
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) memberikan dukungan rehabilitasi sosial kepada Nur Ahmat Rohmatulloh (16), korban robohnya musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Surabaya. Ahmat, yang mengalami amputasi lengan kiri, akan mendapatkan tangan palsu bionic serta bantuan pemberdayaan bagi keluarganya.
Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos, Supomo, menyampaikan bahwa bantuan tersebut diberikan untuk memulihkan fungsi sosial Ahmat pasca-musibah.
“Kami datang untuk bersilaturahmi, memastikan kondisi putra Bapak, sekaligus memastikan bantuan dari Kemensos sudah sampai,” ujar Supomo saat mengunjungi rumah keluarga korban di Simokerto, Surabaya, Jumat (5/12).
Ahmat membutuhkan tangan palsu bionic setelah lengan kirinya harus diamputasi akibat luka saat belajar di pesantren. Selain bantuan alat bantu, Kemensos juga memberikan bantuan wirausaha untuk keluarganya.
“Nanti akan dibantu pembuatan tangannya dan dibantu kembali bersekolah agar cita-citanya dapat tercapai,” kata Supomo.
Ia juga memberikan motivasi dengan mencontohkan penyandang disabilitas yang tetap berprestasi meski memiliki keterbatasan.
Di lokasi yang sama, Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis, Andy Kurniawan, menyampaikan bahwa proses pembuatan tangan bionic masih menunggu pemulihan.
“Masih ada pembengkakan dan belum permanen. Standarnya, pengukuran baru bisa dilakukan tiga bulan setelah operasi,” jelasnya.
Kepala Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Kemensos, Nova Dwiyanto Suli, menambahkan bahwa pengukuran tangan palsu diperkirakan bisa dilakukan akhir Desember atau awal Januari, tergantung perkembangan kondisi jaringan.
Ia memastikan Sentra Soeharso siap memproduksi tangan bionic, sementara proses pendampingannya juga mendapat dukungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Dinsos Jatim. (*/S-01)









