
KEPALA Badan Geologi Kementerian ESDM M Wafid dalam keterangan tertulis mengatakan gempa bumi di Kabupaten Bekasi yang terjadi Rabu (20/8) pukul 19:54:56 WIB dipicu oleh sesar naik pada zona Sesar Baribis.
M Wafid mengharapkan masyarakat melakukan pemeriksaan mandiri terkait kondisi bangunan setelah terjadi gempa bumi meskipun hingga kini belum ada laporan kerusakan,
“Masyarakat juga diimbau menjauhi daerah tebing yang berpotensi terjadi gerakan tanah, terutama saat terjadi hujan,” ujarnya.
Apa itu sesar Baribis yang memicu gempa di Kabupaten Bekasi?
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Kebencanaan Geologi telah melakukan penelitian mengenai sesar aktif utama di pulau Jawa, yaitu Sesar Baribis-Kendeng. Letaknya memanjang dari barat hingga timur dan ada di bagian belakang (utara) busur vulkanik Jawa.
Dikutip dari laman BRIN, Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Sonny Aribowo mengatakan, Sesar Baribis-Kendeng merupakan sebuah sistem sesar yang kompleks dan besar, yang disebut Java Back-arc Thrust.
Di Jawa Barat, sesar ini melewati Cirebon, Indramayu, Majalengka, Subang, Purwakarta, Karawang, dan Bekasi. Ada indikasi melalui daerah selatan Jakarta (perbatasan dengan Depok) dan di daerah Bogor.
Lokasi jalur sesar aktif-pernah bergerak setidaknya sejak 11 ribu tahun lalu melalui kota-kota padat penduduk.
Pada artikel berjudul “Active Back-arc Thrust in North West Java, Indonesia yang terbit di jurnal Tectonics tahun 2022, Java Back-arc Thrust aktif di segmen Tampomas, sejak sekitar 50 ribu tahun lalu sampai saat ini. (*/S-01)








