SMA Katolik Santo Mikhael Solor Resmi Menjadi Sekolah Negeri

PENANTIAN panjang masyarakat Flores Timur, khususnya masyarakat Solor, akhirnya terjawab. SMA Katolik (SMAK) Santo Mikhael Solor yang berlokasi di Desa Lewonama, Kecamatan Solor Barat, resmi berubah status menjadi SMAK Negeri St. Mikhael Flores Timur.

SMAK Santo Mikhael Solor sebelumnya merupakan sekolah binaan Ditjen Bimas Katolik dengan izin operasional berdasarkan SK Dirjen Bimas Katolik Nomor 292 Tahun 2015. Melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 1541 Tahun 2025 tentang Penegerian Dua Sekolah Menengah Agama Katolik, tertanggal 2 Oktober 2025, sekolah tersebut resmi menjadi sekolah negeri.

Momen bersejarah itu dirayakan pada Kamis (4/12/2025). Ribuan warga datang memenuhi halaman sekolah dalam suasana penuh sukacita. Doa lintas agama—melibatkan umat Katolik, Kristen, dan Islam, digelar sebagai ungkapan syukur bersama. Tabuhan drumband dari MAN 2 Flores Timur turut memeriahkan suasana.

BACA JUGA  Kementerian Agama Usul Biaya Haji Rp93,3 Juta per Orang

Kementerian Agama menegaskan komitmennya terhadap pemerataan layanan pendidikan keagamaan. Dengan penegerian ini, jumlah sekolah Katolik negeri bertambah menjadi lima, termasuk dua sekolah yang baru dinyatakan negeri pada tahun ini.

Dirjen Bimas Katolik, Suparman, mengatakan pemerintah akan terus mendukung penyelenggaraan pendidikan keagamaan Katolik sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia menilai SMAK Negeri St. Mikhael Flores Timur memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang unggul, berintegritas, dan berakar pada nilai-nilai spiritual serta budaya lokal.

“Saya berharap sekolah ini menjadi ruang bagi lahirnya generasi muda yang siap menjawab tantangan zaman dengan hati yang kuat dan pikiran yang terang,” ujarnya.

Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, menambahkan bahwa penegerian sekolah keagamaan merupakan bentuk pengakuan negara terhadap hak seluruh agama dalam sistem pendidikan nasional.

BACA JUGA  87 Aset Kendaran Haji tidak Layak Kemenag Terjual di Jeddah

“Ini bentuk keadilan negara. Pendidikan berbasis agama apa pun harus diberi ruang yang setara untuk berkontribusi bagi bangsa,” katanya. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Wabup Sleman Buka TMMD Sengkuyung Tahap I 2026

WAKIL Bupati Sleman Danang Maharsa membuka kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 di Lapangan Sumberadi, Mlati, Sleman, Selasa (10/2). Program TMMD dinilai mampu mempercepat akselerasi…

DLH Imbau Warga Tak Konsumsi Ikan dari Sungai Cisadane

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi ikan dari Sungai Cisadane menyusul ditemukannya ikan-ikan mati mendadak sejak Senin (9/2) malam. Imbauan tersebut disampaikan Selasa (10/2) setelah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kernet PO Bus Pariwisata Gasak Brankas saat Pesta Miras

  • February 11, 2026
Kernet PO Bus Pariwisata Gasak Brankas saat Pesta Miras

Commuter Line Dukung Mobilitas Aglomerasi Jawa Tengah

  • February 11, 2026
Commuter Line Dukung Mobilitas Aglomerasi Jawa Tengah

Polisi Bekuk Komplotan Penipu yang Sasar Anak di Bawah Umur

  • February 11, 2026
Polisi Bekuk Komplotan Penipu yang Sasar Anak di Bawah Umur

UGM Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Jalur Afirmasi untuk Daerah 3T

  • February 11, 2026
UGM Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Jalur Afirmasi untuk Daerah 3T

65 Persen dari 1.566 Wisudawan UNY Tahun ini adalah Perempuan

  • February 11, 2026
65 Persen dari 1.566 Wisudawan UNY Tahun ini adalah Perempuan

Kadin Sidoarjo Tegaskan Posisi sebagai Mitra Strategis

  • February 11, 2026
Kadin Sidoarjo Tegaskan Posisi sebagai Mitra Strategis