
SEBANYAK 22 mahasiswa Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta mengalami keracunan setelah menyantap snack yang disajikan pada hari terakhir kegiatan ECE (Early Clinical Exposure) di RS Jiwa Grhasia di Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kepala RSJ Grhasia Akhmad Akhadi, Senin menjelaskan, makanan suguhan tersebut berasal dari vendor yang telah melayani sejumlah kegiatan di RSJ Grhasia termasuk enam ECE sebelumnya.
Sepanjang 2025, RSJ Grhasia menggelar 7 kali ECE dan yang mengalami keracunan adalah peserta ECE periode ketujuh atau yang terakhir pada 2025.
Dikatakan, keracunan tersebut terjadi pada 29 Desember lalu. Kegiatan ini, kata Akhmad Akhadi, difasilitasi oleh Diklat RSJ Grhasia. “Dalam kegiatan ini disediakan pula snack yang disuplai oleh penyedia katering eksternal. Bukan disediakan oleh Grhasia sendiri,” katanya.
Dari 40 mahasiswa Prodi Keperawatan Unisa yang mengikuti kegiatan tersebut, yang melapor mengalami kejadian dengan gejala muntah, mual, diare, demam dan sebagainya, ada 22 orang. Mereka, ujarnya kemudian dirawat di sejumlah rumah sakit, antara lain di RS Grhasia (10 orang), RS Queen Latifa 8 orang, RS PKU Gampingm 2 orang, RS Condongcatur 1 orang dan RS Sakinah Idaman 1 orang.
Dalam perawatan tersebut hampir kesemuanya sudah diperbolehkan pulang.
Ia membenarkan saat ini, masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui secara tepat penyebab keracunan tersebut. (AGT/N-01)









