Sinkhole di Sumbar Dampak dari Siklon Senyar

SUMATRA Barat kembali menggemparkan dengan bencana geologi berupa sinkhole atau lubang amblas seperti piring yang terbentuk akibat runtuhnya atau terkikisnya lapisan batuan di bawahnya yang digunakan untuk menyangga material di permukaan.

Secara tiba-tiba tanah amblas pada Jumat (4/1) di kawasan persawahan Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Diameter lubang misterius tercatat lebih dari 10 meter, tetapi berpotensi meluas dan semakin dalam.

Fenomena itu terjadi akibat kombinasi faktor geologi seperti pelarutan batu gamping, erosi material lapuk, dan curah hujan tinggi. Terlebih, ia menyebutkan siklon Senyar yang terjadi di akhir November 2025 lalu memicu curah hujan melimpah.

Kita ketahui bersama di daerah Sumatera Barat terdiri dari beberapa satuan batuan salah satunya gamping dan adanya siklon Senyar yang bisa memicu terjadinya sinkhole. Pencegahan total sulit dilakukan, tetapi mitigasi dapat melalui pemantauan geologi, pengendalian tata guna lahan, serta sistem drainase yang baik.

BACA JUGA  Kemenhaj Relaksasi Pelunasan Haji di Aceh, Sumut, Sumbar

Wilayah geologi

Sebuah sinkhole atau lubang berbentuk piring muncul di Sumbar. (Dok.Istimewa)

Fenomena itu tidak bisa muncul di semua jenis tanah, melainkan lebih sering terjadi di wilayah geologi tertentu seperti karst (batu gamping/kapur), tanah berongga, atau wilayah dengan aktivitas manusia yang mempercepat pelarutan dan erosi.

Ia menyebutkan di kawasan karst, air hujan bisa melarutkan batuan yang membentuk rongga bawah tanah. Sedangkan di tanah berongga dapat diakibatkan oleh gua alami maupun kegiatan tambang.

Wilayah dengan material vulkanik lapuk mengakibatkan mudah erosi hingga rentan ambles. Ada pula yang terjadi ini dapat karena daerah eksploitasi air tanah berlebihan sehingga menurunkan muka air tanah, memperbesar rongga, dan melemahnya struktur tanah hingga sinkhole.

Merusak ekosistem

Selain mengubah topografi yang awalnya kawasan pertanian, lubang misterius ini dapat berdampak pada rusaknya ekosistem flora fauna sekitar. Fenomena itu juga tidak memungkiri limbah maupun material berbahaya masuk dan mencemari air melalui sungai bawah tanah. Rongga yang terbentuk memperbesar juga berisiko adanya amblasan lanjutan di sekitar lokasi.

BACA JUGA  Sinkhole di Gunungkidul Dipicu Curah Hujan dan Kawasan Karst

Karakter sinkhole yang dapat muncul tanpa peringatan mengancam keselamatan jiwa. Selain itu, rusaknya infrastruktur turut mengganggu aktivitas dan siklus ekonomi lokal. Ini juga memunculkan rasa cemas dan trauma bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan sinkhole bukan hanya soal menutup lubang, tetapi juga mengelola air, memperkuat tanah, dan melibatkan masyarakat dalam kewaspadaan. Setelah proses evakuasi warga, survei geologi dan geofisika dilakukan untuk identifikasi kedalaman lubang baik dengan geolistrik, seismik, ground penetrating radar (GPR).

Dapat diminimalkan

Stabilisasi tanah dapat dilakukan dengan pengisian material padat maupun teknik grouting (penyuntikan semen cair ke dalam rongga). Langkah lain menurutnya ialah perbaikan drainase dan aliran air, serta rekayasa struktur penguatan pondasi.

BACA JUGA  Kenali Tanda-tanda Wilayah Rawan Longsor

Fenomena alam ini mmang sulit dicegah, tetapi dampaknya dapat diminimalkan. Ia menyebutkan tanda-tanda awal seperti permukaan tanah retak dan turun perlahan, bangunan atau pohon miring bergeser, perubahan aliran air, hingga munculnya lubang kecil.

Pemerintah perlu melakukan survei geologi pemetaan rawan sinkhole, masyarakat juga perlu aktif melaporkan kecurigaan sesuai tanda-tanda seperti yang disebutkan tadi. Jadi, edukasi bersama penting untuk warga memahami risiko dan mitigasi. (AGT/N-01)

Oleh:

(Guru Besar bidang geologi FT UGM, Prof. Dr. Eng. Ir. Wahyu Wilopo S.T., M.Eng., IPM)

Dimitry Ramadan

Related Posts

KSP Pastikan Sertifikasi Wajib Halal Dilaksanakan Tepat Waktu

PELAKSANA Tugas Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Popy Rufaidah memastikan bahwa implementasi Wajib Halal Oktober atau kewajiban sertifikasi halal akan dilaksanakan tepat waktu yakni mulai 18 Oktober mendatang. Sebab…

Ketika Anak-anak Penyintas Kanker Dipertemukan di Candi Borobudur

PERJALANAN melewati kanker tidak berhenti ketika pengobatan medis selesai. Bagi para penyintas kanker, fase pascapengobatan menjadi bagian penting dari perjalanan untuk membangun kepercayaan diri, berinteraksi secara sosial, mengembangkan potensi diri,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

KSP Pastikan Sertifikasi Wajib Halal Dilaksanakan Tepat Waktu

  • September 20, 2026
KSP Pastikan Sertifikasi Wajib Halal Dilaksanakan Tepat Waktu

Guru Besar FEB Unas Dukung Pergantian Menkeu

  • September 19, 2026
Guru Besar FEB Unas Dukung Pergantian Menkeu

Pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Berlangsung Meriah

  • September 19, 2026
Pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026  Berlangsung Meriah

Bekuk Java United, Persija Tempel Madura United di Puncak Klasemen

  • September 19, 2026
Bekuk Java United, Persija Tempel Madura United di Puncak Klasemen

Ketika Anak-anak Penyintas Kanker Dipertemukan di Candi Borobudur

  • September 19, 2026
Ketika Anak-anak Penyintas Kanker Dipertemukan di Candi Borobudur

OJK Terbitkan Dua POJK untuk Awasi BMKS

  • September 19, 2026
OJK Terbitkan Dua POJK untuk Awasi BMKS