
AKSI nirempati sejumlah tenaga kesehatan (nakes) terhadap seorang pasien BPJS benar-benar tidak bisa diterima. Pasalnya, mereka merupakan pelayan masyarakat yang seharusnya bisa bersikap baik, terutama kepada mereka yang tengah sakit.
Penegasan tersebut dikatakan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. “Saya rasa semua profesi yang melayani masyarakat, terutama nakes, enggak boleh ada yang nirempati seperti itu,” ujarnya, Kamis.
Sebelumnya, Menkes juga menyampaikan duka sekaligus menegaskan pentingnya terus meningkatkan mutu layanan kesehatan. Ia pun berharap BPJS Kesehatan terus meningkatkan angka harapan hidup masyarakat dari 72 hingga 76 tahun.
“Setiap ada yang meninggal, hati saya sedih, apalagi kalau yang meninggal muda, jadi saya sebagai Menkes merasa gagal. Harusnya kita memberikan layanan yang terbaik, kekurangan itu ada, tetapi itu yang terus kita perbaiki,” ujarnya.
Kasus ini bermula ketika seorang pasien BPJS, Yurizal, menuliskan pengalamannya menunggu ruang perawatan di media sosial Threads. Ia mengaku belum mendapatkan ruang rawat inap setelah delapan jam menunggu.
Unggahan itu dibalas dengan komentar bernada negatif oleh sejumlah akun yang belakangan diketahui pemiliknya berprofesi sebagai nakes. Komentar-komentar itu lantas mendapat sorotan publik.
Arif dalam bermedsos
Pada bagian lain, anggota Komisi IX DPR RI Asep Rommy Romaya mengingatkan masyarakat, termasuk para nakes untuk selalu berhati-hati dan arif dalam bermedia sosial. Sebab mereka memiliki tanggung jawab moral ketika menyampaikan pendapat di ruang digital.
“Kami mengingatkan meskipun di media sosial para nakes tetap abdi negara yang mempunyai tanggung jawab moral tinggi. Mereka harus berhati-hati saat memberikan komentar atau tanggapan atas isu atau peristiwa karena dampaknya bisa panjang,” katanya. (*/A-01)





