Delegasi Dunia Kagumi Pembinaan di Lapas Bangli dan Bapas Karangasem

PRAKTIK pembinaan narapidana berbasis kearifan lokal di Indonesia menuai pujian dari delegasi  internasional.

Pernyataan itu mereka katakan seusai mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bangli dan Griya Abhipraya Dharma Laksana milik Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Karangasem, Jumat (17/4).

Setelah mengikuti rangkaian The 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) 2026, para delegasi dari berbagai negara.

Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Para peserta diajak melihat langsung implementasi sistem pembinaan dan pembimbingan, mulai dari pelatihan keterampilan, layanan kesehatan, hingga proses reintegrasi sosial yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal.

Pameran karya warga binaan

 

Para delegasi dari berbagai negara mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bangli. (Dok.Ist)

Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan karya Warga Binaan yang menunjukkan kreativitas dan hasil pembinaan.

Delegasi kemudian meninjau berbagai fasilitas di Lapas Narkotika Bangli, termasuk Sarana Asimilasi dan Edukasi, layanan kesehatan, serta unit kegiatan kerja produktif yang menjadi bagian penting dalam pembinaan kemandirian.

BACA JUGA  Masyarakat dan Delegasi Asing Ikut Rayakan HJKB ke-214 

Kunjungan dilanjutkan ke Griya Abhipraya Dharma Laksana di Karangasem. Di lokasi ini, para Klien Pemasyarakatan mendapatkan pembimbingan melalui pendekatan yang menggabungkan pelatihan vokasional dengan nilai-nilai budaya lokal, bekerja sama dengan Yayasan Pesraman Guru Kula.

Respons positif datang dari para peserta internasional. Mereka menilai pendekatan yang diterapkan di Indonesia memberikan perspektif baru dalam sistem pemasyarakatan global, dengan memadukan aspek rehabilitasi dan kearifan lokal.

“Saya sangat mengapresiasi kunjungan ini. Ini menjadi pelajaran penting bagi kami tentang bagaimana menggabungkan nilai budaya dalam proses pembinaan dan pembimbingan,” ujar Ayyub, perwakilan dari Singapore Prison Service.

Jadi rujukan

Kunjungan ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu rujukan dalam praktik pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pemulihan.

BACA JUGA  Wakil Bupati Sleman Ajak Napi Teladani Nabi Muhammad SAW

Di tengah tantangan global seperti overkapasitas dan tingginya angka residivisme, pendekatan berbasis budaya dinilai mampu menjadi solusi yang lebih berkelanjutan dan menyentuh akar persoalan.

Sebelumnya, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), Agus Andrianto, secara resmi membuka The 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) 2026 di Bali International Convention Center, Selasa (14/4). Kegiatan ini berlangsung pada 14–17 April 2026.

“Sistem pemasyarakatan tidak lagi semata tentang pemenjaraan, tetapi juga tentang pemulihan,” tegas Agus.

Ruang berbagi

Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, dalam penutupan kongres menegaskan bahwa forum ini mencerminkan pergeseran penting dalam kebijakan global sistem peradilan pidana.

“Kongres ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan praktik terbaik antarnegara, sekaligus memperkaya perspektif dalam pelaksanaan pembinaan dan pembimbingan yang lebih efektif,” ujar Mashudi.

BACA JUGA  Rutan Tarutung Sukses Wujudkan Ketahanan Pangan

Diketahui, kongres ini diikuti oleh lebih dari 400 peserta dari 44 negara yang terdiri dari praktisi, akademisi, dan pemangku kepentingan di bidang pemasyarakatan. Selama empat hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda, mulai dari sesi pleno, diskusi tematik, hingga pertukaran praktik terbaik.

Forum ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi internasional sekaligus mendorong terwujudnya sistem keadilan yang lebih inklusif, adaptif, dan berorientasi pada pemulihan di berbagai negara. (*/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Program Bagi HP Gratis Berisiko Jadi Beban Fiskal dan Boros Anggaran

RENCANA pemerintah yang akan memberikan telepon seluler (HP) gratis kepada masyarakat untuk mendukung penyaluran bantuan sosial menjadi pro dan kontra. Sejatinya pemerintah memang perlu mengkaji ulang rencana pembagian telepon seluler…

Polda Jateng Bongkar Jaringan Judi Togel Lintas Wilayah

Polda Jawa Tengah mengungkap jaringan perjudian jenis togel yang beroperasi di Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan, dan Kota Semarang. Pengungkapan ini menyasar sejumlah peran dalam praktik perjudian, mulai dari pengepul kupon,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Program Bagi HP Gratis Berisiko Jadi Beban Fiskal dan Boros Anggaran

  • October 21, 2026
Program Bagi HP Gratis Berisiko Jadi Beban Fiskal dan Boros Anggaran

Mahasiswa UNY Kembangkan E-Modul IPA Responsif Gender

  • October 20, 2026
Mahasiswa UNY Kembangkan E-Modul IPA Responsif Gender

Pulihkan Mental Pemain U-18, Persib Terus Lakukan Pendampingan

  • October 20, 2026
Pulihkan Mental Pemain U-18, Persib Terus Lakukan Pendampingan

Polda Jateng Bongkar Jaringan Judi Togel Lintas Wilayah

  • October 20, 2026
Polda Jateng Bongkar Jaringan Judi Togel Lintas Wilayah

Polda Jateng Ungkap Peredaran Miras Ilegal di Karimunjawa

  • October 20, 2026
Polda Jateng Ungkap Peredaran Miras Ilegal di Karimunjawa

Aksi Demo Mahasiswa di Bandung Tuntut Prabowo-Gibran Mundur

  • October 20, 2026
Aksi Demo Mahasiswa di Bandung Tuntut  Prabowo-Gibran Mundur