Guru Besar UII Soroti Minimnya Peran Apoteker di ICU

GURU Besar Fakultas Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII), Prof. Suci Hanifah, menilai peran apoteker di unit perawatan intensif (Intensive Care Unit/ICU) di Indonesia hingga kini belum berjalan optimal.

Padahal, keterlibatan apoteker klinis memiliki peran strategis dalam mendukung keselamatan dan keberhasilan terapi pasien kritis.

Menurut Prof. Suci, ICU merupakan ruang perawatan dengan kolaborasi multidisiplin yang kompleks. Dokter berperan dalam pengambilan keputusan klinis, perawat mendampingi pasien selama 24 jam, sementara ahli gizi dan terapis menopang proses pemulihan pasien.

“Namun harus saya sampaikan dengan jujur, peran apoteker ICU di Indonesia sering kali belum hadir secara optimal. Bukan karena perannya tidak penting, melainkan karena berbagai keterbatasan, seperti , jumlah apoteker klinis yang masih minim,” ujarnya, Kamis (18/12).

BACA JUGA  ITB dan Telkomsel Dirikan AI Innovation Hub

“Sistem pelayanan yang belum memberi ruang memadai, dukungan manajemen yang belum merata, serta belum adanya model peran apoteker ICU yang baku dan disepakati secara luas,” lanjutnya.

Dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Fakultas Farmasi UII, Prof. Suci menjelaskan bahwa ICU merupakan unit pelayanan rumah sakit yang menangani pasien dengan kondisi penyakit kompleks, kritis, dan mengancam nyawa.

Apoteker di ICU harus banyak dilibatkan

Pasien ICU umumnya membutuhkan intervensi teknologi khusus, pemantauan ketat, serta terapi obat dengan dosis titrasi dan tapering untuk menjaga stabilitas hemodinamik dan mencapai respons terapi yang tepat.

Ia menegaskan, berbagai bukti ilmiah global menunjukkan bahwa keterlibatan apoteker klinis dalam tim ICU berkorelasi signifikan dengan perbaikan hasil terapi, penurunan kejadian efek samping obat, peningkatan efisiensi biaya, pemendekan lama rawat inap, hingga penurunan angka kematian.

BACA JUGA  FH UII Jajaki Kerjasama dengan Universitas Chulalongkorn

“Di ICU, intervensi apoteker klinis terbukti dapat menurunkan risiko terjadinya reaksi obat yang tidak dikehendaki maupun kegagalan respons terapi lebih dari 60 persen. Tingkat penerimaan rekomendasi apoteker oleh tenaga kesehatan lain juga sangat tinggi, yakni di atas 90 persen,” jelasnya.

82 Rekomendasi

Lebih lanjut, Prof. Suci menyebutkan bahwa konsensus para ahli pelayanan intensif telah menyusun 82 rekomendasi praktik apoteker ICU.

Rekomendasi tersebut mencakup 34 aspek pelayanan langsung kepada pasien, 21 aspek penjaminan mutu dan keselamatan pasien, 9 aspek riset, 10 aspek pendidikan, serta 8 aspek pengembangan profesional.

“Hal ini menunjukkan bahwa praktik apoteker di ICU sebenarnya sangat luas dan strategis. Tantangannya adalah bagaimana peran tersebut dapat diintegrasikan secara sistematis dalam pelayanan kesehatan di Indonesia,” pungkasnya. (AGT/S-01)

BACA JUGA  UGM Tempati Urutan ke-82 Dunia dalam THE Impact Rankings 2025

Siswantini Suryandari

Related Posts

360 PNS DIY Menerima Satyalancana

SRI Sultan Hamengku Buwono X, menyematkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Saya Presiden Republik Indonesia kepada 360 PNS atas pengabdian selama 10, 20 dan 30 tahun. Dalam kesempatan itu Gubernur mengingatkan…

Imbas Abu Vulkanik, Jabar Terapkan PJJ dan Siapkan Posko Pengungsian

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat  memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di wilayah yang terkena abu vulkanik tinggi. Kepala sekolah diminta segera melakukan penghentian sementara kegiatan sekolah dan aktivitas luar ruangan apabila…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

360 PNS DIY Menerima Satyalancana

  • September 7, 2026
360 PNS DIY Menerima Satyalancana

Terdampak Abu Vulkanik, Rombongan Dispendik Jember Pakai Travel ke Jakarta

  • September 7, 2026
Terdampak Abu Vulkanik, Rombongan Dispendik Jember Pakai Travel ke Jakarta

Fraksi Gerindra Soroti Tren Penurunan Kepuasan Publik pada Pemkab Sidoarjo

  • September 7, 2026
Fraksi Gerindra Soroti Tren Penurunan Kepuasan Publik pada Pemkab Sidoarjo

8 Bandara Ditutup Dampak Abu Vulkanik, Bandara Kertajati Siap Jadi Alternatif

  • September 7, 2026
8 Bandara Ditutup Dampak Abu Vulkanik,  Bandara Kertajati Siap Jadi Alternatif

Imbas Abu Vulkanik, Jabar Terapkan PJJ dan Siapkan Posko Pengungsian

  • September 7, 2026
Imbas Abu Vulkanik, Jabar Terapkan PJJ dan Siapkan Posko Pengungsian

Terdampak Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan di Bandara Juanda Dibatalkan

  • September 7, 2026
Terdampak Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan di Bandara Juanda Dibatalkan