Feminisme Pancasila: Perlawanan Perempuan pada Ketidakadilan

FEMINISME Pancasila mengemuka dalam Musyawarah Ibu Bangsa di Jakarta pada 22 Desember silam.

Dalam Manifesto Ibu Bangsa 2025 Menuju Indonesia Emas Berkeadilan 2045 disebutkan Indonesia Emas bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi, melainkan juga tentang keadilan, welas asih, dan keberlanjutan kehidupan.

Oleh karena itu, semangat Feminisme Pancasila diharapkan dapat menjadi dasar pergerakan bagi perempuan Indonesia. Istilah feminisme sendiri adalah cara berpikir yang masih belum banyak dikenal dan dipahami masyarakat.

Diperlukan upaya lebih lanjut, untuk mengenalkan feminisme secara utuh kepada masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk meminimalkan timbulnya kesalahpahaman akan definisi feminisme yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mencapai motif-motif tertentu.

Bukan kebebasan

Masih banyak yang belum paham dan belum bisa membedakan antara feminisme dengan gerakan-gerakan kebebasan yang liberal, sehingga masih banyak yang fobia. Padahal, inti dari feminisme itu sendiri adalah perlawanan terhadap ketidakadilan.

BACA JUGA  Indosat Berkomitmen Dukung Pemberdayaan Perempuan Daerah

Feminisme Pancasila memang istilah yang tergolong baru dan belum begitu familiar di dunia akademisi. Kajian yang mengangkat topik inipun masih tergolong sedikit dan belum banyak dibahas.

Feminisme Pancasila belum bisa diajarkan secara lebih luas untuk generasi muda karena latar belakang proses pembentukan Pancasila sendiri masih kontraproduktif dengan nilai-nilai feminisme. Sejarah perumusan Pancasila itu hadir tanpa ada suara perempuan.

Ada maskulinitas yang sangat eksklusif sejak perumusan Pancasila, bahkan sejak perumusan Pancasila itu pun tidak ada keterlibatan satu orang perempuan pun di sana. Founding fathers yang terdiri dari cendekiawan, elit agama, itu semuanya laki-laki di sana.

Peran pemahaman

Penting memahami Feminisme Pancasila sebagai usaha dan ikhtiar oleh pencetusnya agar feminisme dapat diterima di Indonesia. Sebab terdapat nilai-nilai yang sesuai dengan sila Pancasila dan dianggap telah inheren dengan bangsa Indonesia.

BACA JUGA  Perempuan Jawa Tengah Agar Berani Tunjukkan Potensi

Di sinilah pemahaman itu berperan, sebab menerapkan Feminisme Pancasila tidak cukup hanya berdasarkan cocoklogi antara feminisme dan Pancasila. Jadi jangan sampai Pancasila menjadi semacam kayak dogma yang mencengkeram pemikiran para perempuan-perempuan feminis ini. Jangan sampai mereka bergerak sebagai feminis asal sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Semangat kaum perempuan untuk melawan berbagai bentuk ketidakadilan patut dihargai. Itu sebabnay akademisi masih memiliki serangkaian tanggung jawab untuk meluruskan pemahaman masyarakat awam dalam memandang feminisme sebelum mengedukasikan Feminisme Pancasila.

Prioritas saat ini adalah menghilangkan mentalitas penindas masyarakat awam, khususnya pada para perempuan sebagai pihak yang rentan dan acap menjadi korban penindasan, bahkan oleh sesama perempuan itu sendiri.

BACA JUGA  Polisi Ungkap Motif Pria Bunuh Perempuan Open BO di Hotel

Penting bagi masyarakat untuk mulai membuka pandangan dan wawasan agar dapat memberikan ruang bagi keadilan dan kesetaraan. (AGT/N-01)

Oleh:

Dr. Hastanti Widy Nugroho, Pakar Feminisme, Filsafat Komunikasi, dan Multikulturalisme Fakultas Filsafat UGM

Dimitry Ramadan

Related Posts

HPN 2026, Pemerintah Tekankan Pers Adaptif Hadapi AI

PUNCAK peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Serang, Banten, Senin (9/2), menjadi momentum refleksi bagi masa depan jurnalisme Indonesia di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).…

Menkes Dorong RS Pemerintah Tembus Standar Kelas Dunia

MENTERI Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong rumah sakit pemerintah menembus standar layanan kesehatan kelas dunia. Komitmen tersebut disampaikan dalam ajang 3rd RS Kemenkes Awards, yang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

G-Dragon Pastikan BIGBANG Comeback Rayakan 20 Tahun Debut

  • February 9, 2026
G-Dragon Pastikan BIGBANG Comeback Rayakan 20 Tahun Debut

Jelang Imlek, Perajin Barongsai Sidoarjo Kebanjiran Pesanan

  • February 9, 2026
Jelang Imlek, Perajin Barongsai Sidoarjo Kebanjiran Pesanan

HPN 2026, Pemerintah Tekankan Pers Adaptif Hadapi AI

  • February 9, 2026
HPN 2026, Pemerintah Tekankan Pers Adaptif Hadapi AI

Menkes Dorong RS Pemerintah Tembus Standar Kelas Dunia

  • February 9, 2026
Menkes Dorong RS Pemerintah Tembus Standar Kelas Dunia

FKH UGM Terima Bantuan 40 Sapi untuk Teaching Farm

  • February 9, 2026
FKH UGM Terima Bantuan 40 Sapi untuk Teaching Farm

Dubes RI untuk Filipina Agus Widjojo Wafat di RSPAD

  • February 9, 2026
Dubes RI untuk Filipina Agus Widjojo Wafat di RSPAD