
KONTES Robot Terbang Indonesia 2024 yang diadakan di Lapangan Terbang Gading, Gunungkidul, pada Sabtu (14/9) diikuti puluhan tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Sekretaris KRTI Arwan Nur Ramadhan, M.Pd mengatakan, rangkaian acara kegiatan terdiri dari pelaksanaan Divisi Fixed Wing (FW) dan Long Endurance Long Altitude (LELA), flight test Divisi Vertical Take Off Landing (VTOL) dan demo dari Divisi Technology Development (TD).Pada Divisi Fixed Wing (FW) terdapat 24 tim dari perguruan tinggi Indonesia.
Sistem perlombaannya yakni salah satu aplikasi UAV (Unnamed Aerial Vehicle)/UAS (Unnamed Aerial System) sebagai wahana terbang yang mampu melakukan pemantauan, pemetaan dan pengiriman paket barang pada suatu lokasi.
“Wahana pada divisi FW harus memiliki sistem dropping paket, sistem pengambilan foto dan sistem video live dan recorded,” katanya.
Divisi FW, ujarnya, dilombakan dengan cara setiap peserta diberi waktu total 80 menit, dengan maksimum 40 menit yang dimulai dari komando take-off dari Juri untuk menyelesaikan dropping, pemantauan dan pemetaan di lapangan, dan sisa waktunya diberikan untuk mengolah data di area ground control station.
Selain itu, lanjutnya, terdapat Divisi Vertical Take Off Landing (VTOL) yang diikuti oleh 26 tim perguruan tinggi Indonesia. Perlombaan, katanya berlangsung selama tiga hari, yang masing-masing hari disebut sebagai ‘Game Day’.
Tahap eliminasi
Ia menambahkan, setiap tim akan melalui beberapa tahap eliminasi hingga mencapai babak semi final dan final.Selanjutnya, katanya Divisi Technology Development (TD) terdapat 16 tim. Untuk sistem perlombaan dilaksanakan dalam 2 sesi, yaitu sesi 1 presentasi dan tanya jawab dan sesi 2 demo.
Terakhir, jelasnya Divisi Long Endurance Low Altitude (LELA) terdapat 16 tim yang diikuti beberapa perguruan tinggi Indonesia.
“Pada sistem perlombaan dilaksanakan pada satu hari yang sama dari pagi sampai selesai. Selanjutnya, masing-masing peserta menyiapkan 2 perangkat komputer/laptop untuk dihubungkan ke dua monitor besar panitia dimana monitor 1 untuk menampilkan GCS dan monitor 2 menampilkan video streaming wahana. Untuk jalur penerbangan Robot Terbang Indonesia 2024 berada di Area Gunungkidul DIY,” katanya.
Salah satu Divisi LELA dari Universitas Negeri Yogyakarta yaitu Tim Voyager menyatakan persiapannya mengikuti KRTI.
Persiapan empat bulan
Ketua Divisi Robotika UNY Alfino Hokkye Ranadhani mengatakan persiapan sebelum perlombaan tim merancang, mendesain, dan memilih elektronik membutuhkan waktu yang cukup lama kurang lebih tiga sampai empat bulan.
“Pada proses tersebut terjadi trial and error mulai dari menabrak rumah warga, masuk sawah, menyangkut di genteng, dan pohon. Kalau ditotal sudah habis delapan pesawat,” ujar Alfino.
Pesawat terakhir yang digunakan bisa menyelesaikan misi dengan baik. Tim LELA UNY telah menyelesaikan misi 60 km mengelilingi Gunungkidul untuk mencari titik hot spot.
“Tim LELA UNY telah berhasil take-off dan landing full mission dengan selamat berkat gotongroyong semua anggota tim dengan jobdesknya masing-masing,” kata Alfino.
Sementara itu tim UMS Surakarta menyiapkan dengan baik Robot Terbang mereka yang berlaga di Divisi VTOL. Namun kekurangberuntungan menyapa salah satu Tim LELA dari perguruan tinggi negeri karena setelah robot terbangnya berhasil take off dengan mulus pada ketinggian sekitar 30 meter dari permukaan tanah ada sesuatu yang terlepas sehingga pesawatnya mengalami crash.
Secara keseluruhan antusiasme para peserta lomba KRTI penuh dengan semangat, kreativitas, dan inovasi. Di sini, para peserta tidak hanya menguji keterampilan teknis mereka, tetapi juga berpikir kritis dan bekerja sama. (AGT/N-01)







