Pemerintah Diimbau Sediakan Konservasi Gajah yang Sesuai Habitatnya

GURU Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM Prof. Dr. drh. R. Wisnu Nurcahyo menilai penyerahan lahan seluas 20.000 hektare  merupakan langkah yang luar biasa.

Apalagi, Presiden Prabowo Subianto kemudian menyerahkan areal seluas 90.000 hektare di Aceh untuk keperluan perlindungan, pelestarian dan keberlanjutan gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang kini mulai terancam.

Prof. Wisnu kemudian mengingatkan efektivitas konservasi tetap bergantung pada kepastian status lahan dan kesesuaian habitat.

Tumpang tindih

“Kalau ingin dibuat seperti taman nasional akan lebih bagus. Tapi tantangan terbesarnya memang status lahan yang sering tumpang tindih dengan kebun sawit, tambang, dan permukiman masyarakat,” ujarnya pada Rabu (23/7) di kampusnya.

BACA JUGA  Dua Desa di Kalimantan Timur Jadi Konservasi Pesut Mahakam

Dikatakan, konservasi yang ideal harus dilakukan di habitat asli gajah yang masih menyediakan pakan dan air alami, bukan di areal bekas perkebunan atau dekat pemukiman.

Ia juga menekankan pentingnya melibatkan masyarakat lokal dan LSM dalam proses konservasi, selain dukungan dari organisasi seperti WWF.

“Pemerintah sudah punya strategi dan rencana aksi konservasi gajah, tinggal implementasinya. Itu butuh kolaborasi dan pendanaan dari pemerintah, CSR perusahaan, hingga lembaga donor internasional,” jelasnya.

Keterbatasan anggaran

Prof. Wisnu kemudian menyoroti terbatasnya anggaran pemerintah untuk konservasi gajah. Ia menyebut banyak anak gajah mati karena virus EEHV, dan gajah dewasa menjadi korban perburuan liar atau jerat.

“Anggaran untuk patroli dan perawatan medis sangat minim. Padahal ini krusial untuk menyelamatkan populasi yang tersisa,” imbuhnya.

BACA JUGA  Pemerintah Harus Perkuat Aspek Preventif Kesehatan

Ia berharapan konservasi gajah menjadi tanggung jawab bersama. Menurutnya, UGM siap berperan melalui riset, edukasi, dan kolaborasi lapangan. Sebab, Konservasi tidak cukup dari pemerintah saja, tapi butuh gerakan kolektif semua pihak.

“Dengan langkah berani, kolaborasi nyata, dan dukungan ilmu pengetahuan, konservasi gajah bukan hanya mungkin, tapi perlu menjadi komitmen bersama demi masa depan yang lebih lestari,” katanya. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Viral Ribuan Ikan Tembang Terdampar di Pantai Kolaka, Ini Kata BMKG

SEJUMLAH video yang memperlihatkan warga berbondong-bondong memunguti ribuan ikan tembang di bibir pantai viral di berbagai platform media sosial. Belakangan terungkap, fenomena tersebut terjadi di sepanjang Pantai Desa Ladahai-Tamborasi, Kecamatan…

Kemendikdasmen Kirim 5,5 Juta Buku ke 24.609 SD dan SMP

KEMENTERIAN Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendistribusikan 5.538.300 eksemplar buku bacaan bermutu untuk 24.609 sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang tersebar di 510 kabupaten/kota pada 38 provinsi.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Malaysia Hormati Hukum di Indonesia Soal Pilot Penyelundup Narkoba

  • July 31, 2026
Malaysia Hormati Hukum di Indonesia Soal Pilot Penyelundup Narkoba

Bekuk Tampines Roves, Persib Sempurna di Grup A

  • July 31, 2026
Bekuk Tampines Roves, Persib Sempurna di Grup A

Terkam DPMM FC, Arema Melaju ke Semifinal Piala Presiden

  • July 31, 2026
Terkam DPMM FC, Arema Melaju ke Semifinal Piala Presiden

Pergantian Pemain Jadi Kunci Kemenangan Indonesia atas Timor Leste

  • July 31, 2026
Pergantian Pemain Jadi Kunci Kemenangan Indonesia atas Timor Leste

Kapolda DIY Pimpin Sertijab Pergantian Pejabat Utama dan Kapolresta

  • July 31, 2026
Kapolda DIY Pimpin Sertijab Pergantian Pejabat Utama dan Kapolresta

Buat Film Anti-korupsi dan KDRT, Sule Ingin Bantu Edukasi Warga Tasikmalaya

  • July 31, 2026
Buat Film Anti-korupsi dan KDRT, Sule Ingin Bantu Edukasi Warga Tasikmalaya