Tiba di Tanah Air, Kapal induk Garibaldi Akan segera Diretrofit

KAPAL Induk ITS Giuseppe Garibaldi akhirnya sampai di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat sekitar pukul 07.50 WIB. Kedatangan kapal tersebut disambut tim marching band TNI.

Sejumlah pejabat negara nampak pula menyambut kedatangan kapal induk pertama Indonesia tersebut. Mereka di antaranya adalah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.

Dalam kesempatan itu, Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyebut kapal induk Garibaldi dalam kondisi baik dan siap dioperasikan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BACA JUGA  Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Disebut Tengah Menuju Tanah Air

“Jika dibutuhkan kita bisa gunakan untuk kepentingan OMSP, termasuk penanganan karhutla,” kata Ali saat jumpa pers di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat.

Serah terima dan modernisasi

Tangkapan layar. Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi akhirnya sampai di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat. (Dok.IG)

Namun sebelum itu, kapal tersebut harus menjalani proses serah terima terlebih dahulu dari pihak Italia ke Indonesia pada 24 September. Selain itu, kapal juga harus menjalani retrofit atau modernisasi.

“Bagaimana pun kapal itu sudah tua. Sudah 41 tahun. Jadi harus dimodernisasi. Kita mungkin nanti menggandeng PT PAL dan perusahaan dari Italia untuk proses retrofit tersebut,” ujarnya

Meski begitu Ali memastikan Giuseppe Garibaldi masih bisa dipakai TNI AL dalam kurun waktu 15 sampai 20 tahun ke depan. “Mudah-mudahan nanti akan bisa bertahan digunakan oleh Angkatan Laut oleh TNI Angkatan Laut mungkin 15 sampai 20 tahun lagi.”

BACA JUGA  Tidak Ada Pengeroyokan Reka Ulang Penembakan Bos Rental

Geografis Lampung mendukung

Menyoal pemilihan Teluk Ratai, Kabupaten Pesawaran, Lampung.sebagai pangkalan kapal induk, kata Ali, hal itu faktor geografisnya yang mendukung, Salah satunya kedalaman laut di dermaga yang cukup untuk menampung kapal induk.

“Lampung ini kenapa kita pilih karena dia situasi geografisnya sangat memungkinkan, kedalamannya juga cukup. Selain lokasi Lampung juga sangat sangat strategis dan memudahkan kapal untuk beroperasi ke suatu wilayah dengan mudah. Akses navigasinya juga bagus, agak terlindung juga,” paparnya. (*/N-01)

BACA JUGA  Kapal Induk Garibaldi Dipastikan Tiba di Tanah Air Tepat Waktu

Dimitry Ramadan

Related Posts

Guru Besar FEB Unas Dukung Pergantian Menkeu

PRO dan kontra masih menyelimuti pencopotan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan digantikan wakilnya Suahasil Nazara. Salah satu orang yang mendukung pergantian itu yakni Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis…

Pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Berlangsung Meriah

ASIAN Games XX/2026 resmi dibuka di Mizuho Park Athletic Stadium, Nagoya, Jepang pada Sabtu (19/9). Kali ini pesta olaharga negara-negara Asia itu mengusung semangat persahabatan dan perdamaian serta tekad menyatukan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Guru Besar FEB Unas Dukung Pergantian Menkeu

  • September 19, 2026
Guru Besar FEB Unas Dukung Pergantian Menkeu

Pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Berlangsung Meriah

  • September 19, 2026
Pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026  Berlangsung Meriah

Bekuk Java United, Persija Tempel Madura United di Puncak Klasemen

  • September 19, 2026
Bekuk Java United, Persija Tempel Madura United di Puncak Klasemen

Ketika Anak-anak Penyintas Kanker Dipertemukan di Candi Borobudur

  • September 19, 2026
Ketika Anak-anak Penyintas Kanker Dipertemukan di Candi Borobudur

OJK Terbitkan Dua POJK untuk Awasi BMKS

  • September 19, 2026
OJK Terbitkan Dua POJK untuk Awasi BMKS

Dekan FPIK Undip Kembali Terpilih Sebagai Ketua FKPTPK

  • September 19, 2026
Dekan FPIK Undip Kembali Terpilih Sebagai Ketua FKPTPK