bandara di bawah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bekuk Al-Rayyan 3-1, Hyundai Capital Lolos ke Semifinal AVC

  • May 13, 2026
Bekuk Al-Rayyan 3-1, Hyundai Capital Lolos ke Semifinal AVC

Program Terpujilah GURU dari Sumedang Dirilis Telkomsel

  • May 13, 2026
Program Terpujilah GURU dari  Sumedang Dirilis Telkomsel

Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

  • May 13, 2026
Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

  • May 13, 2026
Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

  • May 13, 2026
Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

  • May 13, 2026
Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara