Kemensos Genjot Sinergi Pusat-Daerah Atasi Kemiskinan

PRESIDEN Prabowo Subianto menargetkan kemiskinan ekstrem di Indonesia dapat ditekan hingga nol persen pada 2026 dan angka kemiskinan relatif turun menjadi 4,5 persen pada 2029. Untuk mencapai target tersebut, sinergi pemerintah pusat dan daerah dinilai mutlak.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menegaskan seluruh usulan program daerah yang selaras dengan strategi nasional pengentasan kemiskinan akan diproses.

“Silakan teknisnya dikonsultasikan dengan pelaksana. Untuk rumah layak huni bisa langsung ke PKP, sementara program lain dikoordinasikan sesuai bidang. Harapan kita, masyarakat segera keluar dari kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem tahun depan,” ujarnya saat audiensi bersama Pemda Sumatera Barat, Kabupaten Solok, dan Bone Bolango di Kantor Kemensos, Senin (22/9).

BACA JUGA  Pencairan Bantuan Sosial Triwulan Pertama Sebelum Ramadan

Agus menuturkan, strategi pengentasan kemiskinan mengacu pada tiga mandat utama Presiden: pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), Sekolah Rakyat, dan bantuan sosial.

“Presiden selalu menekankan, pertama kita harus bekerja berdasarkan data, kedua bansos harus tepat sasaran. Sebesar apa pun anggaran, kalau datanya tidak jelas, tidak akan efektif,” jelasnya.

DTSEN, lanjut Agus, tidak hanya memastikan bansos lebih akurat, tetapi juga mendukung program pendidikan. Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah ingin memutus rantai kemiskinan lintas generasi.

“Pak Presiden ingin melalui Sekolah Rakyat, transmisi kemiskinan bisa diputus. Banyak orang tua siswa bilang tidak punya harapan menyekolahkan anak tanpa Sekolah Rakyat,” ucapnya.

Sinergi pusat-daerah tekan kemiskinan

Selain itu, Kemensos mengedepankan pemberdayaan sosial dengan slogan “Bantuan Sementara, Pemberdayaan Selamanya” agar penerima bansos mandiri melalui usaha produktif. Agus mencontohkan hasil kerajinan eceng gondok di Banyumas yang kini diekspor ke Amerika.

BACA JUGA  Kemensos Mulai Petakan Aliran Lahar Dingin Gunung Marapi

Program tersebut mendapat dukungan daerah. Sekda Sumbar Ari Yuswandi menyebut sudah ada tiga rintisan Sekolah Rakyat di Padang dan Solok, serta rencana lahan permanen di beberapa kabupaten.

Bupati Solok Jon Firman Pandu menegaskan komitmen mempercepat dokumen pendukung Sekolah Rakyat, sementara Bupati Bone Bolango Ismet Mile mengajukan kebutuhan 1.000 rumah pesisir dan menyiapkan lahan 7 hektare untuk sekolah tersebut.

Menanggapi hal itu, Agus Jabo menyarankan Pemda Bone Bolango mengajukan program Kampung Siaga Bencana untuk wilayah rawan banjir.

“Nantinya akan ada lumbung dan penyediaan kebutuhan darurat seperti permakanan, tenda, dan alat tidur. Bisa langsung diajukan,” pungkasnya. (*/S-01)

BACA JUGA  Kemensos dan BGN Kolaborasi Program Makan Bergizi Gratis

Siswantini Suryandari

Related Posts

Menjelajahi Bangkai Kapal Perang Dunia II di Perairan Tulamben Bali

UNIT Kegiatan Mahasiswa (UKM) Selam Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan Latihan Perairan Terbuka (LPT) XXXVI di Tulamben, Bali, 30 April hingga 4 Mei lalu. Sebanyak 55 mahasiswa mengikuti kegiatan ini…

Dewan Juri dan MC di LCC Empat Pilar Kalbar Resmi Dinonaktifkan

SEKRETARIAT Jenderal MPR RI meminta maaf atas kelalaian Dewan Juri yang menyebabkan polemik terkait pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Selain itu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Menjelajahi Bangkai Kapal Perang Dunia II di Perairan Tulamben Bali

  • May 13, 2026
Menjelajahi Bangkai Kapal Perang Dunia II di Perairan Tulamben Bali

Mengenali Apa Itu Hantavirus

  • May 13, 2026
Mengenali Apa Itu Hantavirus

Risiko Mendaki Gunung Saat Aktivitas Vulkanik Meningkat

  • May 13, 2026
Risiko Mendaki Gunung Saat Aktivitas Vulkanik Meningkat

Ini loh, Fungsi Sayap pada Hewan Purba

  • May 13, 2026
Ini loh, Fungsi Sayap pada Hewan Purba

Sebagian Jalan Kabupaten Sleman Rusak

  • May 13, 2026
Sebagian Jalan Kabupaten Sleman Rusak

Dibekuk Jepang, Timnas U-17 Indonesia Gagal ke Piala Dunia

  • May 13, 2026
Dibekuk Jepang, Timnas U-17 Indonesia Gagal ke Piala Dunia