Layanan Kesehatan Berbasis Komunitas Diperkuat Pascabencana

PEMERINTAH memperkuat pelayanan kesehatan berbasis komunitas guna memastikan masyarakat terdampak bencana tetap memperoleh layanan kesehatan tanpa harus mengakses rumah sakit di tengah keterbatasan infrastruktur pascabencana.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan penguatan layanan kesehatan primer, khususnya puskesmas, menjadi kunci menjaga kesehatan warga di wilayah terdampak.

“Puskesmas sangat penting untuk menjaga kesehatan masyarakat di rumah-rumah, sehingga tidak perlu ke rumah sakit,” ujar Menkes saat meninjau wilayah Bener Meriah, Aceh, Jumat (19/12).

Ia menjelaskan, setelah proses revitalisasi rumah sakit selesai dilakukan, pemerintah kini mulai memfokuskan perhatian pada penguatan fasilitas puskesmas di daerah terdampak bencana.

“Saat ini kami mulai merevitalisasi sekitar 800 puskesmas di tiga provinsi,” katanya.

BACA JUGA  Bupati Humbahas Sidak Layanan Kesehatan Pascalebaran

Penguatan puskesmas tersebut bertujuan memastikan layanan promotif dan preventif tetap berjalan meski akses dan infrastruktur belum sepenuhnya pulih. Dengan layanan kesehatan yang lebih dekat ke masyarakat, risiko keterlambatan penanganan penyakit dapat ditekan sekaligus mengurangi beban rumah sakit rujukan.

Menkes juga menekankan pentingnya perhatian khusus bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.

“Kita ingin memastikan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat tetap berjalan,” ujarnya.

Menurutnya, wilayah yang masih terisolasi memiliki risiko lebih tinggi terhadap terhambatnya layanan kesehatan dasar. Karena itu, pemerintah pusat turun langsung untuk melihat kondisi lapangan dan mengidentifikasi kebutuhan riil masyarakat.

“Kabupaten ini masih terisolasi, sehingga saya ingin melihat langsung operasional layanan kesehatan dan apa yang bisa dibantu oleh pemerintah pusat,” katanya.

BACA JUGA  RS Kardiologi Emirat–Indonesia Resmi Diserahkan

Selain pelayanan medis, pemerintah juga menyalurkan dukungan pendukung berupa penyediaan listrik cadangan, air bersih, serta penguatan akses komunikasi guna menunjang keselamatan dan kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

2.561.629 Pemudik Sudah Tiba di Jakarta pada H+6 Lebaran

SEBANYAK 2.561.629 pemudik diperkirakan sudah tiba di Jakarta pada H+6 Lebaran. Hal tersebut dikatakan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat meninjau arus balik di Bakauheni, Lampung, Sabtu. “Menurut data volume…

Mantan Menhan Juwono Sudarsono Meninggal Dunia

MANTAN Menteri Pertahanan pada masa Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid  dan Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY,  Juwono Sudarsono dikabarkan meninggal dunia. Kabar duka tersebut disampaikan Kepala Biro…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Sekaligus

  • March 29, 2026
Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Sekaligus

Dzuriyat KH Wahab Chasbullah Bahas Materi Muktamar NU

  • March 29, 2026
Dzuriyat KH Wahab Chasbullah Bahas Materi Muktamar NU

Jay Idzes dan Safira Ika Putri Raih Gelar Pemain Terbaik

  • March 29, 2026
Jay Idzes dan Safira Ika Putri Raih Gelar Pemain Terbaik

Resmi Bantu Iran, Houthi Serang Israel dengan Rudal Balistik

  • March 28, 2026
Resmi Bantu Iran, Houthi Serang Israel dengan Rudal Balistik

Hujan Angin, Tiga Reklame di Kota Bandung Roboh Timpa Empat Mobil

  • March 28, 2026
Hujan Angin, Tiga Reklame di Kota Bandung Roboh Timpa Empat Mobil

2.561.629 Pemudik Sudah Tiba di Jakarta pada H+6 Lebaran

  • March 28, 2026
2.561.629 Pemudik Sudah Tiba di Jakarta pada H+6 Lebaran