Sambut Hari Bumi, Tim Eskpedisi Meratus Soroti Sampah Plastik di Jalur Pendakian

TIM Ekspedisi Meratus 1000 mdpl kembali melakukan kegiatan pendakian gunung dan mengunjungi kawasan pedalaman dalam rangka peringatan Hari Bumi 2024. Penumpukan sampah terutama plastik di jalur pendakian gunung mendapat sorotan.

Sebelumnya Tim Ekspedisi 1000 mdpl yang beranggotakan Komunitas Jurnalis Pena Hijau Indomesia, Biji Kopi, mahasiswa Politeknik Negeri Banjarmasin serta Ponpes Darul Hijrah melakukan pendakian ke Gunung Hauk di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.

Masih dalam suasana libur lebaran, kawasan Pegunungan Meratus yang memiliki banyak obyek wisata alam mulai dari sungai, goa, air terjun hingga pendakian puncak gunung ramai dikunjungi masyarakat. Salah satunya adalah obyek wisata Lembah Nanai dan Gunung Hauk, di wilayah desa adat Ajung, Kabupaten Balangan.

BACA JUGA  Banten Buang 3.263 Ton Sampah ke Lingkungan Setiap Hari

“Masih ada saja para pengunjung obyek wisata maupun pendaki yang membuang sampah sembarangan terutama sampah plastik. Sementara pihak pengelola obyek wisata sudah cukup tegas terkait aturan mengenai sampah ini,” tutur Sanusi, seorang pendaki senior yang menjadi anggota Tim Ekspedisi 1000 mdpl.

Gunung Hauk yang memiliki ketinggian 1325 mdpl merupakan salah satu gunung favorit bagi para pendaki di Kalsel. Pendakian Gunung Hauk dapat dilakukan melalui tiga jalur, diantaranya melalui Desa Ajung, Kecamatan Tebing Tinggi.

Jalur Desa Ajung yang berjarak sekitar 40 kilometer dari pusat Kota Paringin, ibukota Kabupaten Balangan merupakan jalur terpendek. Gunung Hauk merupakan tujuh puncak tertinggi (seven summits) di kawasan Pegunungan Meratus dimana puncak tertinggi yaitu Gunung Halau Halau 1.890 mdpl.

BACA JUGA  Pemprov Jabar Dukung Program  Citarum Harum

Seperti keberadaan gunung lainnya yang ada di kawasan Pegunungan Meratus, Gunung Hauk dan kawasan belantaranya juga dianggap keramat oleh warga Suku Dayak Pitap. Beberapa lokasi di dalam hutan dan puncak gunung dijadikan tempat ritual atau upacara adat. Adapula mitos bahwa rute ke puncak selalu diguyur hujan meski saat kemarau.

Kepala Adat Dayak Pitap, Aliudar menegaskan pihaknya mewajibkan para pengunjung obyek wisata dan pendaki memperhatikan masalah sampah, terlebih gunung Hauk merupakan gunung keramat bagi warga dayak. “Pembersihan sampah gunung juga dalam rangka menjaga kesucian kawasan gunung dan kelestarian lingkungan,” tutur Aliudar.

Selain ikut membantu membersihkan sampah plastik di sepanjang jalur pendakian,Tim Ekspedisi Meratus 1000 mdpl juga membagikan bibit tanaman kopi kepada petani di pedalaman sebagai bentuk kampanye pelestarian lingkungan sekaligus peningkatan ekonomi warga pedalaman. (DS/M-01)

BACA JUGA  Sambut Hari Bumi, Pj Gubernur Jabar Kawal Pengiriman 16 Ton RDF ke Pabrik Semen

Dimitry Ramadan

Related Posts

Seekor Anak Gajah Berjenis Kelamin Jantan Lahir di TN Tesso Nilo

KABAR gembira datang dari Taman Nasional (TN) Tesso Nilo, Kabupaten Pelalawan, Riau. Seekor anak gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) berjenis kelamin jantan lahir dari induk gajah binaan bernama Lisa (45)…

Sambut HUT Lalu Lintas ke-71, Polda DIY Gelar Gerakan Pasar Murah

DALAM rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026, Polda DIY menggelar Gerakan Pasar Murah di halaman Mapolda DIY pada Selasa. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 kian Ketat, Erick Thohir Peringatkan Timnas Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

  • September 30, 2026
Persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 kian Ketat, Erick Thohir Peringatkan Timnas  Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Nowela dan Suara 5 Gemakan Semangat Kebangsaan di Laga Timnas Indonesia vs Malaysia

  • September 30, 2026
Nowela dan Suara 5 Gemakan Semangat Kebangsaan di Laga Timnas Indonesia vs Malaysia

10 Pemain Skuad Garuda Tahan Malaysia, Indra Sjafri Ungkap Sistem Pertahanan Masih Punya PR

  • September 30, 2026
10 Pemain Skuad Garuda Tahan Malaysia, Indra Sjafri Ungkap  Sistem Pertahanan Masih Punya PR

Main 10 Pemain Sejak Menit ke-37, Coach RD Apresiasi Perjuangan Timnas Pantas Tuai Pujian

  • September 30, 2026
Main 10 Pemain Sejak Menit ke-37,  Coach RD Apresiasi  Perjuangan Timnas Pantas Tuai Pujian

Daihatsu Luncurkan Lima Terios Limited Edition di GIIAS Semarang

  • September 29, 2026
Daihatsu Luncurkan Lima Terios Limited Edition di GIIAS Semarang

BTNUK Gunakan Teknologi ART untuk Bantu Reproduksi Badak Jawa

  • September 29, 2026
BTNUK Gunakan Teknologi ART untuk Bantu Reproduksi Badak Jawa