Jelang Final Piala Dunia, Umar Haen Luncurkan Single ‘Tak Jadi Main Bola’

SETELAH meluncurkan album perdananya bertajuk Gumam Sepertiga Malam pada 2018 silam, penyanyi yang tinggal di Yogyakarta Umar Haen meluncurkan single tentang Izan, bocah yang lapangannya berubah menjadi bangunan yang berjudul ‘Tak Jadi Main Bola.’ Karya terbaru ini menjadi perkenalan perdana sekaligus jembatan menuju album penuh keduanya, “Busa Sabun Masuk ke Mata” yang dijadwalkan rilis pada 6 Agustus 2026 mendatang.

Dalam rilis tertulisnya yang diterima www.mimbarnusantara.com di Yogyakarta pada Jumat, Umar Haen mengaku mengambil pendekatan naratif yang kuat dalam penulisan lirik.

“Karakter Izan dipilih untuk mengisahkan ironi tentang menyempitnya ruang publik bagi anak-anak di tingkat tapak. Ketika mata dunia sedang tertuju pada pesta sepak bola besar, di sudut lain, seorang bocah justru harus kehilangan tempat bermain,” katanya.

BACA JUGA  Hantam Vietnam 3-0 di Hanoi, Indonesia Patahkan Kutukan 20 Tahun

Lagu yang diluncurkan menjelang laga final Piala Dunia katanya menangkap potret kepolosan Izan yang digambarkan lewat detail-detail kecil yang jujur, seperti menyikat sepatu bola kesayangan dengan sikat gigi hingga kayuhan sepeda menuju lapangan tempat mimpinya ditanam.

Sampaikan keresahan

Penyanyi Umar Haen luncurnya single terbaru. (Dok/Ist)

Namun, sesampainya di sana, ia mendapati ruang bermainnya telah berganti menjadi deretan pondasi. Umar mengaku menulis lagu ini setelah mengamati fenomena masifnya alih fungsi lahan dan pembangunan yang bersifat sepihak.

“Pembangunan tanpa banyak melibatkan musyawarah atau mendengar kebutuhan riil warga. Saya banyak mendengar kisah dan berita soal pembangunan fasilitas yang terkesan dipaksakan di banyak daerah. Bahkan dengan minim pelibatan warga setempat,” ungkap Umar.

Keresahan itu bukan sekadar fiksi atau kabar burung dari jauh. Sebagai musisi yang tumbuh di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Umar menyaksikan sendiri bagaimana ruang-ruang komunal warga perlahan menyempit akibat pembangunan yang kurang partisipatif.

BACA JUGA  Singkirkan Aljazair, Swiss Tunggu Pemenang Laga Kolombia vs Ghana

“Di daerah asal saya pun, fenomena alih fungsi lahan publik yang sempat memicu polemik warga nyata terjadi. Realitas di depan mata itulah yang jadi dorongan bagi saya untuk melahirkan lagu ini,” jelas Umar.

Pengalaman pribadi

Pendekatan penulisan “Tak Jadi Main Bola” diakui tidak lepas dari pengalamannya sendiri saat mengikuti residensi AMP3 (The Asian Music for Peoples’ Peace and Progress) di Filipina pada Juni 2025 lalu.

Di sana, ia belajar langsung dari Jess Santiago, musisi senior pelopor gerakan people’s music di Asia sekaligus co-founder Musika Philippines. Dari mentornya tersebut, Umar membawa pulang satu pendekatan penulisan lagu, mulailah menulis dari hal terdekat, karena di situlah persoalan besar sebenarnya berada.

BACA JUGA  Jerman Bantai Curacao 7-1, Nagelsmann Puji Tim Lawan

Detail potret Izan dan sepatu bolanya, ujarnya, merupakan manifestasi nyata dari pendekatan tersebut. Bagi Umar, single ini menjadi cetak biru dari materi album keduanya nanti.

“Saya menulis album kedua ini dengan niat merekam peristiwa dan menjadikannya sebuah kesaksian, bagaimana perasaan saya menjadi warga negara hari-hari ini,” pungkasnya.

‘Tak Jadi Main Bola’ saat ini sudah bisa didengarkan di seluruh platform streaming musik digital. (AGT/M-01)

Related Posts

Didukung Aqua, Film The Longest Wait Rilis Trailer Perdana. Lagu Rayakan Pemenang dari Morfem Jadi Soundtrack Resmi

The Longest Wait, film dokumenter layar lebar tentang perjalanan Tim Nasional Indonesia resmi merilis trailer perdana. Film produksi Fremantle Indonesia dan Beach House Pictures, sekaligus mengumumkan Rayakan Pemenang dari Morfem…

Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

FILM dokumenter pendek berjudul “The Candles From The Edge” yang disutradarai oleh Aru Dewangga, mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Luncurkan Proyek SHIELD, UGM Kaji Wolbachia dalam Pengendalian Dengue

  • October 29, 2026
Luncurkan Proyek SHIELD, UGM Kaji Wolbachia dalam Pengendalian Dengue

Mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah itu Meraup Cuan dari Sampah

  • October 29, 2026
Mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah itu Meraup Cuan dari Sampah

GMKI: Pemuda bukan Alat Kepentingan Penguasa

  • October 29, 2026
GMKI: Pemuda bukan Alat Kepentingan Penguasa

Bekuk Melbourne Victory, Persib Kukuh di Puncak Klasemen ACL 2

  • October 28, 2026
Bekuk Melbourne Victory, Persib Kukuh di Puncak Klasemen ACL 2

Presiden Prabowo Terima Menlu Singapura di Hambalang

  • October 28, 2026
Presiden Prabowo Terima Menlu Singapura di Hambalang

Demi Keadilan, Jumlah Pemain Asiang di League Cup Dibatasi

  • October 28, 2026
Demi Keadilan, Jumlah Pemain Asiang di League Cup Dibatasi