Guru Besar UII Soroti Minimnya Peran Apoteker di ICU

GURU Besar Fakultas Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII), Prof. Suci Hanifah, menilai peran apoteker di unit perawatan intensif (Intensive Care Unit/ICU) di Indonesia hingga kini belum berjalan optimal.

Padahal, keterlibatan apoteker klinis memiliki peran strategis dalam mendukung keselamatan dan keberhasilan terapi pasien kritis.

Menurut Prof. Suci, ICU merupakan ruang perawatan dengan kolaborasi multidisiplin yang kompleks. Dokter berperan dalam pengambilan keputusan klinis, perawat mendampingi pasien selama 24 jam, sementara ahli gizi dan terapis menopang proses pemulihan pasien.

“Namun harus saya sampaikan dengan jujur, peran apoteker ICU di Indonesia sering kali belum hadir secara optimal. Bukan karena perannya tidak penting, melainkan karena berbagai keterbatasan, seperti , jumlah apoteker klinis yang masih minim,” ujarnya, Kamis (18/12).

BACA JUGA  UGM Tempati Urutan ke-82 Dunia dalam THE Impact Rankings 2025

“Sistem pelayanan yang belum memberi ruang memadai, dukungan manajemen yang belum merata, serta belum adanya model peran apoteker ICU yang baku dan disepakati secara luas,” lanjutnya.

Dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Fakultas Farmasi UII, Prof. Suci menjelaskan bahwa ICU merupakan unit pelayanan rumah sakit yang menangani pasien dengan kondisi penyakit kompleks, kritis, dan mengancam nyawa.

Apoteker di ICU harus banyak dilibatkan

Pasien ICU umumnya membutuhkan intervensi teknologi khusus, pemantauan ketat, serta terapi obat dengan dosis titrasi dan tapering untuk menjaga stabilitas hemodinamik dan mencapai respons terapi yang tepat.

Ia menegaskan, berbagai bukti ilmiah global menunjukkan bahwa keterlibatan apoteker klinis dalam tim ICU berkorelasi signifikan dengan perbaikan hasil terapi, penurunan kejadian efek samping obat, peningkatan efisiensi biaya, pemendekan lama rawat inap, hingga penurunan angka kematian.

BACA JUGA  INSTIPER Yogyakarta Wisuda 374 Mahasiswa

“Di ICU, intervensi apoteker klinis terbukti dapat menurunkan risiko terjadinya reaksi obat yang tidak dikehendaki maupun kegagalan respons terapi lebih dari 60 persen. Tingkat penerimaan rekomendasi apoteker oleh tenaga kesehatan lain juga sangat tinggi, yakni di atas 90 persen,” jelasnya.

82 Rekomendasi

Lebih lanjut, Prof. Suci menyebutkan bahwa konsensus para ahli pelayanan intensif telah menyusun 82 rekomendasi praktik apoteker ICU.

Rekomendasi tersebut mencakup 34 aspek pelayanan langsung kepada pasien, 21 aspek penjaminan mutu dan keselamatan pasien, 9 aspek riset, 10 aspek pendidikan, serta 8 aspek pengembangan profesional.

“Hal ini menunjukkan bahwa praktik apoteker di ICU sebenarnya sangat luas dan strategis. Tantangannya adalah bagaimana peran tersebut dapat diintegrasikan secara sistematis dalam pelayanan kesehatan di Indonesia,” pungkasnya. (AGT/S-01)

BACA JUGA  Mendikbudristek Batalkan Kenaikan UKT PTN Tahun ini

Siswantini Suryandari

Related Posts

Persib Galang Donasi untuk Korban Karhutla di Kalimantan

PERSIB Bandung mengajak Bobotoh dan masyarakat menunjukkan kepedulian mereka terhadap warga Kalimantan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain menggelar doa bersama, klub berjuluk Maung Bandung itu akan membuka…

Upacara Hari Santri 2026 Kabupaten Sleman Diawali dengan Salat Istisqa

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Sleman menggelar Upacara Peringatan Hari Santri 2026 di Lapangan Pemda Sleman pada Kamis (22/10). Acara yang diikuti oleh 1.240 santriwan dan santriwati dari berbagai pondok pesantren di…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Persib Terkapar di Madura, Persebaya Takluk di Makassar

  • October 22, 2026
Persib Terkapar di Madura,  Persebaya Takluk di Makassar

Persib Galang Donasi untuk Korban Karhutla di Kalimantan

  • October 22, 2026
Persib Galang Donasi untuk Korban Karhutla di Kalimantan

Upacara Hari Santri 2026 Kabupaten Sleman Diawali dengan Salat Istisqa

  • October 22, 2026
Upacara Hari Santri 2026 Kabupaten Sleman Diawali dengan Salat Istisqa

Kemendagri Apungkan Sinkronisasi Pembangunan Giant Sea Wall dan Tata Ruang Pantura

  • October 22, 2026
Kemendagri Apungkan Sinkronisasi Pembangunan Giant Sea Wall dan Tata Ruang Pantura

Kepala BKN Prof Zudan Tegaskan Visi-Misi Pemda Kotabaru Terwujud Lebih Cepat dengan Manajemen Talenta

  • October 22, 2026
Kepala BKN Prof Zudan Tegaskan Visi-Misi Pemda Kotabaru Terwujud Lebih Cepat dengan Manajemen Talenta

Perkuat Pasar Modal, OJK Beri Sanksi Denda Sejumlah Perusahaan

  • October 22, 2026
Perkuat Pasar Modal, OJK Beri Sanksi Denda Sejumlah Perusahaan