Kalisha Nirmala, Peneliti Terbaik Indofood Riset Nugraha

KALISHA Nirmala Chandra, mahasiswi Fakultas Peternakan UGM berhasil meraih penghargaan Peneliti Terbaik dalam program Indofood Riset Nugraha (IRN) 2024–2025.

Kalisha dinobatkan setelah mempresentasikan penelitian berjudul “Designing Functional Eggs: Peningkatan Kualitas Telur dan Ekspresi Gen Antioksidan Ayam Petelur Melalui Inovasi Suplemen Pakan Berbahan Selenium Organik.”

Dalam risetnya, Kalisha mengembangkan konseptelur fungsional”, yaitu telur yang tidak hanya bergizi tinggi tetapi juga memiliki manfaat kesehatan tambahan bagi manusia. Inovasi ini dilakukan melalui pengayaan pakan ayam petelur dengan selenium organik — mineral penting yang berperan dalam sistem pertahanan antioksidan tubuh unggas.

Penelitian yang dilakukan di bawah bimbingan Dr. Muhsin Al Anas dari Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak Fapet UGM itu menemukan bahwa penambahan selenium organik mampu meningkatkan kualitas telur dan produktivitas ayam petelur secara signifikan.

BACA JUGA  Lonjakan Wisatawan Nataru Uji Daya Tahan Kota Yogyakarta

Riset ini menunjukkan bagaimana inovasi pakan dapat menghasilkan produk ternak yang unggul secara produktivitas sekaligus memberikan manfaat kesehatan nyata bagi manusia. Ini sejalan dengan arah penelitian Fapet UGM dalam mendorong inovasi pangan berkelanjutan,” ujar Kalisha, Jumat (17/10).

Hasil penelitian juga menunjukkan peningkatan ekspresi gen antioksidan seperti GPx1, SOD1, CAT, dan Nrf2 pada jaringan hati ayam, serta peningkatan antibodi (IgY) dan kandungan selenium pada telur.

Keberhasilan Kalisha menjadi peneliti terbaik IRN menjadi kebanggaan bagi UGM sekaligus bukti bahwa mahasiswa Indonesia mampu menghasilkan riset berstandar tinggi yang memberi dampak nyata bagi masyarakat dan industri pangan nasional.

Program Indofood Riset Nugraha (IRN) sendiri merupakan inisiatif PT Indofood Sukses Makmur Tbk yang sejak lama menjadi wadah pengembangan riset mahasiswa di bidang pangan, gizi, dan pertanian. Program ini berkomitmen mendukung generasi muda Indonesia menciptakan inovasi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis sains dan teknologi.

BACA JUGA  30 Prodi Terketat di Jalur SNBT UGM Rata-rata Peluangnya 3,08%

Prestasi Kalisha diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berkontribusi menghadirkan solusi ilmiah bagi tantangan pangan masa depan. (AGT/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Normalisasi Melanggengkan Kekerasan di Lingkungan Kampus

HINGGA saat ini masih banyak terjadi kekerasan di lingkungan kampus, baik yang dilaporkan maupun tidak dilaporkan. Untuk mewujudkan lingkungan akademik yang aman dan inklusif tidak hanya membutuhkan kebijakan, tetapi juga…

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

GELARAN Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 di Kota Semarang,  Jawa Tengah  tak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mesin penggerak ekonomi. Melalui Pameran Serambi Nusantara yang diikuti…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Menkeu Suahasil Berkomitmen Jaga APBN dan Stabilitas Perekonomian

  • September 15, 2026
Menkeu Suahasil Berkomitmen Jaga APBN dan Stabilitas Perekonomian

TNI AL Siap Kawal Kapal Induk Garibaldi saat Masuk ALKI I

  • September 15, 2026
TNI AL Siap Kawal Kapal Induk Garibaldi saat Masuk ALKI I

Tangkap Tangan Dirjen ATR/BPN, KPK Sita Uang Ratusan Miliar

  • September 15, 2026
Tangkap Tangan Dirjen ATR/BPN, KPK Sita Uang Ratusan Miliar

Normalisasi Melanggengkan Kekerasan di Lingkungan Kampus

  • September 15, 2026
Normalisasi Melanggengkan Kekerasan di Lingkungan Kampus

Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

  • September 14, 2026
Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

  • September 14, 2026
Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari