Pemprov DIY Terus Dorong Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi

DAERAH Istimewa Yogyakarta terus mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi untuk mencapai sasaran pembangunan sebagaimana ditetapkan dalam RPJMD 2022–2027, yaitu pertumbuhan PDRB sebesar 5,5–6,0% pada 2026 dan 5,7–6,2% pada 2027.

Namun, pencapaian sasaran tersebut masih dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari meningkatnya ketidakpastian global akibat dinamika geopolitik, disrupsi teknologi, hingga volatilitas harga pangan dan energi.

Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan strategi pembangunan yang adaptif, berbasis data, dan mampu mengoptimalkan potensi unggulan daerah melalui tiga strategi utama, yaitu transformasi ekonomi digital, penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya, dan penguatan ketahanan pangan.

Dalam rangka memperkuat sinergi dan mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah, Kamis, Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY menyelenggarakan Yogyakarta Economic Symposium (YES) 2026 dengan tema “Mengakselerasi Ekonomi DIY yang Bertumbuh, Inklusif, dan Resilien Menuju Masyarakat DIY Sejahtera”.

Terobosan baru

Kegiatan YES 2026 dihadiri oleh Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Sri Darmadi Sudibyo, Chief Economist Bank Permata Josua Pardede, S.Si, Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta Dr. Y. Sri Susilo, anggota Forkopimda DIY, perwakilan OPD, anggota ISEI, akademisi, serta pelaku usaha dengan total peserta mencapai lebih dari 200 orang.

Sebagai bagian dari rangkaian pre-event YES 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY bersama ISEI Cabang Yogyakarta juga menyelenggarakan Call for Paper dan ISEI Forecaster.

BACA JUGA  Kemendagri Apresiasi Keberhasilan DIY Jaga Kondusivitas

Call for Paper YES 2026 diikuti oleh 177 tim dari dalam maupun luar negeri dengan mengusung tiga subtema, yaitu transformasi ekonomi digital, penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya, dan strategi ketahanan pangan.

Selanjutnya, ISEI Forecaster merupakan terobosan baru di 2026 dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY dalam mendorong keterlibatan akademisi melalui kompetisi yang melibatkan ISEI Cabang Yogyakarta dalam menyusun proyeksi PDRB dan inflasi daerah untuk membangun budaya scientific forecasting yang kredibel, sehingga dapat menghasilkan proyeksi ekonomi daerah yang akurat sebagai landasan rekomendasi kebijakan.

Jadi jembatan

Rangkaian acara diawali dengan sambutan Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta Dr. Y. Sri Susilo, M.Si. yang menyampaikan bahwa kekuatan ekosistem pendidikan dan riset merupakan modal penting bagi DIY dalam mendorong produktivitas, inovasi, dan daya saing daerah. Potensi tersebut perlu terus dioptimalkan melalui penguatan research-based policy agar hasil riset dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan yang relevan dan aplikatif.

Dalam konteks tersebut, YES 2026 diharapkan menjadi jembatan antara akademisi dan pengambil kebijakan melalui pertukaran gagasan dan policy insight.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Sri Darmadi Sudibyo dalam keynote speech-nya menekankan perekonomian DIY masih menghadapi berbagai tantangan global dan domestik, mulai dari ketidakpastian geopolitik, disrupsi teknologi dan Artificial Intelligence (AI), kesenjangan antarwilayah, hingga risiko ketahanan pangan.

BACA JUGA  Potensi Hujan Selama 3 Hari di Daerah Istimewa Yogyakarta

Menghadapi berbagai tantangan tersebut, diperlukan respons kebijakan yang implementatif, tepat sasaran, dan didukung oleh kajian yang kuat. YES 2026 diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pengambil kebijakan dalam menghasilkan gagasan serta rekomendasi bagi penguatan ekonomi DIY.

Bersinergi

Melalui forum ini, potensi Yogyakarta sebagai kota budaya dan kota pelajar diharapkan semakin optimal dalam mendukung perumusan kebijakan yang berkualitas.

“Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan ekonomi DIY yang bertumbuh, inklusif, resilien, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Sri Darmadi Sudibyo.

Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti,mengemukakan pembangunan ekonomi DIY ke depan perlu diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan yang tidak hanya tinggi, tetapi juga inklusif dan memiliki daya tahan terhadap berbagai perubahan.

Melalui YES 2026, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat dalam mendukung penguatan UMKM, perluasan akses pembiayaan, peningkatan kualitas pariwisata, pengembangan ekonomi kreatif, serta kesiapan generasi muda dalam menghadapi transformasi ekonomi.

5 langkah strategis

Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan sesi talkshow yang dengan narasumber Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, dan Chief Economist Bank Permata Josua Pardede.

Berdasarkan hasil diskusi, terdapat 5 langkah strategis yang diperlukan guna mendorong transformasi ekonomi DIY yang bertumbuh, inklusif, dan resilien. Pertama, peningkatan produktivitas dan daya saing sektor unggulan perlu terus didorong melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, adopsi teknologi, inovasi, serta peningkatan efisiensi usaha agar mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi.

BACA JUGA  Sekda DIY: Tak Boleh Ada Ulang Tahun Pengelolaan Sampah

Kedua, penguatan keterhubungan antar pelaku ekonomi perlu menjadi perhatian bersama, khususnya melalui sinergi antara dunia pendidikan, riset, dunia usaha, dan pemerintah dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih produktif dan berdaya saing. Ketiga, pengembangan nilai tambah ekonomi lokal perlu diperluas melalui penguatan rantai nilai produk, hilirisasi, standardisasi, serta peningkatan akses UMKM terhadap pasar, pembiayaan, dan jaringan usaha yang lebih luas.

Keempat, percepatan pemerataan ekonomi perlu dilakukan melalui pengembangan pusat-pusat pertumbuhan baru dengan didukung peningkatan konektivitas, investasi produktif, dan penguatan potensi unggulan wilayah. Kelima, ketahanan ekonomi daerah perlu terus diperkuat melalui pengendalian inflasi, penguatan ketahanan pangan, serta peningkatan kapasitas adaptasi terhadap berbagai risiko dan perubahan lingkungan, sehingga pertumbuhan ekonomi yang tercipta dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat DIY. (AGT/A-01)

Admin

Related Posts

KAI Logistik Distribusikan 122 Ribu Unit Sepeda Motor hingga Triwulan III 2026

KAI Logistik (Kalog) mencatat telah mengangkut dan mendistribusikan sekitar 122 ribu unit sepeda motor dengan total volume mencapai sekitar 17.800 ton melalui Kalog Express sepanjang Januari hingga September 2026. Capaian…

Dukung Keamanan, PLN UP3 Perkuat Sinergi dengan Polres Pematangsiantar

GUNA mendukung keamanan dan kenyamanan masyarakat, PT PLN  UP3 Pematangsiantar terus memperkuat sinergitas dengan berbagai pemangku kepentingan. Sinergitas tersebut untuk membangun komunikasi dan koordinasi terkait pelayanan serta keandalan kelistrikan di…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Taklukkan Bali United 3-0, Persib U-15 Juara Piala Soeratin 2026

  • October 23, 2026
Taklukkan Bali United 3-0, Persib U-15 Juara Piala Soeratin 2026

KAI Logistik Distribusikan 122 Ribu Unit Sepeda Motor hingga Triwulan III 2026

  • October 23, 2026
KAI Logistik Distribusikan 122 Ribu Unit Sepeda Motor hingga Triwulan III 2026

Dukung Keamanan, PLN UP3 Perkuat Sinergi dengan Polres Pematangsiantar

  • October 23, 2026
Dukung Keamanan, PLN UP3 Perkuat Sinergi dengan Polres Pematangsiantar

Polda Jambi Ungkap Kasus Penimbunan 2.550 Liter BBM Subsidi Pertalite

  • October 23, 2026
Polda Jambi Ungkap Kasus Penimbunan 2.550 Liter BBM Subsidi Pertalite

Pangkas Risiko Demensia dengan Melakukan Pola Hidup Sehat Sejak Dini

  • October 23, 2026
Pangkas Risiko Demensia dengan Melakukan Pola Hidup Sehat Sejak Dini

Pemkab Blora Gandeng Fakultas Peternakan UGM Kembangkan Ayam Kampung

  • October 23, 2026
Pemkab Blora Gandeng Fakultas Peternakan UGM Kembangkan Ayam Kampung