KPAI: Tragedi Garut Alarm Keselamatan Anak

KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti tragedi yang menewaskan tiga orang dalam acara pesta rakyat di Kabupaten Garut alarm untuk keselamatan anak.

Tragedi itu sebagai duka nasional, bukan sekadar insiden lokal. Pasalnya, salah satu korban adalah anak-anak, sementara ada anak lain yang kehilangan ayahnya.

“Ini bukan hanya angka. Ada anak yang gugur, dan ada anak yang kehilangan ayah. Tragedi ini terjadi menjelang Hari Anak Nasional, dan menjadi duka mendalam bagi kita semua,” tegas Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, Senin (21/7).

KPAI mendesak aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti kasus ini secara serius. Jasra menegaskan bahwa ada fakta hukum yang tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, kepolisian diminta mengusut tuntas pihak-pihak yang bertanggung jawab, termasuk panitia penyelenggara, prosedur perizinan, serta mitigasi risiko acara.

BACA JUGA  Dana Stimulan Gempa Garut masih Diproses, Warga Harap Sabar

“Aspek kelalaian harus diungkap secara menyeluruh. Jangan hanya berhenti pada siapa yang salah, tapi harus ada kebijakan jangka panjang untuk mencegah tragedi serupa,” katanya.

Kebijakan Keselamatan Anak Akan Diluncurkan

Menanggapi kejadian ini, KPAI tengah menyiapkan kebijakan keselamatan anak dalam kegiatan publik, yang akan diluncurkan menjelang Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2025.
Kebijakan ini akan mengatur pencegahan, penanganan, dan pengawasan keselamatan anak di berbagai ruang publik, termasuk sekolah dan tempat keramaian.

“Harus ada SOP, jalur evakuasi khusus untuk anak, lansia, dan ibu hamil. Ini bukan hanya empati, tapi kewajiban hukum dan moral,” ujar Jasra.

Ia juga menekankan bahwa anak-anak tidak bisa disamakan dengan orang dewasa dalam situasi darurat. Secara fisik dan psikologis, mereka lebih rentan, dan tidak memiliki kemampuan menyelamatkan diri sebaik orang dewasa.

BACA JUGA  KDM Ajak Masyarakat Kembalikan Fungsi Gunung untuk Cegah Bencana

“Kalau ada kerumunan besar, aparat harus sigap. Anak-anak tidak punya daya tahan untuk menyelamatkan diri. Video yang beredar memperlihatkan betapa kacaunya suasana saat kegiatan makan gratis itu berlangsung,” ungkapnya.

Minta Penyelidikan Tuntas

Jasra juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga para korban, terutama anak-anak yang terdampak langsung maupun tidak langsung.

“Siapa pun orang tua tentu tidak ingin anaknya pulang tanpa kembali. Kami berdoa agar para korban diterima di sisi Tuhan dan keluarga diberi ketabahan,” katanya.

KPAI akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam penyelidikan kasus ini. Jasra menyebut adanya informasi bahwa salah satu korban dari aparat kepolisian meninggalkan tiga anak kecil, yang kini harus menghadapi dampak psikologis yang besar.

BACA JUGA  Dana Operasional Gubernur dan Wagub Jabar Rp28 Miliar Lebih Jadi Sorotan

“Tragedi ini menjadi alarm bagi semua pihak, terutama pemerintah daerah, agar keselamatan anak tak lagi diabaikan dalam setiap kegiatan publik,” pungkasnya. (Rava/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

FIFA ASEAN Cup 2026 Ajang Bergengsi, Erick Thohir Sebut Duel Indonesia Vs Malaysia Jadi Laga yang Sangat Dinantikan

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyebut FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai turnamen  yang menghadirkan kualitas dan rivalitas sepak bola terbaik di kawasan Asia Tenggara. Menurut Erick, besarnya perhatian FIFA terhadap…

56 Ribu Tiket Indonesia vs Malaysia Ludes Terjual, Antusiasme Suporter kian Tinggi

Sebanyak 56.000 tiket pertandingan Timnas Indonesia melawan Malaysia pada matchday kedua Grup A, FIFA ASEAN Cup 2026 telah terjual hingga Senin 28 September 2026 pukul 12.00 WIB. Angka tersebut masih…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

FIFA ASEAN Cup 2026 Ajang Bergengsi, Erick Thohir Sebut Duel Indonesia Vs Malaysia Jadi Laga yang Sangat Dinantikan

  • September 28, 2026
FIFA ASEAN Cup 2026 Ajang Bergengsi, Erick Thohir Sebut Duel Indonesia Vs Malaysia Jadi Laga yang Sangat Dinantikan

Pengembangan Neuropsikologi di Indonesia Dinilai masih Tertinggal

  • September 28, 2026
Pengembangan Neuropsikologi di Indonesia Dinilai masih Tertinggal

Fakultas Farmasi UGM Peringkat 1 Indonesia dan Top 500 Asia Versi EduRank

  • September 28, 2026
Fakultas Farmasi UGM Peringkat 1 Indonesia dan Top 500 Asia Versi EduRank

Polsek Turi Tangkap Pembacok Guru

  • September 28, 2026
Polsek Turi Tangkap Pembacok Guru

Sidak Rumah Pompa Sidokare, Wakil Bupati Temukan Material tak Sesuai

  • September 28, 2026
Sidak Rumah Pompa Sidokare, Wakil Bupati Temukan Material tak Sesuai

56 Ribu Tiket Indonesia vs Malaysia Ludes Terjual, Antusiasme Suporter kian Tinggi

  • September 28, 2026
56 Ribu Tiket Indonesia vs Malaysia Ludes Terjual,  Antusiasme Suporter kian Tinggi