Pansel BPJS Resmi Dibentuk, Siapkan Seleksi Pemimpin Baru

PEMERINTAH resmi membentuk Panitia Seleksi (Pansel) calon anggota Dewan Pengawas dan Direksi BPJS Kesehatan serta BPJS Ketenagakerjaan periode 2026–2031, Senin (13/10). Pembentukan ini dilakukan sebagai persiapan menjelang berakhirnya masa jabatan Dewas dan Direksi pada 19 Februari 2026.

Pansel dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pemilihan dan Penetapan Anggota Dewan Pengawas serta Direksi BPJS. Komposisi Pansel mencakup dua unsur pemerintah dan lima tokoh masyarakat yang memiliki keahlian di bidang ekonomi, keuangan, perbankan, aktuaria, pelayanan kesehatan, dana pensiun, hukum, hingga manajemen risiko.

Untuk BPJS Kesehatan, Pansel diketuai oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha, dengan Adang Bachtiar sebagai wakil ketua. Anggotanya antara lain Luky Alfirman, Wahyu Sulistiadi, Mohamad Subuh, Dedi Supratman, dan Hermanto Achmad.

BACA JUGA  704 Anggota BPKal Sleman Terima BPJS Ketenagakerjaan

Sementara itu, Pansel BPJS Ketenagakerjaan diketuai oleh Indah Anggoro Putri, dengan Abdul Gaffar Karim sebagai wakil ketua. Anggota lainnya meliputi Sudarto, Julizar Idris, Abdul Wahab, Arif Nugroho, dan Royanto Purba.

Ketua Pansel BPJS Kesehatan, Kunta Wibawa, menegaskan bahwa pembentukan panitia seleksi bukan sekadar mencari pengganti pejabat lama, tetapi bagian dari upaya reformasi menyeluruh terhadap sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Setelah satu dekade berjalan sejak 2014, BPJS Kesehatan perlu melakukan pembenahan agar lebih tepat sasaran dan berkeadilan. Pemimpin baru harus memiliki visi perubahan, inovatif, profesional, serta mampu memastikan kemudahan akses layanan dan proteksi finansial peserta,” ujarnya.

Pansel BPJS cari sosok reformis

Senada, Wakil Ketua Pansel BPJS Ketenagakerjaan, Abdul Gaffar Karim, menyebut tantangan utama lembaga tersebut meliputi validasi data, kepatuhan iuran, dan efektivitas koordinasi antar lembaga.

BACA JUGA  PBI JK Dinonaktifkan, Ini Penjelasannya

“Kami mencari sosok reformis yang mampu mengelola data dengan akurat, membangun kerja sama lintas kementerian, dan berorientasi pada kepentingan peserta,” kata Gaffar.

Tahapan seleksi akan berlangsung secara transparan dan terbuka dalam delapan tahap. Pendaftaran dibuka pada 14–16 Oktober, dilanjutkan dengan pemeriksaan administrasi hingga 23 Oktober. Masyarakat dapat memberikan tanggapan terhadap calon pada 23 Oktober-12 November, sebelum dilanjutkan uji kelayakan dan kepatutan pada 18–24 November.

Penetapan calon anggota Dewan Pengawas dan Direksi dijadwalkan pada 8 Desember 2025.

Pemerintah menegaskan seluruh proses seleksi menjunjung tinggi prinsip integritas, profesionalisme, dan partisipasi publik, guna menghasilkan pemimpin terbaik bagi kedua badan penyelenggara jaminan sosial tersebut.

Dengan kepemimpinan yang tepat, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan dapat memperkuat sistem jaminan sosial nasional, meningkatkan kualitas layanan, serta memastikan kesejahteraan masyarakat Indonesia. (*/S-01)

BACA JUGA  DPR-Pemerintah Sepakat BPJS PBI Tetap Aktif Tiga Bulan

Siswantini Suryandari

Related Posts

Sederet Tokoh Bangsa Dapat Penghargaan HPN Awards

SEMANGAT apresiasi terhadap dedikasi dan pengabdian para tokoh bangsa mewarnai malam Penganugerahan HPN Awards 2026 yang digelar Berlian Organizer di Diamond Ballroom, Quest Hotel Simpang Lima Semarang, Jumat (26/6/2026). Sebanyak…

Pencarian Lansia Hilang di Hutan Selorejo belum juga Berhasil

TIM SAR Gabungan belum juga berhasil menemukan lansia yang dilaporkan hilang di kawasan Hutan Selorejo, Kalurahan Sodo, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul hingga Jumat (26/6). Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Buat Sejarah, Timnas Voli Indonesia Jadi Juara AVC Cup 2026

  • June 28, 2026
Buat Sejarah, Timnas Voli Indonesia Jadi Juara AVC Cup 2026

Jumlah Korban Meninggal akibat Gempa Venezuela 1.430 orang

  • June 28, 2026
Jumlah Korban Meninggal akibat Gempa Venezuela 1.430 orang

UII Lantik 88 Lulusan Perdana Program Profesi Insinyur

  • June 28, 2026
UII Lantik 88 Lulusan Perdana Program Profesi Insinyur

Rektor UGM Dianugerahi Gelar Doktor Honoris Causa dari University of Dundee

  • June 28, 2026
Rektor UGM Dianugerahi Gelar Doktor Honoris Causa dari University of Dundee

Aljazair dan Austria Susul Argentina ke Babak 32 Besar

  • June 28, 2026
Aljazair dan Austria Susul Argentina ke Babak 32 Besar

Kolombia, Portugal, dan Kongo Lolos ke 32 Besar dari Grup K

  • June 28, 2026
Kolombia, Portugal, dan Kongo Lolos ke 32 Besar dari Grup K